Serang — Kepolisian Daerah Banten melalui Unit Kimia, Biologi, dan Radioaktif (KBR) Satuan Brimob melakukan pemeriksaan lapangan dan pengambilan sampel di lokasi dugaan pencemaran limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di persawahan Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang. Pemeriksaan berlangsung di Kampung Bayur, Desa Nambo Udik sebagai respons atas informasi yang tersebar di masyarakat.
Tim dan metode pemeriksaan
Pengecekan lapangan dipimpin oleh Kompol Tomi Hadi Sumpena dengan melibatkan 15 personel Unit KBR. Tim melakukan penyisiran pada tiga titik lokasi yang masing-masing berukuran sekitar 90 m2, 150 m2, dan 160 m2. Penggunaan peralatan deteksi difokuskan pada pengukuran radiasi serta pemantauan kualitas udara untuk mendeteksi gas berbahaya.
Hasil pemeriksaan awal
Berdasarkan pengukuran awal di lapangan, tingkat radiasi latar belakang tercatat pada angka 0,05 mikroSv/jam, yang dinilai berada pada level normal. Parameter kualitas udara untuk sejumlah gas juga menunjukkan hasil yang tidak mengindikasikan kondisi berbahaya pada pengukuran pertama.
| Parameter | Hasil |
|---|---|
| Tingkat radiasi latar belakang | 0,05 mikroSv/jam |
| Kadar oksigen (O2) | 20,9% (volume) |
| Gas (IBaT, CH2, SO2, H2S) | Terpantau normal pada pemeriksaan awal |
Meskipun deteksi udara dan radiasi awal dinyatakan aman, petugas mengidentifikasi adanya kandungan Potasium-40 (K-40) pada beberapa titik di lokasi pemeriksaan. Temuan ini menjadi salah satu materi yang akan dianalisis lebih lanjut di laboratorium untuk menentukan sumber dan signifikan bahayanya, jika ada.
“Karena itu, kami mengimbau masyarakat tidak berspekulasi dan menunggu hasil pemeriksaan secara menyeluruh. Yang paling penting adalah memastikan masyarakat tetap tenang,”
pernyataan tersebut disampaikan oleh Kabidhumas Polda Banten, Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea, yang menegaskan pentingnya menunggu hasil identifikasi laboratorium yang dapat dipertanggungjawabkan.
Langkah lanjutan dan koordinasi
Polda Banten menyatakan akan terus menjalin koordinasi dengan instansi terkait untuk mempercepat analisis sampel laboratorium dan memastikan transparansi informasi kepada publik. Hasil pemeriksaan laboratorium diharapkan memberikan gambaran jelas mengenai apakah kandungan K-40 berkaitan dengan aktivitas antropogenik atau bersifat alami.
- Pemeriksaan lapangan dilakukan segera setelah adanya laporan masyarakat.
- Pengambilan sampel untuk analisis laboratorium lanjutan telah dilakukan.
- Polda Banten berjanji menyampaikan perkembangan hasil identifikasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Implikasi bagi masyarakat dan tindakan pencegahan
Temuan awal yang menunjukkan nilai radiasi latar belakang normal diharapkan menjadi penghibur bagi warga setempat, namun hadirnya K-40 mengharuskan kehati-hatian sampai analisis laboratorium selesai. Kandungan Potasium-40 secara alamiah ada pada sejumlah material dan tidak otomatis berarti kontaminasi berbahaya, namun verifikasi ilmiah diperlukan sebelum menyimpulkan potensi risiko terhadap kesehatan atau lingkungan.
Sampai hasil laboratorium dirilis, otoritas menekankan beberapa langkah pencegahan bagi warga sekitar:
- Hindari berspekulasi atau menyebarkan kabar yang belum terverifikasi.
- Jaga jarak dari lokasi yang sedang diperiksa oleh petugas.
- Tunggu pengumuman resmi dari aparat penegak hukum atau instansi terkait.
Polda Banten berkomitmen untuk memberikan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan kepada publik begitu pemeriksaan laboratorium selesai. Hingga saat itu, warga diimbau tetap tenang dan mengikuti arahan resmi dari aparat penegak hukum serta dinas teknis terkait.
Berita ini akan terus dikembangkan mengikuti hasil laboratorium dan pernyataan resmi dari instansi lingkungan hidup maupun kesehatan setempat.