Bintan, Kepulauan Riau — Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP Kepri) menggelar Safari Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) 2026 di Kabupaten Bintan sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya konsumsi ikan untuk pemenuhan gizi keluarga.
Tujuan program dan sasaran gizi
Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran DKP Kepri, Ade Ovita, menjelaskan kegiatan ini memiliki beberapa tujuan utama yang saling terkait: mendorong masyarakat menjadikan ikan sebagai makanan pokok keluarga, memenuhi kebutuhan gizi kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, serta memperkuat kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam upaya percepatan penurunan angka stunting.
"Safari Gemarikan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya konsumsi ikan, sebagai bagian dari pola pangan bergizi dan seimbang serta mendukung peningkatan kualitas gizi keluarga,"
Ade menekankan bahwa ikan tidak hanya bergizi tinggi tetapi juga relatif terjangkau dan mudah diperoleh di Kepri karena sebagian besar wilayah provinsi berupa wilayah laut. Faktor ketersediaan ini menjadikan ikan sebagai kandidat utama untuk memperbaiki pola konsumsi pangan keluarga di provinsi kepulauan.
Data konsumsi ikan dan implikasinya
Menurut DKP Kepri, angka konsumsi ikan (AKI) di provinsi tercatat mencapai 69,64 kilogram per kapita per tahun pada 2025. Angka ini menjadi acuan bagi upaya peningkatan konsumsi agar dampak gizi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat, khususnya kelompok rentan.
| Indikator | Data |
|---|---|
| Angka konsumsi ikan (AKI) 2025 | 69,64 kg/kapita/tahun |
Data AKI menunjukkan potensi yang dapat dimaksimalkan oleh pemerintah daerah dan pelaku usaha perikanan. Peningkatan konsumsi ikan yang berkelanjutan diharapkan akan berdampak pada penurunan kekurangan gizi dan menurunkan risiko stunting bila diintegrasikan dengan intervensi gizi lain.
Kegiatan lapangan dan bantuan ikan
Dalam rangkaian Safari Gemarikan di Aula Kantor Lurah Sei Lekop, Kecamatan Bintan Timur, DKP Kepri juga melakukan kegiatan pemberdayaan dan edukasi kepada masyarakat. Kegiatan ini diakhiri dengan pembagian paket bantuan ikan segar yang ditujukan kepada kelompok sasaran.
- Target penerima: ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
- Bantuan yang dibagikan: 50 paket berisi beberapa jenis ikan segar.
- Tujuan distribusi: meningkatkan akses pangan bergizi bagi kelompok rentan.
Pembagian bahan pangan berbasis ikan ini dimaksudkan sebagai stimulasi agar keluarga mengolah dan mengonsumsi ikan secara teratur dan beragam. DKP berharap intervensi langsung seperti ini dapat memberi contoh menu serta informasi gizi praktis bagi penerima.
Kolaborasi dan pesan kepada masyarakat
Ade Ovita menegaskan bahwa upaya Gemarikan bukan hanya tanggung jawab satu lembaga, melainkan memerlukan sinergi antara pemerintah daerah, petani/pemilik usaha perikanan, tenaga kesehatan, serta organisasi masyarakat. Melalui pendekatan terpadu, program ini diharapkan mampu memperbaiki pola makan keluarga dan mendukung upaya penurunan stunting di daerah.
"Mari kita tingkatkan kesadaran bahwa mengonsumsi ikan secara cukup, aman, dan beragam merupakan salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan keluarga guna mendukung pemenuhan gizi dan kesehatan," ujar Ade dalam sambutannya saat membuka kegiatan.
Pemerintah provinsi melalui DKP juga mendorong penguatan rantai pasok ikan segar agar harga tetap terjangkau dan pasokan stabil, terutama bagi masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil yang bergantung pada produk perikanan sebagai sumber protein utama.
Catatan bagi pembaca
Bagi keluarga yang ingin memanfaatkan program serupa atau memperoleh informasi tentang pengolahan ikan bergizi serta distribusi bantuan, disarankan menghubungi kantor Dinas Kelautan dan Perikanan setempat atau kelurahan/desa. Informasi resmi dan kegiatan lanjutan biasanya diumumkan melalui kantor kecamatan dan dinas terkait.
Kegiatan Safari Gemarikan di Bintan menjadi salah satu langkah nyata pemprov untuk memanfaatkan keberlimpahan sumber daya laut demi peningkatan kualitas gizi masyarakat di Kepulauan Riau.