Kunjungan Ketua TP-PKK Kota Tanjungbalai, Ny. Mashandayani Mahyaruddin, ke Rumah Baca Ibu dan Anak (Rumbia) di Kelurahan Pantai Burung, Kecamatan Tanjungbalai Selatan, Rabu, 12 Agustus 2026, menegaskan tekad organisasi kemasyarakatan tersebut untuk memperkuat pola asuh anak di era digital.
Kunjungan dan tujuan evaluasi
Kegiatan tersebut dilakukan bersamaan dengan evaluasi TP-PKK Provinsi Sumatera Utara atas Program Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital (PAAREDI). Ny. Mashandayani hadir didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (PPPA dan PM), Irma Suryani, untuk meninjau langsung aktivitas Rumbia yang menjadi salah satu perhatian dalam evaluasi provinsi.
Arah kebijakan: rutin dan berkelanjutan
Dalam kesempatan itu, Ny. Mashandayani menegaskan agar Rumbia tidak hanya aktif ketika ada evaluasi, melainkan dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan di seluruh kelurahan. Menurutnya, keberlanjutan program akan memberi manfaat ganda: mendorong minat baca anak serta mengurangi ketergantungan terhadap gadget.
"Jangan hanya ada ketika evaluasi saja, tetapi kegiatan Rumbia ini harus berkelanjutan. Ini dapat membantu anak-anak agar tidak terlalu sering bermain gadget secara berlebihan. Di Rumbia, anak dan orang tua juga bisa lebih dekat,"
Fungsi Rumbia bagi keluarga
Rumbia dirancang sebagai wadah bagi ibu dan anak untuk melakukan kegiatan positif seperti membaca dan bermain bersama setelah anak pulang sekolah. Selain kegiatan baca bersama, Rumbia juga menjadi ruang untuk mempererat hubungan antara anak dan orang tua—sebuah aspek yang ditekankan Ny. Mashandayani sebagai unsur penting dalam pembentukan karakter anak.
- Mendorong minat baca bagi anak-anak.
- Mengurangi penggunaan gadget berlebihan di kalangan anak.
- Mempererat kedekatan orang tua-anak melalui kegiatan bersama.
Peran ibu sebagai pendidik pertama
Dalam pernyataannya, Ny. Mashandayani menekankan bahwa ibu merupakan "guru pertama" bagi anak. Ia menyoroti pentingnya keteladanan dan pola asuh yang diberikan di lingkungan keluarga karena akan sangat mempengaruhi perkembangan anak. Pernyataan ini selaras dengan tujuan PAAREDI yang mengarah pada pembentukan pola asuh yang adaptif terhadap tantangan digital.
| Aspek | Detail |
|---|---|
| Tanggal kunjungan | 12 Agustus 2026 |
| Lokasi | Rumah Baca Ibu dan Anak (Rumbia), Kel. Pantai Burung |
| Tokoh hadir | Ny. Mashandayani Mahyaruddin; Irma Suryani (Kadis PPPA dan PM) |
| Program terkait | PAAREDI (Program Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital) |
Kunjungan ini memberi sinyal bahwa upaya menanggulangi pengaruh negatif penggunaan gadget pada anak tidak lagi sekadar wacana. Dengan dukungan TP-PKK dan dinas terkait, Rumbia diharapkan menjadi bagian dari strategi lokal untuk meningkatkan kualitas pengasuhan dan pendidikan nonformal.
Sementara itu, pelaksanaan Rumbia sebagai kegiatan setelah sekolah membuka peluang kolaborasi antar stakeholder kelurahan—mulai dari kader TP-PKK, guru, hingga orang tua—untuk menyusun program yang menarik dan berkelanjutan. Keberhasilan program sangat bergantung pada konsistensi pelaksanaan dan keterlibatan aktif keluarga.
Untuk warga Tanjungbalai, pesan yang jelas dari kunjungan ini: program pembinaan anak tidak boleh bersifat episodik. Pendampingan, keteladanan orang tua, dan penyediaan ruang positif seperti Rumbia harus menjadi kebiasaan jika kita ingin melihat generasi muda tumbuh sehat secara sosial dan intelektual di tengah arus digitalisasi.
Saya laporkan dari Tanjungbalai untuk WE NEWS.