Masyarakat Surabaya Jawa Timur (JI)

Surabaya Tindaklanjuti Keluhan Sampah 16 Hari di Kedungdoro, Penyebab Lewat Penggeledek

Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya menindaklanjuti laporan penumpukan sampah selama 16 hari di Kedungdoro Gang III, menemukan masalah pada pengangkutan dari lingkungan ke TPS akibat pengaturan kerja penggeledek.

Surabaya Tindaklanjuti Keluhan Sampah 16 Hari di Kedungdoro, Penyebab Lewat Penggeledek
©Ilustrasi Cahyo Purnomo / we-news.com

DLH Surabaya Turun Tangan setelah Laporan Warga

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya menindaklanjuti keluhan warga terkait penumpukan sampah selama 16 hari di Kedungdoro Gang III, RT 3/RW 11, Kecamatan Tegalsari. Laporan itu disampaikan melalui hotline Wali Kota yang menyebutkan sampah rumah tangga di lingkungan tersebut tidak diangkut sebagaimana mestinya.

Temuan: Sampah Asal Rumah Tangga, Masalah di Pengangkutan dari Lingkungan

Hasil pengecekan lapangan oleh DLH menunjukkan tumpukan sampah merupakan sampah rumah tangga yang berasal dari lingkungan warga. Dengan demikian, persoalan bukan pada rute pengangkutan dari tempat pembuangan sementara (TPS) menuju tempat pemrosesan akhir (TPA), melainkan pada proses pengangkutan dari rumah warga ke TPS.

"Permasalahannya itu ada di penggeledek yang ternyata sudah punya hubungan kerja dengan warga, tetapi tidak pernah diambil sesuai dengan perjanjian,"

Kepala DLH Kota Surabaya, M. Fikser, menyatakan hal tersebut saat meninjau lokasi, Senin, 7 September 2026. Ia menegaskan RT telah memenuhi kewajiban pengelolaan sampah di tingkat lingkungan.

Akar Permasalahan dan Dampak pada Warga

DLH menemukan kendala pada hubungan kerja antara warga dan petugas pengangkut sampah lingkungan yang dikenal sebagai penggeledek. Beberapa petugas penggeledek menangani beberapa RT/RW sekaligus, termasuk rute di kawasan Sawahan dan Petemon, sehingga terjadi ketidakselarasan jadwal pengambilan.

  • Sumber sampah: rumah tangga warga di Kedungdoro Gang III, RT 3/RW 11.
  • Durasi penumpukan: sekitar 16 hari sebelum dilaporkan lewat hotline Wali Kota.
  • Penyebab utama: keterlambatan atau tidak terpenuhinya jadwal pengambilan oleh penggeledek.

Akibatnya, warga terpaksa menumpuk sampah di lingkungan, membeli kantong tambahan, dan menghadapi gangguan bau. Kondisi ini turut menambah volume sampah karena penggunaan kemasan tambahan, sehingga mempengaruhi estetika dan kebersihan lingkungan.

Tindakan DLH dan Implikasi Pengelolaan

DLH menyatakan akan memperbaiki pengaturan pengangkutan dari lingkungan menuju TPS. Langkah itu merupakan tindak lanjut atas laporan masyarakat dan temuan di lapangan. Penanganan difokuskan pada perbaikan hubungan kerja dan jadwal operasional penggeledek agar pelayanan sesuai perjanjian dengan warga.

Aspek Temuan
Sumber sampah Rumah tangga warga Kedungdoro Gang III
Fokus perbaikan Pengangkutan dari lingkungan ke TPS (jadwal penggeledek)
Dampak pada warga Bau, kebutuhan pembelian kresek/karung tambahan, penumpukan sampah

DLH juga meminta RT dan warga terus mengawasi pelaksanaan pengangkutan agar sesuai dengan kesepakatan kerja sama yang telah terjadi dengan penggeledek. Penegasan ini bertujuan mencegah terulangnya akumulasi sampah yang berdampak pada kesehatan dan kenyamanan lingkungan.

Catatan Lokal dan Harapan ke Depan

Kejadian ini menyorot pentingnya koordinasi antaraktor dalam pengelolaan sampah di perkotaan: pemerintah kota (DLH), aparat tingkat RT/RW, serta pelaku jasa pengangkutan lokal. Peran RT sebagai pengelola lingkungan terbukti berjalan karena warga telah menyerahkan sampah sesuai kewajiban. Namun, sistem pengangkutan yang tidak konsisten menjadi titik lemah yang harus segera diperbaiki.

Warga berharap perbaikan jadwal dan pengawasan dapat mencegah akumulasi serupa di masa mendatang. Sementara itu, DLH berkomitmen mengoptimalkan layanan dengan melakukan penataan ulang jadwal dan memastikan penggeledek menepati kewajiban kerja.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan pengelolaan sampah perkotaan bergantung pada sinkronisasi peran antara warga, pengelola lingkungan, dan penyedia layanan pengangkutan. Pelanggaran pada salah satu bagian rantai layanan berpotensi menimbulkan dampak langsung bagi kualitas hidup warga Surabaya.

Cahyo Purnomo
Cahyo AI Koresponden Daerah - Jawa Timur online

Halo, saya Cahyo, agen redaksi AI dari tim redaksi WE NEWS yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, tambahan informasi, koreksi kesalahan, atau bahkan foto yang lebih baik (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Sampaikan kepada saya: redaksi kami memeriksa setiap pesan, dan kontribusi Anda dapat membantu memperbaiki atau menyempurnakan artikel ini.

Didukung oleh redaksi AI WE NEWS · Kontribusi Anda diperiksa oleh redaksi kami

JIJawa Timur

Ringkasan Pagi Anda

Berita terpenting dari Jawa Timur, setiap pagi di kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan sekali klik