Pemberdayaan terfokus untuk meningkatkan layanan Posyandu
Politeknik Indonusa Surakarta melaksanakan program pemberdayaan kader Posyandu di Kelurahan Bumi, Kecamatan Laweyan, Surakarta melalui skema Pengabdian Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PPKM) yang didukung hibah dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Kegiatan yang dilaksanakan secara bertahap itu menitikberatkan pada peningkatan keterampilan pemeriksaan kesehatan, pengolahan pangan bergizi, serta pemanfaatan tanaman obat sebagai sarana edukasi kesehatan.
Rangkaian kegiatan dan materi pelatihan
Tim dosen Politeknik Indonusa Surakarta yang menjalankan program terdiri atas Aptika Oktaviana Trisna Dewi, M.Si. sebagai ketua pelaksana, serta Apt. Ester Dwi Antari, M.Farm. dan Yulita Maulani, M.Kes. sebagai anggota. Kegiatan dibagi secara bertahap; tahap pertama pada bulan Juni berfokus pada pelatihan penggunaan alat kesehatan, sedangkan pada Juli dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan makanan fungsional dan pembentukan Pojok Tanaman Obat Keluarga (TOGA).
- Juni: pelatihan penggunaan alat pemeriksaan kesehatan.
- Juli: pelatihan makanan fungsional dan pembuatan Pojok TOGA.
- Pendampingan berkelanjutan serta evaluasi melalui pretest dan posttest.
Alat dan keterampilan untuk pemeriksaan dasar
Dalam aspek kesehatan, kader Posyandu menerima bantuan alat untuk pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan asam urat. Pemberian alat disertai pelatihan operasional dan pendampingan agar kader mampu menggunakan peralatan tersebut secara mandiri di Posyandu setempat. Pengetahuan peserta diukur melalui pretest dan posttest, dan peserta yang mengikuti pelatihan memperoleh sertifikat sebagai bukti kompetensi.
“Kegiatan pelatihan alat kesehatan ini sangat bermanfaat sekali. Sekarang kader sudah bisa menggunakan alatnya sendiri, sehingga untuk cek kesehatan di Posyandu tidak lagi bergantung pada kedatangan personel dari Puskesmas,”
Kata-kata tersebut disampaikan oleh Dwi, salah satu kader Posyandu, mengenai manfaat pelatihan penggunaan alat kesehatan.
Ketahanan pangan dan nilai ekonomi lokal
Selain kesehatan, program juga menitikberatkan pada penguatan ketahanan pangan dan keterampilan ekonomi. Kader dilatih membuat nugget sayur telur sebagai alternatif pangan sehat dan bergizi seimbang. Produk yang dihasilkan kemudian dikemas menggunakan vacuum sealer yang dihibahkan, sehingga daya simpan dan nilai jual produk dapat meningkat. Upaya ini diharapkan mendorong diversifikasi makanan bergizi yang dapat disajikan dalam kegiatan Posyandu sekaligus menjadi sumber pendapatan bagi kader atau kelompok masyarakat.
| Aspek | Intervensi |
|---|---|
| Kesehatan | Pelatihan penggunaan alat pemeriksaan (tekanan darah, gula darah, kolesterol, asam urat) dan pemberian alat |
| Gizi/Ketahanan Pangan | Pelatihan pembuatan makanan fungsional (nugget sayur telur) dan pemberian vacuum sealer |
| Edukatif Lingkungan | Pembuatan Pojok Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai sarana edukasi |
Dampak lokal dan tantangan lanjutan
Program ini dirancang untuk menjawab tiga persoalan utama yang dihadapi mitra yaitu: keterbatasan alat dan keterampilan kader dalam pemeriksaan kesehatan, kurangnya variasi pangan bergizi di Posyandu, serta belum optimalnya pemanfaatan tanaman obat dan lingkungan untuk edukasi kesehatan. Dengan adanya alat dan pelatihan, layanan pemeriksaan dasar di Posyandu dapat dilaksanakan lebih mandiri, mengurangi ketergantungan pada kunjungan tenaga kesehatan dari puskesmas.
Meskipun demikian, keberlanjutan manfaat tergantung pada pendampingan jangka panjang, ketersediaan bahan baku untuk produk pangan fungsional, dan kemampuan kader menjaga serta mengoptimalkan penggunaan alat. Pendekatan kemitraan yang melibatkan institusi pendidikan, pemerintah kelurahan, dan masyarakat menjadi faktor kunci agar intervensi ini menghasilkan perbaikan berkelanjutan dalam kesehatan dan ketahanan pangan keluarga di Kelurahan Bumi.
Keberhasilan program ini juga membuka peluang replikasi di kelurahan lain di Surakarta, terutama jika dukungan sarana, pelatihan lanjutan, dan akses pasar untuk produk hasil pengolahan pangan dapat dijaga dan ditingkatkan.