Antrean Panjang di SMK Negeri 1 Jetis
Pemerintah Kabupaten Mojokerto menggelar Job Fair 2026 di SMK Negeri 1 Jetis pada Kamis, 27 Agustus 2026. Acara yang dibuka langsung oleh Bupati Mojokerto, Muhammad Albarraa (Gus Barra), menarik perhatian masyarakat: tercatat 1.493 pencari kerja hadir untuk menempuh proses seleksi dan melamar pada 28 perusahaan peserta.
Rincian peserta dan lowongan
Dari total pendaftar, mayoritas adalah laki-laki yaitu 1.010 orang (67,6 persen), sedangkan perempuan berjumlah 483 orang (32,4 persen). Sebagian besar peserta juga berasal dari Kabupaten Mojokerto sendiri, yakni 946 orang (63,4 persen), sementara 547 orang (36,6 persen) datang dari luar daerah.
| Data | Jumlah |
|---|---|
| Total pendaftar | 1.493 |
| Perusahaan peserta | 28 |
| Total lowongan | 1.258 |
| Lowongan untuk laki-laki | 647 |
| Lowongan untuk perempuan | 611 |
Dominasi lulusan SMK dan variasi bidang pekerjaan
Dari sisi latar belakang pendidikan, lulusan SMK mendominasi peserta job fair dengan jumlah 946 orang (63,3 persen). Para peserta berpeluang melamar pada beragam posisi yang ditawarkan perusahaan, termasuk bidang pemasaran, produksi, influencer, jasa profesional, penerjemah, hingga instruktur.
- Lokasi: SMK Negeri 1 Jetis, Mojokerto
- Peserta: 1.493 pencari kerja
- Perusahaan peserta: 28 perusahaan
- Lowongan: 1.258 posisi (647 laki-laki, 611 perempuan)
Pernyataan Bupati dan harapan sinergi
Bupati Mojokerto menilai tingginya minat peserta menjadi sinyal kebutuhan masyarakat akan akses pekerjaan. Ia menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi perlu sejalan dengan perluasan kesempatan kerja agar manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat luas, serta pentingnya peningkatan kompetensi tenaga kerja agar sesuai dengan kebutuhan dunia usaha.
"Pertumbuhan ekonomi perlu berjalan seiring dengan peningkatan kesempatan kerja agar manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat,"
Menurutnya, pemerintah setempat akan mendorong penguatan hubungan antara dunia pendidikan, dunia usaha, dan lembaga pelatihan untuk menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten.
Respons dunia pendidikan dan tujuan kegiatan
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Mojokerto, Pinky Hidayati, menyambut baik inisiatif Pemkab. Ia menilai job fair bukan sekadar tempat mencari pekerjaan, tetapi juga ajang bagi pencari kerja menunjukkan potensi dan kompetensi. Pinky memberi pesan agar para pencari kerja tidak berkecil hati meskipun belum punya pengalaman kerja, karena perusahaan juga menilai karakter, komunikasi, disiplin, dan kemauan belajar.
Implikasi bagi pasar kerja lokal
Pelaksanaan job fair ini menunjukkan upaya Pemkab Mojokerto mempertemukan pencari kerja dengan dunia usaha secara langsung. Dengan 1.258 lowongan yang disediakan, kegiatan memberi peluang nyata bagi lulusan sekolah menengah kejuruan dan pencari kerja lainnya. Namun, tingginya animo pendaftar juga menandakan tekanan pada pasar kerja lokal; ketersediaan lowongan masih perlu ditingkatkan agar mampu menyerap tenaga kerja yang lebih banyak.
Pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan pelaku usaha di Mojokerto diharapkan terus mengefektifkan kolaborasi agar penciptaan lapangan kerja berjalan seiring dengan peningkatan kompetensi tenaga kerja. Jika terjalin sinergi yang kuat, peluang penyerapan tenaga kerja dari kegiatan serupa berpotensi meningkat pada masa mendatang.
Pelaksanaan Job Fair 2026 di Mojokerto menjadi cermin kebutuhan tenaga kerja di daerah ini dan sekaligus mengingatkan pentingnya langkah terpadu antara pemerintah, dunia pendidikan, dan dunia usaha untuk menjawab tantangan ketenagakerjaan.