Persiapan Terpusat di SKB Sewon
Pemerintah Kabupaten Bantul memulai masa karantina dan pembekalan bagi 72 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) sebagai persiapan menghadapi rangkaian upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia. Kegiatan pemusatan pelatihan ini dimulai sejak 17 Juli 2026 untuk apel perdana dan dilanjutkan dengan kegiatan asrama yang berlangsung sejak 9 Agustus sampai 18 Agustus 2026 di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Sewon.
Tujuan dan pengawasan pelatihan
Kepala Pelaksana Sementara Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Bantul, Yulius Suharta, menyampaikan bahwa pemusatan pelatihan dan pendidikan bertujuan menjaga kesiapan formasi serta keselamatan anggota Paskibraka. Pelatihan dilaksanakan dengan melibatkan pendamping dari unsur TNI dan Polri untuk memastikan standar teknis dan disiplin pelaksanaan upacara.
"Mulai tanggal 17 Juli itu kita laksanakan apel perdana untuk dilakukan pemusatan pelatihan dan pendidikan untuk kesiapan formasi daripada Paskibraka,"
Komposisi dan representasi
Jumlah peserta Paskibraka Kabupaten Bantul yang menjalani karantina berjumlah 72 orang, terdiri atas 40 anggota laki-laki dan 32 anggota perempuan. Dari jumlah tersebut terdapat beberapa wakil yang terpilih untuk mewakili tingkat lebih tinggi, yaitu:
- satu anggota terpilih mewakili DI Yogyakarta pada tingkat nasional;
- dua anggota terpilih mewakili Bantul pada tingkat provinsi.
Fasilitas asrama dan pembinaan
Selama masa karantina di asrama SKB Sewon, seluruh anggota diinapkan untuk memudahkan pengawasan dan meningkatkan keamanan serta keselamatan selama mengikuti rangkaian persiapan. Pemerintah daerah menyediakan kebutuhan dasar peserta, termasuk konsumsi, tempat tidur, dan fasilitas pendukung pelatihan.
| Aspek | Rincian |
|---|---|
| Durasi asrama | 9–18 Agustus 2026 |
| Jumlah peserta | 72 orang (40 laki-laki, 32 perempuan) |
| Fasilitas konsumsi | Makan tiga kali sehari dan kudapan dua kali sehari |
| Pendamping | Unsur TNI dan Polri |
Menurut penjelasan petugas, penyelenggaraan asrama tidak hanya memenuhi kebutuhan logistik tetapi juga menyediakan materi berupa pengarahan, pembinaan, dan motivasi untuk pembentukan sikap disiplin serta kemampuan teknis baris-berbaris yang diperlukan dalam tugas Paskibraka.
Makna lokal dan harapan
Bagi masyarakat Bantul, pelibatan pelajar dalam Paskibraka menjadi wujud partisipasi generasi muda dalam upacara kenegaraan sekaligus ajang pembentukan karakter. Upaya karantina ini dimaksudkan untuk meminimalkan risiko kesehatan dan gangguan keamanan menjelang hari-H, sehingga pelaksanaan pengibaran bendera pusaka dapat berlangsung lancar dan khidmat.
Pelaksanaan pembekalan yang terpusat di SKB Sewon juga menciptakan momentum pembelajaran disiplin dan kerja sama bagi peserta. Dengan pengawasan dari instansi keamanan serta dukungan logistik pemerintah daerah, penyelenggara berharap seluruh anggota Paskibraka siap secara mental, fisik, dan teknis untuk menjalankan tugasnya pada upacara peringatan HUT Ke-81 RI.
Sejumlah pihak di Kabupaten Bantul tetap memantau proses pembinaan hingga akhir masa karantina agar segala persiapan berjalan sesuai rencana dan demi keselamatan para peserta selama mengikuti rangkaian kegiatan.