Jakarta — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini tsunami menyusul gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang berpusat di laut timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu dini hari. BMKG menyatakan potensi tsunami berlaku untuk wilayah Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Selatan.
Lokasi dan waktu kejadian
Gempa terjadi pada pukul 04.58 WIB dengan pusat gempa terdeteksi sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, pada koordinat 8,41 LS, 121,39 BT dan kedalaman gempa dilaporkan 10 kilometer. BMKG melakukan pemodelan dan menyimpulkan ada potensi gelombang tsunami di beberapa wilayah pesisir.
Perkiraan ketinggian gelombang dan waktu kedatangan
Dalam siaran langsung, BMKG menyebutkan adanya dua tingkat status ancaman:
- Status siaga: potensi gelombang setinggi 0,5 hingga 3 meter untuk sejumlah wilayah NTT dan Sulsel.
- Status waspada: potensi gelombang kurang dari 0,5 meter untuk bagian lain NTT, NTB, dan Sulsel.
"Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini berpotensi tsunami di wilayah Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat,"
BMKG juga memaparkan perkiraan waktu tiba gelombang tsunami di beberapa titik pesisir berdasarkan pemodelan gelombang:
| Wilayah | Perkiraan Waktu Tiba (WIB) | Keterangan |
|---|---|---|
| Manggarai bagian utara | 05.02 | Status siaga |
| Ngada bagian utara | 05.02 | Status siaga |
| Ende | 05.05 | Status siaga |
| Flores | 05.15 | Status siaga |
| Jeneponto (Sulsel) | 05.13 | Status siaga |
| Wajo (Sulsel) | 06.01 | Status waspada |
| Bima (NTB) | 05.12 | Status waspada |
| Dompu (NTB) | 05.19 | Status waspada |
| Flores Timur | 05.15 | Status waspada |
Dampak guncangan dan kemungkinan daerah terdampak
BMKG dan laporan awal menyebutkan intensitas getaran yang dirasakan beragam, dengan beberapa daerah di sekitar NTT dan NTB melaporkan tingkat MMI (Modified Mercalli Intensity) dari III hingga V. Sementara itu, di Sulawesi Selatan sejumlah kabupaten pesisir seperti Jeneponto dan Wajo termasuk dalam daftar wilayah yang berpotensi terkena gelombang tsunami menurut pemodelan BMKG.
Imbauan keselamatan
BMKG mengimbau masyarakat pesisir di provinsi yang disebutkan untuk segera menjauhi pantai dan bergerak menuju tempat yang lebih tinggi atau lokasi aman secara tertib. Selain itu, warga diminta tetap tenang, menghindari bangunan yang retak akibat guncangan, dan memantau informasi dari saluran resmi BMKG dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.
- Segera evakuasi dari garis pantai menuju lokasi yang lebih tinggi.
- Ikuti arahan BPBD dan petugas keselamatan setempat.
- Waspadai gempa susulan yang dapat terjadi setelah guncangan utama.
Sampai berita ini ditulis, BMKG terus memperbarui pemodelan dan peringatan dini berdasarkan data seismik terbaru. Warga di daerah pesisir Sulawesi Selatan diminta selalu mengikuti informasi resmi dan tidak terpancing oleh kabar yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
Peristiwa ini menegaskan kembali kerentanan wilayah pesisir di Indonesia terhadap gempa bawah laut dan tsunami. Koordinasi antara BMKG, BPBD, aparat pemerintah daerah dan masyarakat lokal menjadi kunci untuk mengurangi risiko korban jiwa dan kerusakan material.
Pelaporan lanjutan akan mengikuti seiring rilis resmi selanjutnya dari BMKG dan BPBD terkait perkembangan status ancaman dan hasil pemantauan lapangan.