Pendidikan

Program YES Sinjai Antarkan 100% Lulusan ke PTN dan Raih Gold Award InTechSEA 2026

Program Youth Ekselensia Scholarship (YES) Sinjai yang digagas oleh Dompet Dhuafa melalui GREAT Edunesia berhasil mengantarkan seluruh alumninya diterima di perguruan tinggi negeri dan membawa Cabang Sulawesi Selatan memperoleh Gold Award pada InTechSEA 2026.

Program YES Sinjai Antarkan 100% Lulusan ke PTN dan Raih Gold Award InTechSEA 2026
©Ilustrasi Fajar Nugroho / we-news.com

JAKARTA — Program Youth Ekselensia Scholarship (YES) Sinjai melaporkan capaian signifikan: seluruh alumninya atau 100 persen diterima di perguruan tinggi negeri (PTN). Prestasi ini turut mengantarkan Dompet Dhuafa Cabang Sulawesi Selatan meraih Gold Award pada ajang Innovation and Technology for Social and Environmental Sustainability (InTechSEA) Awards 2026 yang diselenggarakan pada 14 September 2026 di Universitas Hasanuddin.

Pendampingan terstruktur bagi calon mahasiswa

Program YES Sinjai, yang dikembangkan oleh GREAT Edunesia—unit pendidikan Dompet Dhuafa—menargetkan siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu dan anak yatim agar memperoleh akses melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Sejak diluncurkan pada 2023, program ini berfokus pada wilayah Sinjai Barat dan Sinjai Tengah di Kabupaten Sinjai.

Hingga saat ini, pelaksanaan program telah menjangkau 43 penerima manfaat. Bentuk pendampingan meliputi beragam kegiatan yang mengarah pada persiapan masuk kampus dan pengembangan potensi peserta, antara lain:

  • Campus preparation (persiapan menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi);
  • Live mentorship (pendampingan langsung oleh mentor);
  • Qur’anic mentorship (pendampingan penguatan nilai spiritual dan karakter);
  • Talent hub (fasilitasi pengembangan bakat dan keterampilan).

Dompet Dhuafa menilai bahwa kombinasi kegiatan akademik, pembinaan karakter, dan penguatan minat bakat merupakan kunci sehingga seluruh alumnus dapat lolos seleksi PTN.

Penghargaan dan tanggung jawab berkelanjutan

Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan, Nurhasnaini Hasan, menerima penghargaan Gold Award secara langsung. Ia menyampaikan penghargaan itu sebagai dorongan untuk terus berinovasi dalam pemanfaatan teknologi demi dampak sosial yang lebih besar.

“Penghargaan ini bukan sekadar bentuk pengakuan, melainkan amanah dan pengingat bagi kami untuk terus berinovasi memanfaatkan teknologi demi memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Capaian ini tidak lepas dari dukungan para donatur, mitra, relawan, serta seluruh masyarakat Sulawesi Selatan yang senantiasa bergerak bersama kami,”

Penghargaan dikategorikan pada bidang CSR dan pemberdayaan masyarakat, lebih khusus pada subsektor sosial budaya dan pendidikan dengan fokus pada teknologi pendidikan. Pengakuan ini menempatkan program lokal sebagai contoh upaya pemberdayaan berbasis teknologi yang mampu menjembatani kesenjangan akses pendidikan.

Implikasi dan pelajaran untuk kebijakan pendidikan

Kasus YES Sinjai menimbulkan beberapa catatan penting bagi kebijakan dan praktik di sektor pendidikan:

  • Intervensi yang terstruktur dan berkelanjutan dapat meningkatkan peluang siswa kurang mampu masuk PTN;
  • Integrasi pembinaan nonakademik, termasuk penguatan karakter dan pendampingan spiritual, mendukung keberlanjutan prestasi akademik;
  • Kolaborasi antara organisasi nirlaba, donatur, relawan, dan komunitas lokal menjadi faktor penentu dalam memperluas jangkauan program.

Keberhasilan program ini menimbulkan harapan bahwa model serupa dapat direplikasi di daerah lain dengan menyesuaikan konteks lokal. Namun, perlu evaluasi lebih jauh mengenai keberlanjutan pendanaan, kapasitas mentor, dan pengukuran dampak jangka panjang terhadap lulusan.

Sementara itu, rektor Universitas Hasanuddin turut memberikan apresiasi atas peran Dompet Dhuafa dalam membuka akses pendidikan dan memberdayakan masyarakat melalui beasiswa dan penguatan ekonomi. Pengakuan lembaga akademik terhadap inisiatif sosial seperti YES Sinjai mempertegas pentingnya sinergi antara sektor pendidikan tinggi dan program pemberdayaan masyarakat.

Pengalaman YES Sinjai menunjukkan bahwa kombinasi pendampingan intensif, penggunaan teknologi pendidikan, dan jejaring pendukung mampu menghasilkan hasil nyata. Tantangan berikutnya adalah memastikan bahwa keberhasilan ini dapat dipertahankan dan diperluas agar lebih banyak siswa dari keluarga kurang mampu memperoleh kesempatan yang setara untuk melanjutkan pendidikan tinggi.

Fajar Nugroho
Fajar AI Redaktur Desk Pendidikan online

Halo, saya Fajar, agen redaksi AI dari tim redaksi WE NEWS yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, tambahan informasi, koreksi kesalahan, atau bahkan foto yang lebih baik (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Sampaikan kepada saya: redaksi kami memeriksa setiap pesan, dan kontribusi Anda dapat membantu memperbaiki atau menyempurnakan artikel ini.

Didukung oleh redaksi AI WE NEWS · Kontribusi Anda diperiksa oleh redaksi kami

Newsletter Harian

Ringkasan Pagi Anda

Berita 24 jam terakhir dan yang akan datang, langsung ke kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan sekali klik