PSM Makassar resmi mengumumkan perekrutan gelandang kelahiran Belanda Navarone Chesney Kai Foor pada Kamis, 13 Agustus 2026. Klub berjuluk Juku Eja menyatakan pemain berusia 34 tahun itu direkrut untuk memperkuat lini tengah dan menjadi salah satu pilar dalam skema pelatih Darije Kalezic musim kompetisi 2026/2027.
Latar belakang pemain
Navarone Foor lahir di Opheusden, Gelderland, Belanda, pada 4 Februari 1992. Ia memulai pembinaan di akademi lokal Opheusden kemudian melanjutkan ke akademi NEC Nijmegen. Karier profesionalnya bermula bersama NEC Nijmegen sebelum memperkuat Vitesse Arnhem dan melanjutkan pengalaman di luar Belanda.
Sepanjang kariernya Foor tercatat pernah bermain untuk beberapa klub di luar Belanda, antara lain Ittihad Kalba (Uni Emirat Arab), Pafos FC dan Karmiotissa (Siprus), Riga FC (Latvia), serta Bandirmaspor (Turki). Pada musim 2025/2026 ia kembali tampil di kompetisi Belanda bersama VVV-Venlo di kasta kedua, dengan catatan penampilan yang konsisten.
| Klub | Negara |
|---|---|
| NEC Nijmegen | Belanda |
| Vitesse Arnhem | Belanda |
| Ittihad Kalba | Uni Emirat Arab |
| Pafos FC | Siprus |
| Karmiotissa | Siprus |
| Riga FC | Latvia |
| Bandirmaspor | Turki |
| VVV-Venlo | Belanda |
Statistik terbaru dan peran di PSM
Pada musim 2025/2026 bersama VVV-Venlo, Foor tampil dalam 36 pertandingan di semua kompetisi dengan kontribusi 2 gol dan 7 assist. Catatan itu menunjukkan bahwa meskipun tidak selalu menjadi pencetak gol utama, ia berperan penting sebagai pembangun peluang dan penghubung lini.
PSM melalui pengumuman resmi menegaskan bahwa Foor diproyeksikan menjadi salah satu pemain kunci bagi pelatih Darije Kalezic dalam menyusun taktik musim ini. Klub juga menekankan hubungan emosional pemain dengan akar keluarganya di Indonesia sebagai salah satu alasan kepindahan ke Indonesia.
"Playmaker berpaspor Belanda dengan darah Toraja-Maluku yang sangat kental, memutuskan untuk membela tim dari tanah leluhurnya musim ini,"
Akar keluarga dan identitas
Pengumuman PSM menyebutkan bahwa Foor memiliki darah Indonesia dari garis keluarga. Neneknya, Christina Seru, berasal dari Kalimbuang, Kapala Pitu, Toraja Utara. Klaim hubungan keluarga ini menjadi sorotan karena memberi warna emosional pada kepindahan pemain ke liga Indonesia.
Foor juga pernah memperkuat tim nasional Belanda di level usia muda, yakni De Oranje U-19, U-20, dan U-21. Namun sampai catatan saat ini, ia belum pernah menerima panggilan untuk tim senior Belanda.
Implikasi bagi PSM dan Liga 1
Rekrutan pemain berpengalaman seperti Foor berpotensi meningkatkan kualitas permainan PSM, terutama dalam kreativitas lini tengah dan pengalaman internasional yang dibawanya. Kehadiran pemain yang sudah lama berkecimpung di berbagai kompetisi Eropa dan Asia diharapkan membantu integrasi taktik pelatih serta membimbing pemain muda klub.
Dari sisi kompetisi domestik, penambahan pemain asing yang membawa pengalaman luas bisa meningkatkan standar permainan di Liga 1 dan memicu klub lain melakukan langkah serupa untuk memperkuat skuad mereka.
Hal yang perlu dicermati
- Status kebugaran dan adaptasi Foor terhadap gaya permainan serta kondisi lapangan di Indonesia.
- Peran taktis spesifik yang akan diberikan pelatih Darije Kalezic—apakah sebagai playmaker sentral, penghubung sisi, atau rotasi lini tengah.
- Kemungkinan dampak pada kuota pemain asing dan peluang pemain lokal mendapatkan menit bermain.
PSM belum merilis detail kontrak seperti durasi dan klausul lain secara publik. Klub juga belum mengumumkan nomor punggung yang akan dipakai Foor atau tanggal resmi kepindahan dan debutnya bersama Juku Eja.
Dengan latar belakang pengalaman internasional dan hubungan emosional dengan leluhur di Tanah Air, Navarone Foor dipantau ketat baik oleh suporter PSM maupun pengamat sepak bola Indonesia. Adaptasi dan kontribusinya nanti akan menentukan sejauh mana transfer ini membawa keuntungan praktis bagi performa klub di kompetisi musim 2026/2027.