Langkah kolaboratif menjaga keberlanjutan pendidikan
KENDARI — Pelita Harapan Group (PHG) bersama Sinode Gereja Protestan di Sulawesi Tenggara (GEPSULTRA) resmi memulai transformasi terhadap lembaga pendidikan yang selama ini dikenal sebagai Sekolah Kristen Oikumene di Kendari. Perubahan ini diluncurkan secara resmi pada Sabtu, 17 Oktober, dan menandai pembentukan Sekolah Lentera Harapan (SLH) Oikumene Kendari sebagai wujud upaya bersama menjaga keberlanjutan pelayanan pendidikan serta meningkatkan mutu pembelajaran bagi generasi muda Sulawesi Tenggara.
Latar belakang dan tujuan transformasi
Menurut keterangan resmi yang disampaikan saat grand launching, transformasi ini dilatarbelakangi oleh tantangan keberlanjutan yang dihadapi oleh sekolah Kristen tersebut. Inisiatif kolaborasi antara PHG dan GEPSULTRA diarahkan untuk menata ulang pengelolaan sekolah, memperbaiki mekanisme pembelajaran, serta membangun kembali kepercayaan publik terhadap masa depan institusi pendidikan tersebut tanpa menghapus sejarah panjang pelayanan yang telah dilakukan oleh gereja dan komunitas pendidikan setempat.
"Bagi saya, hari ini bukan sekadar tentang hadirnya sebuah sekolah baru. Ini tentang sebuah keyakinan bahwa setiap anak memiliki masa depan yang layak diperjuangkan,"
Perkataan tersebut disampaikan oleh Dr. Stephanie Riady, Presiden Pelita Harapan Group, dalam sambutannya pada acara peluncuran. Pernyataan itu menegaskan bahwa transformasi dimaknai bukan sekadar perubahan nama atau pengelolaan, melainkan komitmen bersama untuk memastikan akses pendidikan bermutu.
Rencana operasional dan jenjang pendidikan
Manajemen SLH Oikumene Kendari merencanakan pembukaan tahun ajaran perdana pada 2027/2028. Sekolah akan menyelenggarakan jenjang pendidikan dari Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Keputusan ini diposisikan sebagai upaya memastikan kesinambungan layanan dari tingkat bawah hingga menengah atas.
| Aspek | Rencana/Status |
|---|---|
| Nama institusi | Sekolah Lentera Harapan (SLH) Oikumene Kendari |
| Pengelola | Pelita Harapan Group bersama GEPSULTRA |
| Tahun ajaran awal | 2027/2028 |
| Jenjang | TK, SD, SMP, SMA |
Peran pemerintah daerah dan harapan masyarakat
Peluncuran transformasi mendapat perhatian melalui keterlibatan perwakilan pemerintah daerah yang hadir pada acara tersebut. Kehadiran unsur pemerintah menandakan adanya ruang partisipasi pemerintah dalam proses transisi pengelolaan sekolah, baik dari sisi regulasi maupun dukungan yang diperlukan untuk pelaksanaan pendidikan berkualitas.
- Keberlanjutan layanan: Langkah ini ditujukan untuk menjaga agar institusi pendidikan yang telah lama melayani masyarakat tetap beroperasi dan berkembang.
- Peningkatan kualitas: Dukungan pengalaman dan sistem pendidikan dari PHG diharapkan meningkatkan mutu pembelajaran.
- Pengakuan sejarah: Transformasi digambarkan sebagai kelanjutan pengabdian gereja, bukan penghapusan sejarah pelayanan sebelumnya.
Implikasi lokal dan tantangan ke depan
Bagi warga Kendari dan masyarakat Sulawesi Tenggara, transformasi ini berpotensi membuka alternatif pendidikan yang memadukan tradisi pelayanan gereja dengan kurikulum dan sistem pengelolaan yang dibawa oleh PHG. Namun, keberhasilan upaya ini bergantung pada beberapa faktor yang harus dikelola bersama oleh pemangku kepentingan, antara lain pengelolaan sumber daya manusia pendidik, penyesuaian kurikulum terhadap kebutuhan lokal, serta keterjangkauan layanan bagi keluarga di wilayah tersebut.
Proses transisi yang transparan dan partisipatif akan menjadi kunci untuk mempertahankan kepercayaan masyarakat, sekaligus memastikan bahwa manfaat peningkatan mutu pendidikan dapat dirasakan luas oleh anak-anak di Kendari dan sekitarnya.