TARAKAN — Kekeringan akibat minimnya curah hujan selama lebih dari sebulan mulai memengaruhi pasokan air bersih di Kota Tarakan. Perumda Tirta Alam Tarakan mengambil kebijakan darurat dengan memberlakukan distribusi air secara bergilir mulai Senin, 7 September 2026, untuk menanggulangi penyusutan sumber air baku.
Penurunan debit dan wilayah terdampak
Direktur Perumda Tirta Alam Tarakan, Iwan Setiawan, menyatakan ada penurunan produksi yang signifikan pada sejumlah sumber utama. Beberapa embung seperti Embung Binalatung dan Embung Rawasari dilaporkan mengering, sedangkan pengambilan dari Embung Persemaian dihentikan sementara akibat volume air yang menyusut.
| Parameter | Nilai |
|---|---|
| Debit normal | 333 liter/detik |
| Debit saat ini | 142 liter/detik |
| Pelanggan terdampak | ±15.000 pelanggan (sekitar 30%) |
Daerah layanan dan langkah darurat
Perumda menyebutkan wilayah yang paling terdampak berada di bawah cakupan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kampung 1 / IPA Binalatung. Daerah tersebut meliputi beberapa kelurahan dan kampung yang secara teknis sulit dijangkau aliran ketika debit turun.
- Kelurahan Mamburungan
- Kampung 1
- Kampung 4
- Kampung 6
- Lingkas Ujung Gunung Lingkas
- Boma Panjang
- Sebagian wilayah Selumit Pantai
Sementara itu, kawasan yang dilayani oleh IPA Kampung Bugis, IPA Juwata, dan Bengawan dilaporkan masih aman untuk sementara.
“Debit air baku kita saat ini menyusut hingga 142 liter per detik dari kapasitas normal 333 liter per detik. Imbasnya, wilayah perbukitan dan pesisir sama sekali tidak terjangkau aliran air. Hasil rapat memutuskan distribusi akan digilir setiap dua hari sekali,”
Menurut Iwan, kebijakan distribusi bergilir diberlakukan untuk memperpanjang ketersediaan air bagi konsumen selama kondisi sumber air belum pulih. Mekanisme distribusi akan diatur sedemikian rupa sehingga aliran diberikan secara berkala dengan interval yang telah diputuskan oleh manajemen Perumda.
Pengadaan air darurat dan imbauan kepada warga
Untuk menangani kawasan yang tidak terjangkau jaringan pipa sama sekali, Perumda Tirta Alam menyiagakan armada mobil tangki yang mengantar air bersih secara gratis. Penyaluran melalui mobil tangki akan difasilitasi berdasarkan pengajuan atau permintaan dari ketua Rukun Tetangga (RT) setempat.
Iwan Setiawan mengimbau pelanggan agar:
- Memantau jadwal pemadaman dan pengaliran air melalui akun media sosial resmi Perumda Tirta Alam Tarakan.
- Segera menampung air secukupnya saat aliran sedang aktif untuk kebutuhan sehari-hari selama masa pemadaman.
- Mengajukan permintaan kebutuhan air melalui ketua RT bila kawasan tidak terlayani oleh jaringan pipa.
Pihak Perumda belum mengeluarkan estimasi waktu pemulihan normal debit. Namun kebijakan distribusi bergilir dan penyediaan mobil tangki merupakan langkah sementara untuk memastikan kebutuhan dasar tetap terpenuhi hingga kondisi sumber air membaik.
Pengurangan debit sebesar 191 liter per detik dari kapasitas normal menunjukkan tekanan signifikan pada sistem penyediaan air minum kota. Dampak langsung terhadap sekitar 15.000 pelanggan menuntut koordinasi lebih intensif antara Perumda, RT/RW, dan warga untuk mengelola pasokan serta mengurangi risiko gangguan layanan lebih luas.
Warga diharapkan aktif mengikuti pengumuman resmi dan menggunakan air secara hemat selama masa pembatasan ini.