WALI KOTA Sibolga, Akhmad Syukri Nazry Penarik, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pada Selasa, 11 Agustus 2026. Kunjungan tanpa pemberitahuan ini dimaksudkan untuk mengecek langsung kualitas pelayanan publik, kondisi lingkungan kerja, serta kesiapan renovasi ruang-ruang pelayanan.
Tujuan sidak dan lokasi yang ditinjau
Dalam sidak tersebut, Wali Kota didampingi oleh Sekretaris Daerah Kota Sibolga, Drs. Herman Suwito, M.M. Beberapa lokasi yang menjadi sasaran tinjauan antara lain:
- Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) — ruang pelayanan administrasi kependudukan;
- Kantor Lurah Pasar Belakang — layanan publik dan ruang kerja lurah;
- Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Sibolga — ruang layanan dan kearsipan.
| OPD | Sasaran Sidak |
|---|---|
| Disdukcapil | Ruang pelayanan administrasi kependudukan |
| Kantor Lurah Pasar Belakang | Pelayanan masyarakat dan kondisi ruang kerja |
| Dinas Perpustakaan dan Kearsipan | Kondisi fisik ruangan dan perencanaan renovasi |
Temuan dan penekanan Wali Kota
Kehadiran Wali Kota di setiap ruangan mengejutkan beberapa aparatur yang sedang bertugas. Namun, momentum itu dimanfaatkan untuk berdialog langsung, menerima masukan, serta memberi arahan agar layanan kepada warga berjalan lebih baik. Di sela peninjauan, Wali Kota menekankan pentingnya penataan dan kebersihan ruang kerja sebagai bagian dari budaya kerja yang profesional.
"Yang seperti ini harus dibenahi. Kita ingin seluruh area kantor dalam keadaan bersih dan tertata,"
Pernyataan tersebut menggarisbawahi perhatian pemerintah kota pada kondisi fisik fasilitas yang akan direnovasi dan pemanfaatan fasilitas agar mendukung kenyamanan masyarakat dan produktivitas aparatur. Wali Kota juga menyampaikan bahwa sidak merupakan bentuk pengawasan langsung yang rutin dilakukan untuk memastikan kondisi riil di lapangan.
Implikasi untuk pelayanan publik
Langkah sidak dinilai penting oleh Wali Kota untuk beberapa tujuan praktis: memastikan kualitas pelayanan, mendorong disiplin aparatur, mencegah praktik pungutan liar (pungli), serta menciptakan lingkungan kerja yang bersih. Pemeriksaan langsung ke ruang pelayanan administrasi kependudukan menjadi penegasan bahwa urusan kependudukan yang menyangkut hak warga harus dilayani cepat, transparan, dan tanpa hambatan administratif yang tidak perlu.
Inspeksi seperti ini berpotensi mendorong perbaikan prosedur kerja dan penataan ruang yang berdampak langsung ke masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan layanan kependudukan, perizinan, atau layanan kelurahan. Bagi pegawai, sidak juga berfungsi sebagai pengingat bahwa pelayanan publik adalah prioritas utama dan pengawasan dapat terjadi kapan saja.
Pesan Wali Kota dan langkah selanjutnya
Wali Kota meminta setiap perangkat daerah menyusun rencana penataan dan renovasi secara matang. Perencanaan yang baik diperlukan agar anggaran dan waktu penggunaan fasilitas pemerintah dapat dimanfaatkan secara maksimal. Selain itu, kebersihan halaman dan ruang kerja harus dijaga terus sebagai bagian dari budaya kerja profesional yang diharapkan dapat menular ke pelayanan di lapangan.
Sekretaris Daerah yang mendampingi Wali Kota turut mencatat masukan dari lapangan untuk ditindaklanjuti. Pemerintah kota diperkirakan akan menyiapkan langkah-langkah administratif dan teknis untuk merespons temuan sidak, meskipun detail program perbaikan belum diungkapkan secara rinci pada saat peninjauan.
Bagi warga Sibolga, sidak ini memberi sinyal bahwa pemerintah kota menjaga komitmen pada peningkatan kualitas pelayanan. Namun, efektivitas langkah tersebut akan bergantung pada konsistensi tindak lanjut, penganggaran renovasi, dan perubahan praktik kerja di tingkat OPD dan kelurahan.
Saya melaporkan dari Sibolga untuk WE NEWS, dengan perhatian bahwa pemerintahan yang rapi bukan hanya urusan tata ruang, tetapi juga soal integritas dan pelayanan nyata kepada masyarakat.