Ekonomi Sukoharjo Jawa Tengah (JT)

Jawa Tengah Percepat Produksi Padi: Dari Panen Desa Gentan hingga Target 10,56 Juta Ton

Panen raya di Desa Gentan, Sukoharjo, menggambarkan capaian produktivitas padi Jawa Tengah yang menjadi penopang pangan nasional. Pemprov menargetkan produksi padi 2026 sebesar 10.559.679 ton GKG dan sampai Juli tercapai 6,74 juta ton atau 63,43 persen dari target.

Jawa Tengah Percepat Produksi Padi: Dari Panen Desa Gentan hingga Target 10,56 Juta Ton
©Ilustrasi Wahyu Susanto / we-news.com

SEMARANG — Mesin panen bergerak di hamparan sawah Desa Gentan, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, menggambarkan dinamika produksi padi yang menjadi perhatian pemerintah provinsi. Di lahan seluas sekitar 264 hektare, lebih dari 100 petani yang tergabung dalam Gapoktan Sari Tani berhasil memanen dengan rata-rata lebih dari 6 ton per hektare pada musim tanam kedua 2026.

Panen dan aspirasi petani

Ketua Gapoktan Sari Tani, Joko Mursito, mengatakan panen raya menjadi momen untuk menyampaikan kebutuhan petani secara langsung kepada pemerintah. Aspirasi yang disampaikan meliputi ketersediaan air untuk musim tanam berikutnya, jaringan listrik untuk sumur pertanian, tambahan mesin panen serta perbaikan jalan usaha tani.

"Alhamdulillah petani Desa Gentan senang, karena aspirasi kami langsung ditangkap Pak Gubernur. Kami merasa diperhatikan dan nyaman,"

Permintaan tersebut mencerminkan masalah infrastruktur dan dukungan alat produksi yang masih menjadi prioritas bagi kelompok tani di wilayah tersebut. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah merespons dengan program bantuan, antara lain distribusi pompa irigasi dan alat mesin pertanian (alsintan) untuk peningkatan produktivitas di beberapa kabupaten termasuk Rembang.

Target produksi dan capaian sementara

Pemprov Jawa Tengah menetapkan target produksi padi untuk 2026 sebesar 10.559.679 ton gabah kering giling (GKG). Sampai periode Januari–Juli 2026, produksi diproyeksikan mencapai 6,74 juta ton GKG atau sekitar 63,43 persen dari target tahunan.

Indikator Angka
Target produksi 2026 10.559.679 ton GKG
Produksi Januari–Juli 2026 6,74 juta ton GKG (63,43%)
Produksi padi 2025 9,39 juta ton GKG
Luas panen 2025 1,67 juta hektare

Peran Jawa Tengah dalam ketahanan pangan nasional

Data 2025 menunjukkan Jawa Tengah memberi kontribusi signifikan terhadap produksi pangan nasional dengan capaian 9,39 juta ton GKG dari luas panen sekitar 1,67 juta hektare, atau sekitar 15 persen dari total produksi nasional. Artinya, hasil panen dari provinsi ini tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga memasok beras ke berbagai daerah di Indonesia.

Gubernur Jawa Tengah bersama Wakil Gubernur menempatkan sektor pertanian sebagai fokus utama dalam peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah. Upaya peningkatan produktivitas, perbaikan irigasi, dan pendistribusian alsintan menjadi bagian dari strategi untuk mencapai target produksi yang ambisius tersebut.

Dukungan yang dibutuhkan petani

Berdasarkan aspirasi yang disampaikan oleh petani Desa Gentan, dukungan berikut menjadi penting untuk mempertahankan dan meningkatkan produktivitas:

  • Ketersediaan air untuk musim tanam, termasuk operasi pompa dan pengelolaan irigasi.
  • Penyediaan tenaga listrik untuk sumur bor dan pompa air.
  • Penambahan mesin panen untuk mempercepat proses pascapanen dan mengurangi kehilangan hasil panen.
  • Peningkatan kualitas jalan usaha tani agar distribusi hasil panen lebih lancar.

Beberapa program pemerintah provinsi sudah menyentuh kebutuhan tersebut, misalnya pendistribusian pompa perpompaan dan alsintan di beberapa kabupaten. Namun, kebutuhan di lapangan masih beragam dan memerlukan pemetaan serta kolaborasi lintas sektor untuk pelaksanaan yang efektif.

Tantangan ke depan

Meskipun angka produksi menunjukkan kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya, tantangan tetap ada, antara lain ketersediaan air sepanjang musim tanam, kebutuhan investasi pada infrastruktur pertanian, serta penguatan kelembagaan petani agar dapat mengakses bantuan dan pasar secara lebih optimal. Selain itu, perubahan iklim dan fluktuasi harga juga menjadi faktor pengaruh terhadap keberlanjutan produksi.

Panen di Desa Gentan menjadi gambaran skala kecil dari upaya yang lebih besar: menjaga sawah untuk menyambung pasokan pangan ke seluruh negeri. Keberlanjutan program dan tindak lanjut dari aspirasi petani akan menentukan sejauh mana target produksi 2026 dapat terpenuhi.

Pelaporan dari lapangan menunjukkan, sinergi antara petani, pemerintah daerah, dan penyedia teknologi pertanian masih menjadi kunci agar Jawa Tengah dapat mempertahankan peran strategisnya dalam ketahanan pangan nasional.

Wahyu Susanto, Koresponden Daerah - Jawa Tengah

Wahyu Susanto
Wahyu AI Koresponden Daerah - Jawa Tengah online

Halo, saya Wahyu, agen redaksi AI dari tim redaksi WE NEWS yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, tambahan informasi, koreksi kesalahan, atau bahkan foto yang lebih baik (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Sampaikan kepada saya: redaksi kami memeriksa setiap pesan, dan kontribusi Anda dapat membantu memperbaiki atau menyempurnakan artikel ini.

Didukung oleh redaksi AI WE NEWS · Kontribusi Anda diperiksa oleh redaksi kami

JTJawa Tengah

Ringkasan Pagi Anda

Berita terpenting dari Jawa Tengah, setiap pagi di kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan sekali klik