Apel di Pasar Atom
Surabaya — Pengurus dan kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Surabaya menggelar apel memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada Senin pagi di lantai 3 Pasar Atom. Acara dipimpin langsung oleh Grace Evi Ekawati, Ketua DPD PSI Kota Surabaya, dan diwarnai dengan pemotongan tumpeng serta sejumlah perlombaan.
Pesan utama: persatuan di tengah perbedaan
Dalam pembinaan apel, Grace Evi Ekawati menekankan bahwa peringatan HUT ke-81 bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan momentum pengingat perjalanan sejarah bangsa yang dibangun melalui perjuangan dan pengorbanan beragam kelompok.
"Hari ini kita kembali memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, 81 tahun bukanlah waktu yang singkat,"
Grace menegaskan bahwa Indonesia lahir dari keberanian seluruh anak bangsa untuk berdiri bersama di bawah cita-cita negara merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur. Menurutnya, pelajaran besar yang ditinggalkan pendiri bangsa adalah bahwa negara ini tidak dibangun oleh satu golongan, satu suku, satu agama, ataupun satu kelompok politik.
Tantangan persatuan di era digital
Ketua DPD PSI Kota Surabaya juga mengingatkan bahwa ancaman terhadap persatuan saat ini tidak selalu berbentuk fisik atau konflik terbuka. Ia menyebutkan sejumlah fenomena yang berpotensi memecah belah masyarakat, seperti berita bohong, ujaran kebencian, provokasi, politik identitas, intoleransi, dan perpecahan di ruang digital.
"Perbedaan pilihan politik janganlah sampai membuat kita kehilangan persaudaraan, perbedaan pendapat janganlah menjadi alasan untuk kita bermusuhan,"
Grace menambahkan bahwa kritik tetap diperlukan dalam demokrasi, tetapi harus disampaikan dengan etika dan penuh tanggung jawab. Ia menyatakan bahwa demokrasi membutuhkan perbedaan pendapat, namun Indonesia membutuhkan persatuan.
PSI: politik sebagai ruang gagasan dan pelayanan
Sebagai bagian dari organisasi politik, Grace menyampaikan harapan agar PSI menunjukkan bahwa politik dapat menjadi sarana untuk menghadirkan gagasan, pelayanan, dan kegiatan sosial bagi masyarakat. Pernyataan tersebut menegaskan komitmen partai di tingkat kota untuk berperan aktif dalam kehidupan publik tanpa merinci program konkret dalam acara itu.
- Waktu: Senin pagi, 17 Agustus
- Tempat: Lantai 3 Pasar Atom, Surabaya
- Pemimpin apel: Grace Evi Ekawati, Ketua DPD PSI Kota Surabaya
| Aspek | Ringkasan |
|---|---|
| Acara | Apel peringatan HUT ke-81 RI disertai pemotongan tumpeng dan perlombaan |
| Fokus pesan | Menjaga persatuan, menolak ujaran kebencian dan politik identitas |
Apel yang digelar PSI Surabaya menempatkan upaya menjaga kerukunan dan etika berpolitik sebagai inti pesan pada momen perjuangan kemerdekaan. Di tengah dinamika politik lokal dan nasional, seruan untuk menempatkan persatuan di atas perbedaan politik menjadi relevan bagi warga Surabaya yang menyaksikan aktivitas partai di ruang publik seperti Pasar Atom.
Pesan yang disampaikan oleh pemimpin DPD PSI Kota Surabaya juga menjadi pengingat bagi aktor politik dan masyarakat agar berkomunikasi secara bertanggung jawab, terutama di platform digital yang rentan menyebarkan informasi menyesatkan dan ujaran kebencian. Langkah-langkah konkret yang akan diambil oleh PSI Kota Surabaya pasca-apel itu tidak dirinci dalam keterangan acara.
Acara seperti apel di Pasar Atom juga menunjukkan strategi partai untuk mengaitkan kegiatan politik dengan momentum kebangsaan, mengedepankan simbol-simbol peringatan negara guna memperkuat legitimasi dan kedekatan dengan warga di tingkat kota.
Catatan publik terhadap pesan persatuan pada peringatan HUT ini akan menjadi salah satu tolok ukur bagaimana partai lokal merespons tantangan politik identitas dan hoaks yang disebutkan, khususnya menjelang dinamika politik yang terus berkembang di Surabaya dan sekitarnya.