Kejuaraan Nasional di Tomohon
Tomohon menjadi tuan rumah Kejuaraan Taekwondo Walikota Tomohon Cup Series II yang berlangsung pada 29–30 Agustus 2026 di GOR Babe Palar. Kejuaraan resmi dibuka Wakil Wali Kota Tomohon Sendy Gladys Adolfina Rumajar, SE, M.I.Kom pada Sabtu, 29 Agustus 2026, dengan penyelenggaraan yang dikoordinir oleh Garuda Muda ’95.
Skala dan peserta
Turnamen ini mempertemukan 468 atlet Taekwondo dari 27 klub yang datang dari berbagai daerah, antara lain Ambon (Provinsi Maluku), Bitung, Kotamobagu, Minahasa, Minahasa Tenggara (Mitra), Minut, Manado, dan Kota Tomohon. Penyelenggaraan didukung oleh 20 wasit profesional untuk memastikan jalannya pertandingan secara adil dan kompetitif.
| Data | Angka |
|---|---|
| Jumlah atlet | 468 |
| Jumlah klub | 27 |
| Jumlah wasit | 20 |
| Tempat | GOR Babe Palar, Tomohon |
| Tanggal | 29–30 Agustus 2026 |
Tokoh dan organisasi yang hadir
Seremoni pembukaan dihadiri beberapa pejabat dan tokoh olahraga, antara lain Ketua Taekwondo Indonesia Sulawesi Utara Amelia Tungka, Iptu Stanny Elias SE mewakili Kapolres, Plt. Kadispora Sonny Saruan, M.Pd, perwakilan KONI Ambon, serta pihak sponsor. Hadirnya tokoh-tokoh tersebut menegaskan dukungan institusional terhadap pembinaan cabang olahraga Taekwondo di Sulawesi Utara dan sekitarnya.
Pesan pembinaan dan mental juara
Dalam sambutan yang dibacakan Wawali Sendy Rumajar mewakili Wali Kota Tomohon, disampaikan bahwa ajang ini bukan hanya soal kekuatan fisik dan teknik, tetapi juga pembentukan karakter atlet. Menurutnya, Taekwondo mengajarkan disiplin, kerja keras, ketekunan, keberanian, kerendahan hati, dan semangat pantang menyerah—nilai yang penting bagi generasi muda.
"Jangan pernah takut untuk bertanding, jangan takut untuk menghadapi lawan, jangan takut kalah. Yang harus ditakutkan adalah ketika kalian berhenti berlatih, berhenti berjuang, dan berhenti percaya kepada kemampuan diri sendiri,"
Wawali Sendy mengingatkan bahwa setiap pertandingan harus dimanfaatkan sebagai proses pembelajaran: kemenangan untuk disyukuri dan kekalahan menjadi bahan evaluasi guna meningkatkan kemampuan.
Implikasi bagi pembinaan daerah
Sebagai kompetisi regional berskala nasional kecil, turnamen ini berperan ganda: menjadi arena uji kemampuan atlet sekaligus wadah identifikasi potensi dan kelemahan teknik. Kehadiran peserta dari lintas daerah juga membuka peluang pertukaran pengalaman antar-pelatih dan atlet, yang pada gilirannya dapat memperkuat jaringan pembinaan Taekwondo di Sulawesi Utara.
- Peluang peningkatan prestasi: Atlet mendapatkan pengalaman bertanding di level kompetitif.
- Validasi program pelatihan: Klub dan pelatih dapat mengukur efektivitas metode latihan.
- Penguatan ekosistem olahraga: Keterlibatan wasit profesional dan perwakilan KONI mendukung tata kelola pertandingan.
Kejuaraan akan berlanjut hingga Minggu, 30 Agustus 2026, dengan rangkaian pertandingan yang menentukan juara pada masing-masing kelas. Penyelenggaraan di Tomohon menegaskan kota ini sebagai salah satu pusat kegiatan olahraga regional yang aktif mendukung pengembangan atlet muda.