Pembukaan resmi dan tujuan program
PINELENG — Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda, secara resmi membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) 4 Minahasa Utara dan SNT 13 Bolaang Mongondow pada Senin, 10 Agustus 2026, di halaman Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sulawesi Utara. Kegiatan yang berlangsung hingga 14 Agustus 2026 ini menjadi penanda dimulainya pola pendidikan baru yang ditujukan untuk meningkatkan prestasi sekaligus membentuk karakter peserta didik di daerah.
Peserta, rangkaian acara, dan kehadiran pejabat
Pembukaan MPLS diawali dengan upacara bendera, pengalungan tanda peserta, dan perkenalan tenaga pendamping. Turut hadir pada acara tersebut antara lain Asisten I Pemerintah Provinsi Sulut Denny Mangala, Wakil Bupati Bolaang Mongondow Dony Lumenta, Kepala BPMP Sulut Febry Dien, serta Kepala Dinas Pendidikan Daerah Sulut Jahja Paulus Rondonuwu.
| Agenda | Waktu |
|---|---|
| MPLS SNT 4 Minahasa Utara & SNT 13 Bolmong | 10–14 Agustus 2026 |
| Lokasi | Halaman BPMP Provinsi Sulut, Pineleng |
| Pembuka | Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda |
Pesan Kepala daerah: prestasi dan karakter
Bupati Joune Ganda menekankan bahwa kehadiran program SNT merupakan peluang berharga bagi peserta didik di daerah untuk mengembangkan potensi diri dan meraih prestasi. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya pemanfaatan kesempatan ini tidak semata demi prestasi akademik, tetapi juga untuk pembentukan karakter dan keterampilan praktis sebagai bekal masa depan.
“Ini merupakan suatu kebanggaan bagi kami karena telah diberikan kesempatan mendapatkan SNT. Ini merupakan kesempatan bagi anak-anak kita untuk mencapai prestasi setinggi-tingginya agar berguna bagi bangsa dan negara,”
Dukungan provinsi dan dorongan replikasi
Asisten I Pemprov Sulut, Denny Mangala, menyampaikan bahwa Gubernur Sulut memberikan dorongan penuh kepada pemerintah kabupaten/kota untuk mengikuti jejak Minahasa Utara dan Bolaang Mongondow dalam menyiapkan usulan SNT. Denny menyebut pola pendidikan ini sebagai langkah strategis untuk kemajuan pendidikan di wilayah Sulawesi Utara.
“Bapak Gubernur terus mendorong pemerintah kabupaten dan kota untuk mengikuti jejak Minahasa Utara dan Bolaang Mongondow agar Sulawesi Utara semua dapat SNT. Ini pola pendidikan yang luar biasa untuk kemajuan pendidikan Sulawesi Utara,”
Implikasi bagi pemerataan kualitas pendidikan
Penerapan SNT, bila diadopsi secara lebih luas, berpotensi memperkecil kesenjangan mutu antar daerah. Program yang mengintegrasikan pembelajaran akademik dan pengembangan keterampilan diharapkan memperkuat kesiapan siswa menghadapi tantangan pendidikan lanjutan dan dunia kerja. Namun, keberhasilan program bergantung pada beberapa faktor teknis dan administratif yang perlu diperhatikan oleh pemerintah daerah dan satuan pendidikan.
- Penyediaan tenaga pendamping berkualitas agar pembelajaran karakter dan keterampilan dapat dijalankan secara efektif.
- Ketersediaan sarana dan prasarana pendukung, termasuk ruang praktik dan alat pembelajaran.
- Koordinasi antarlembaga — dinas pendidikan, BPMP, dan pemerintah kabupaten/kota — untuk sinkronisasi kurikulum dan evaluasi.
Langkah ke depan dan rekomendasi
Sebagai program percontohan yang mendapat perhatian provinsi, SNT di Minahasa Utara dan Bolaang Mongondow dapat menjadi rujukan bagi kabupaten/kota lain. Agar capaian menjadi nyata, perlu langkah-langkah berikut:
- Meningkatkan pelatihan bagi pendamping MPLS sehingga kegiatan tidak hanya bersifat seremonial melainkan berorientasi pada hasil pembelajaran.
- Menetapkan indikator evaluasi yang jelas untuk mengukur perkembangan karakter, keterampilan, dan prestasi akademik peserta didik selama dan setelah masa SNT.
- Mendorong keterlibatan orang tua dan komunitas lokal untuk mendukung keberlanjutan pembelajaran di luar jam sekolah.
Penutup
Pembukaan MPLS SNT 4 Minahasa Utara dan SNT 13 Bolaang Mongondow menandai langkah awal penerapan pola pendidikan yang menggabungkan prestasi akademik dengan pembentukan karakter. Ke depan, efektivitas program ini sangat bergantung pada kesinambungan dukungan pemerintah daerah, kesiapan tenaga pendamping, serta ketersediaan fasilitas yang memadai. Jika dikelola dengan baik, SNT dapat menjadi model yang membantu mewujudkan generasi muda Sulawesi Utara yang unggul dan mandiri.