Penangkapan dan barang bukti
Polres Metro Tangerang Kota mengamankan dua orang yang diduga melakukan peredaran obat keras ilegal tanpa izin edar di wilayah Kota Tangerang. Penangkapan dilakukan pada Kamis, 17 September 2026 setelah laporan dari masyarakat memicu penyelidikan kepolisian.
Dalam konferensi pers, Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Herbin Garbawiyata J. Sianipar, menyatakan bahwa petugas berhasil menyita total 1.623 butir obat dari berbagai jenis serta uang tunai senilai Rp 3,36 juta yang diduga hasil penjualan.
"Polisi mengamankan dua orang dan menyita 1.623 butir obat dari berbagai jenis,"
Detil lokasi pengungkapan dan jenis barang bukti
Berdasarkan keterangan kepolisian, pengungkapan berawal dari informasi masyarakat yang kemudian ditindaklanjuti oleh petugas. Setelah penyelidikan awal, polisi bergerak ke lokasi dan menangkap kedua pelaku di kawasan yang menjadi jalur distribusi.
- Lokasi awal laporan: Kecamatan Benda, Kota Tangerang.
- Lokasi penangkapan lanjutan: Jalan Raya Dadap, Kelurahan Kamal, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat (hasil pengembangan).
- Waktu penangkapan: Kamis, 17 September 2026.
Jenis obat yang disita antara lain tramadol, hexymer, serta alprazolam, bersama barang bukti lain yang masih dalam proses inventarisasi untuk keperluan penyidikan.
| Barang Bukti | Keterangan |
|---|---|
| Jumlah total butir | 1.623 butir |
| Jenis obat | Tramadol, Hexymer, Alprazolam, dan lain-lain |
| Uang tunai | Rp 3,36 juta (diduga hasil penjualan) |
Tersangka dan proses hukum
Kedua orang yang diamankan langsung dibawa ke kantor polisi untuk pemeriksaan lebih lanjut dan proses penyidikan. Polres Metro Tangerang Kota telah menetapkan kedua pelaku sebagai tersangka.
Kasus ini dilaporkan disangkakan sesuai peraturan di bidang kesehatan, yakni Pasal 435 dan/atau Pasal 436 ayat (2) UU RI Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Penetapan pasal tersebut menunjukkan fokus penyidikan pada peredaran obat yang berpotensi membahayakan kesehatan dan beredar tanpa izin edar yang sah.
Upaya pemberantasan dan imbauan polisi
Kapolres menegaskan operasi pemberantasan peredaran obat keras menjadi bagian dari program berkelanjutan. Menurutnya, melalui operasi bernama Operasi Nila, aparat kepolisian terus memperkuat upaya penindakan terhadap peredaran narkotika serta obat-obatan yang berpotensi disalahgunakan.
"Melalui Operasi Nila, kami terus memperkuat upaya pemberantasan peredaran narkotika maupun obat-obatan yang berpotensi disalahgunakan,"
Polisi juga mengimbau warga untuk segera melapor apabila mengetahui adanya peredaran obat-obatan terlarang di lingkungan masing-masing. Pelaporan dini dari masyarakat menjadi kunci bagi aparat untuk menindak cepat dan mencegah dampak buruk bagi generasi muda.
Implikasi lokal
Penangkapan ini menyoroti isu penyalahgunaan obat keras yang dapat berdampak pada kesehatan dan ketertiban masyarakat di Kota Tangerang. Selain aspek hukum, temuan barang bukti berupa obat-obatan terlarang menimbulkan keprihatinan terhadap kebutuhan pengawasan dan edukasi soal penggunaan obat yang benar.
Langkah polisi mengungkap jaringan distribusi lintas wilayah—dengan pengembangan hingga kawasan Jakarta Barat—menunjukkan pola peredaran yang tidak terbatas pada satu kota. Untuk itu, koordinasi antarwilayah dan penegakan hukum yang konsisten dinilai penting untuk menghentikan rantai distribusi tersebut.
Kasus akan terus diproses oleh penyidik Polres Metro Tangerang Kota sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Masyarakat diimbau tetap waspada dan melaporkan aktivitas mencurigakan terkait peredaran obat keras kepada aparat kepolisian setempat.
Laporan ini disusun berdasarkan keterangan resmi Polres Metro Tangerang Kota.