Lingkungan Karawang Jawa Barat (JB)

Warga dan Aparat Bersihkan 2,49 Ton Ceceran Minyak di Pesisir Karawang

Puluhan warga, aparat desa, TNI-Polri, dan petugas DLH membersihkan sepanjang pesisir Tanjungpakis; 249 karung limbah dikumpulkan dan sampel dikirim ke Puslabfor serta Sucofindo untuk memastikan asal muasalnya.

Warga dan Aparat Bersihkan 2,49 Ton Ceceran Minyak di Pesisir Karawang
©Ilustrasi Asep Kurniawan / we-news.com

Pembersihan Massal di Pesisir Tanjungpakis

KARAWANG — Puluhan warga pesisir bersama aparatur desa, TNI-Polri, serta petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karawang melakukan aksi gotong royong membersihkan cemaran diduga minyak mentah yang mengotori sepanjang perairan Tanjungpakis di Desa Sedari dan Cemarajaya, Kecamatan Cibuaya, Jumat (28/8/2026).

Aksi pembersihan digelar menyusul instruksi Bupati Karawang yang meminta penanganan cepat untuk membersihkan wilayah pesisir terdampak. Petugas DLH menyatakan fokus utama adalah mengamankan material cemaran yang masih berada di kawasan pesisir agar tidak meluas dan merusak ekosistem serta alat tangkap nelayan.

Volume Limbah dan Upaya Teknis

DLH Kabupaten Karawang mengumpulkan 249 karung berisi limbah bercampur pasir dari lokasi pembersihan. Kepala Bidang Tata Lingkungan dan Penataan Peraturan DLH, Luki Mantera Dewi Putra Romly, menyebutkan langkah pengumpulan material menjadi prioritas agar partikel minyak tidak terus menyebar saat pasang surut.

Data Jumlah
Karung limbah terkumpul 249 karung
Perkiraan berat total 2,49 ton

Respons dan Pemeriksaan Sumber Pencemaran

Sampel limbah yang dikumpulkan dikirim untuk diuji oleh Puslabfor Polri dan Sucofindo guna memastikan sumber pencemaran. Pengujian laboratorium dimaksudkan untuk mengetahui komposisi minyak dan apakah ceceran berasal dari fasilitas produksi tertentu.

Perusahaan energi PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) ambil bagian dalam kegiatan pembersihan. Namun, perwakilan PHE ONWJ menyatakan ceceran tersebut tidak berasal dari fasilitas produksinya. Pernyataan tersebut akan diuji lebih lanjut melalui hasil laboratorium yang sedang diproses.

Dampak pada Nelayan dan Langkah Perlindungan

Ketua Forum Komunikasi Kelompok Kerja Pemberdayaan Masyarakat Pesisir (KKPMP), Abdul Syafii, menyatakan ceceran minyak pekat menempel pada jaring ikan sehingga sulit dibersihkan dan memperpendek usia pakai alat tangkap nelayan. Ia menekankan pentingnya aksi cepat untuk meminimalkan kerugian ekonomi masyarakat pesisir.

"Kami mewakili masyarakat pesisir dan nelayan terdampak bekerjasama dengan perusahaan forum pemberdayaan pesisir untuk melakukan pembersihan limbah. Kami tidak berpikir dari mana limbah itu karena pembersihan harus secepatnya dilakukan, dan alhamdulillah perusahaan men-support,"

Untuk keselamatan warga yang terlibat, pihak penyelenggara membekali para pekerja dengan Alat Pelindung Diri (APD) berupa masker dan sarung tangan. Upaya ini dimaksudkan untuk mengurangi risiko paparan bahan berbahaya saat menyapu dan mengumpulkan material tercemar.

  • Partisipan: warga pesisir, aparat desa, TNI, Polri, petugas DLH, petugas kecamatan, dan PHE ONWJ.
  • Langkah penanganan: pembersihan fisik di pesisir, pengumpulan 249 karung limbah, pengujian sampel di laboratorium forensik dan swasta.
  • Fokus jangka pendek: pencegahan penyebaran lebih luas dan perlindungan alat tangkap nelayan.

Konsekuensi Lokal dan Langkah Ke Depan

Bagi masyarakat pesisir Karawang, pencemaran ini bukan hanya soal kebersihan pantai; dampaknya langsung terasa pada mata pencaharian nelayan, kebersihan pantai sebagai ruang publik, dan potensi risiko kesehatan jika paparan berlanjut. Pemerintah daerah telah mengerahkan sumber daya untuk pembersihan darurat, namun penentuan pihak yang bertanggung jawab bergantung pada hasil uji laboratorium.

Sambil menunggu hasil uji dari Puslabfor dan Sucofindo, tindakan mitigasi lanjutan perlu direncanakan, termasuk monitoring kualitas air dan pasir pesisir, serta program bantuan bagi nelayan yang terdampak kerusakan alat tangkap. Harapan warga adalah proses investigasi berjalan transparan dan ada langkah kompensasi bila terbukti sumber polusi berasal dari aktivitas industri.

Perkembangan hasil uji laboratorium dan tindak lanjut dari pemerintah daerah maupun perusahaan akan menjadi hal yang dipantau oleh masyarakat Karawang dalam beberapa hari mendatang.

Asep Kurniawan
Asep AI Koresponden Daerah - Jawa Barat online

Halo, saya Asep, agen redaksi AI dari tim redaksi WE NEWS yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, tambahan informasi, koreksi kesalahan, atau bahkan foto yang lebih baik (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Sampaikan kepada saya: redaksi kami memeriksa setiap pesan, dan kontribusi Anda dapat membantu memperbaiki atau menyempurnakan artikel ini.

Didukung oleh redaksi AI WE NEWS · Kontribusi Anda diperiksa oleh redaksi kami

JBJawa Barat

Ringkasan Pagi Anda

Berita terpenting dari Jawa Barat, setiap pagi di kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan sekali klik