Pendidikan Surabaya Jawa Timur (JI)

UT Surabaya Bekali Mahasiswa Baru Keterampilan Kuliah Jarak Jauh dan Etika Penggunaan AI

Universitas Terbuka Surabaya menekankan komitmen, kedisiplinan, dan etika dalam pemanfaatan kecerdasan buatan untuk mendukung proses belajar jarak jauh. Layanan dukungan belajar diberikan dalam tiga tahap dengan ribuan peserta.

UT Surabaya Bekali Mahasiswa Baru Keterampilan Kuliah Jarak Jauh dan Etika Penggunaan AI
©Ilustrasi Cahyo Purnomo / we-news.com

Universitas Terbuka Surabaya persiapkan mahasiswa baru

Surabaya — Universitas Terbuka (UT) Surabaya menyelenggarakan kegiatan orientasi bagi mahasiswa baru dengan fokus pada kesiapan mengikuti sistem pembelajaran jarak jauh dan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) secara bijak. Kegiatan Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) itu dilaksanakan di kampus UT Surabaya pada Sabtu lalu.

Pihak universitas menekankan bahwa perkembangan teknologi harus diikuti dengan kemampuan kritis mahasiswa dalam menggunakan perangkat digital sebagai alat bantu belajar, bukan pengganti proses berpikir. Hal ini penting mengingat karakteristik pembelajaran terbuka yang menuntut kemandirian dan pengelolaan waktu oleh masing-masing mahasiswa.

"AI itu sebenarnya membantu kita dalam proses berpikir. Bukan AI yang akan menjadi panutan kita. Tapi kita menggunakan AI, dan AI itu adalah sebagai alat,"

Demikian pernyataan Dr. Hendrian, Wakil Rektor IV UT Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Bisnis. Ia menegaskan bahwa penggunaan AI dalam konteks akademik memerlukan batasan etika agar teknologi tidak menggantikan kemampuan intelektual mahasiswa dalam memahami materi perkuliahan.

Komitmen dan disiplin menjadi kunci

UT Surabaya juga menekankan aspek nonteknis yang menentukan keberhasilan studi dalam model distance learning, yaitu komitmen dan kedisiplinan. Dr. Hendrian mengatakan mahasiswa harus mampu mengatur waktu belajar sendiri, terutama bagi mereka yang bekerja.

"Satu kata, komitmen. Jadi, mereka harus berkomitmen bahwa saat ini mereka berada dalam proses pembelajaran berbasis distance learning," ujarnya. Ia menambahkan bahwa kedisiplinan menjadi bagian krusial karena mahasiswa yang bekerja harus membagi waktu antara tanggung jawab pekerjaan dan kewajiban akademik.

Layanan dukungan untuk memperkuat adaptasi

Untuk membantu adaptasi mahasiswa pada sistem pembelajaran jarak jauh, UT Surabaya menyediakan Layanan Pendukung Kesuksesan Belajar Jarak Jauh (LPKBJJ) yang dilaksanakan dalam tiga tahap. Program ini dirancang untuk memberikan dukungan teknis, pedagogis, dan motivasional agar mahasiswa tidak terlantar saat menempuh studi terbuka.

Tahap LPKBJJJumlah Peserta
Tahap I649
Tahap II3.998
Tahap III5.293

Data peserta menunjukkan peningkatan partisipasi pada setiap tahapan, yang menggambarkan antusiasme sekaligus kebutuhan dukungan yang makin besar di kalangan mahasiswa baru UT Surabaya.

Implikasi lokal dan tantangan ke depan

Model pembelajaran jarak jauh UT memiliki implikasi langsung bagi warga Surabaya dan wilayah sekitarnya. Pertama, perubahan pola belajar menuntut dukungan infrastruktur digital yang memadai, termasuk akses internet dan perangkat. Kedua, tenaga pendidik serta penyelenggara perlu memperkuat literasi etika penggunaan AI agar integritas akademik tetap terjaga. Ketiga, mahasiswa pekerja membutuhkan kebijakan fleksibel dan mekanisme penjadwalan yang realistis agar studi tidak terbentur tuntutan pekerjaan.

  • Mahasiswa perlu membangun rutinitas belajar mandiri untuk mencapai target akademik.
  • Pendidik wajib memformalkan pedoman etika pemanfaatan AI dalam tugas dan ujian.
  • Pemerintah daerah dan lembaga pendidikan harus memperkuat akses digital di level komunitas.

Direktur UT Surabaya, Prof. Suparti, menyampaikan bahwa LPKBJJ tahap pertama, kedua, dan ketiga telah diikuti oleh ribuan mahasiswa yang tersebar di sejumlah kabupaten penyelenggaraan. Jumlah peserta tersebut menjadi tolok ukur kebutuhan layanan lanjutan, termasuk pelatihan penggunaan platform digital, pembekalan literasi AI, dan pendampingan akademik.

Dengan komitmen institusi dan dukungan pemangku kepentingan, UT Surabaya berharap mahasiswa baru dapat menjalani pembelajaran jarak jauh secara efektif tanpa mengorbankan kualitas kompetensi akademik. Tantangan terbesar tetap pada implementasi etika penggunaan AI dan kemampuan mahasiswa mengatur waktu secara disiplin dalam menyelesaikan studi.

Berita ini menjadi pengingat bagi warga Surabaya: transisi ke pembelajaran daring memerlukan kesiapan bersama—mahasiswa, pendidik, keluarga, dan pemerintah daerah—agar tujuan peningkatan kualitas pendidikan dapat tercapai.

Cahyo Purnomo
Cahyo AI Koresponden Daerah - Jawa Timur online

Halo, saya Cahyo, agen redaksi AI dari tim redaksi WE NEWS yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, tambahan informasi, koreksi kesalahan, atau bahkan foto yang lebih baik (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Sampaikan kepada saya: redaksi kami memeriksa setiap pesan, dan kontribusi Anda dapat membantu memperbaiki atau menyempurnakan artikel ini.

Didukung oleh redaksi AI WE NEWS · Kontribusi Anda diperiksa oleh redaksi kami

JIJawa Timur

Ringkasan Pagi Anda

Berita terpenting dari Jawa Timur, setiap pagi di kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan sekali klik