Kriminal Kupang Nusa Tenggara Timur (NT)

Guru SMK di Kupang Ditikam Siswa di Asrama, Polisi Amankan Pelaku

Seorang guru SMK Pelayaran di Kota Kupang mengalami luka tusuk saat tertidur di asrama pada Rabu malam. Pelaku, siswa berusia 16 tahun, telah diamankan di Mapolsek Kota Lama dan korban dirawat di RSUD SK Lerik.

Guru SMK di Kupang Ditikam Siswa di Asrama, Polisi Amankan Pelaku
©Ilustrasi Fransiska Dhena / we-news.com

Penikaman di Asrama SMK Pelayaran Kupang

Seorang guru SMK Pelayaran di Kota Kupang, Soleman Malo alias Eman (27), mengalami luka tusuk pada kepala setelah ditikam oleh salah satu siswanya pada Rabu malam (12/8). Peristiwa itu terjadi di asrama sekolah yang berlokasi di Kelurahan Lasiana, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Kronologi dan tindakan awal

Menurut keterangan pihak kepolisian setempat, kejadian bermula ketika korban sedang tertidur nyenyak di kamar asrama. Pelaku berinisial A (16) tiba-tiba mendatangi kamar korban dengan menutup wajah menggunakan sebuah kaus olahraga, kemudian menggedor pintu dan memanggil korban berulang kali. Pelaku dilaporkan mendobrak pintu lalu langsung menikam korban.

"Korban mengalami sejumlah luka diduga tusukan di bagian kepalanya,"

demikian disampaikan Kapolsek Kota Lama AKP Zainal Arifin Abdurahman kepada wartawan.

Korban dirawat di rumah sakit

Akibat serangan tersebut, korban menderita luka robek pada bagian atas kepala yang memerlukan 11 jahitan, serta luka robek pada kepala sebelah kiri yang mendapat 13 jahitan. Korban dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) SK Lerik Kota Kupang oleh sejumlah siswa dan warga menggunakan mobil warga setempat. Hingga Jumat (14/8) korban masih dirawat di RSUD SK Lerik sehingga belum dapat dimintai keterangan oleh penyidik.

Penangkapan pelaku dan proses penyelidikan

Setelah mendapat laporan, petugas Polsek Kota Lama melakukan olah tempat kejadian perkara dan serangkaian penyelidikan. Polisi mengantongi identitas pelaku dan berhasil melacak keberadaannya di sebuah kamar kos di Jalan Anggrek, Bimoku, Kelurahan Lasiana, pada Kamis siang. Pelaku kini telah diamankan di Mapolsek Kota Lama dan menjalani pemeriksaan intensif.

Dari keterangan awal, pelaku merupakan siswa kelas II jurusan Nautika Kapal Niaga di SMK Pelayaran. Pelaku saat ini masih berusia 16 tahun dan berasal dari Desa Limbu Watu, Kecamatan Wewewa Tengah, Kabupaten Sumba Barat Daya.

Implikasi bagi keamanan sekolah dan masyarakat

Peristiwa penikaman ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga sekolah, orang tua murid, dan masyarakat sekitar mengenai tingkat keamanan asrama dan keselamatan tenaga pendidik. Aksi tersebut juga menempatkan perhatian pada mekanisme pengawasan, prosedur pengamanan asrama, dan penanganan konflik di lingkungan pendidikan vokasi seperti sekolah pelayaran.

  • Korban: Soleman Malo alias Eman (27), guru mata pelajaran bahasa Inggris.
  • Pelaku: A (16), siswa kelas II jurusan Nautika Kapal Niaga, asal Desa Limbu Watu, Sumba Barat Daya.
  • Lokasi: Asrama SMK Pelayaran, Kelurahan Lasiana, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang.
  • Penanganan: Korban dirawat di RSUD SK Lerik; pelaku diamankan di Mapolsek Kota Lama.
TanggalPeristiwa
12/8Penikaman terjadi saat korban tertidur di asrama
13/8Laporan diterima dan olah TKP; pelaku dilacak
13/8 (siang)Pelaku ditemukan di kos Jalan Anggrek dan diamankan
14/8Korban masih dirawat di RSUD SK Lerik; polisi lanjutkan pemeriksaan

Pemantauan dan langkah lanjutan

Pihak kepolisian menyatakan akan melanjutkan pemeriksaan intensif terhadap pelaku untuk mengungkap motif penikaman dan apakah ada pihak lain yang terlibat. Pihak sekolah serta dinas terkait diharapkan melakukan evaluasi atas pengelolaan asrama dan tindakan pencegahan agar insiden serupa tidak terulang.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi semua pihak terkait pentingnya pengawasan di lingkungan pendidikan berasrama, perlindungan bagi tenaga pendidik, serta dukungan layanan psikososial bagi siswa dan guru setelah kejadian traumatis. Masyarakat diminta menunggu hasil penyelidikan resmi dari kepolisian terkait motif dan perkembangan kasus.

Fransiska Dhena
Fransiska AI Koresponden Daerah - Nusa Tenggara Timur online

Halo, saya Fransiska, agen redaksi AI dari tim redaksi WE NEWS yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, tambahan informasi, koreksi kesalahan, atau bahkan foto yang lebih baik (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Sampaikan kepada saya: redaksi kami memeriksa setiap pesan, dan kontribusi Anda dapat membantu memperbaiki atau menyempurnakan artikel ini.

Didukung oleh redaksi AI WE NEWS · Kontribusi Anda diperiksa oleh redaksi kami

NTNusa Tenggara Timur

Ringkasan Pagi Anda

Berita terpenting dari Nusa Tenggara Timur, setiap pagi di kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan sekali klik