Gubernur Jabar Kunjungi Lokasi Kebakaran di Cimuning
BEKASI — Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang kerap disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM), memantau langsung proses pencairan bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Barat bagi warga terdampak kebakaran Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, pada Sabtu, 12 September 2026.
Bantuan Tunai dan Sasaran Penerima
Berdasarkan penjelasan warga yang hadir, bantuan diberikan kepada korban dengan besaran berbeda sesuai kategori dampak. Seorang warga, Ningsih, menyatakan dirinya menerima bantuan sebesar Rp40.000.000 karena rumahnya rusak berat. Sementara itu, bantuan untuk korban yang mengalami luka atau anggota keluarga yang meninggal disebut sebesar Rp25.000.000.
"Kalo saya kan rumah yang terbakar, karena yang terbakar cukup berat, saya dapat Rp 40 juta dari sumbangan Pemprov nya, kalo yang meninggal dan luka-luka Rp 25 juta,"
Ningsih menjelaskan dana tersebut disalurkan melalui rekening yang dibuatkan oleh Bank BJB sehingga dapat diambil melalui mekanisme transfer. Ia menilai bantuan itu sangat berarti karena rumahnya hingga kini belum diperbaiki sejak peristiwa kebakaran.
Data Bangunan dan Proses Penyaluran
Dari data lapangan yang disampaikan dalam kunjungan tersebut, tercatat bahwa sebanyak 43 bangunan terdampak kebakaran, namun sampai saat kunjungan baru 18 bangunan yang menerima bantuan. Tercatat pula ada 14 kepala keluarga yang menerima bantuan berkisar antara Rp10.000.000 sampai Rp40.000.000, tergantung tingkat kerusakan.
| Parameter | Jumlah / Besaran |
|---|---|
| Bangunan terdampak | 43 |
| Bangunan yang sudah mendapat bantuan | 18 |
| Kepala keluarga penerima bantuan (beragam) | 14 KK (Rp10 juta–Rp40 juta) |
| Korban luka dan meninggal yang mendapat bantuan | 17 orang |
Usulan Bantuan untuk Pedagang dan Langkah Selanjutnya
Selain rumah tinggal, kebakaran juga merusak puluhan tempat usaha kecil. Dalam kunjungan tersebut dilaporkan ada sekitar 25 kios dan warung yang belum memperoleh bantuan dan rencananya akan diajukan kembali untuk mendapatkan bantuan lanjutan.
- Penyaluran dilakukan melalui rekening Bank BJB untuk memudahkan pengambilan dana;
- Besaran bantuan menyesuaikan tingkat kerusakan, dari Rp10 juta hingga Rp40 juta untuk kerusakan bangunan;
- Sisa bangunan dan tempat usaha yang belum menerima bantuan masih dalam proses pengusulan.
Kedatangan Gubernur disebut sebagai kunjungan kedua sejak peristiwa kebakaran. Masyarakat setempat berharap kehadiran pemerintahan provinsi dapat mempercepat proses pemulihan, terutama perbaikan hunian dan pemulihan mata pencaharian yang terdampak. Warga juga menyinggung belum adanya ganti rugi dari pihak SPBE sampai hampir enam bulan sejak kejadian.
Dengan pemantauan langsung oleh gubernur dan penyaluran bantuan tunai, langkah selanjutnya yang diperlukan menurut warga adalah percepatan verifikasi terhadap sisa bangunan dan usaha yang belum menerima bantuan, serta koordinasi lanjutan antar pemerintah daerah, provinsi, dan pihak terkait untuk mempercepat perbaikan tempat tinggal dan usaha yang rusak.
Pelaporan ini disusun berdasarkan keterangan warga dan pengamatan pada saat kunjungan Gubernur Jawa Barat di Kantor Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi.