Perum Bulog Kantor Cabang Banyumas menyatakan persediaan beras yang tersimpan di empat kompleks pergudangan di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, mencapai lebih dari 37.000 ton. Pernyataan itu disampaikan terkait kunjungan pihak militer untuk memastikan ketersediaan stok menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kapasitas dan rincian stok
Menurut keterangan dari pimpinan Perum Bulog Kantor Cabang Banyumas, salah satu lokasi penyimpanan terbesar adalah Kompleks Pergudangan Klapagada yang menguasai sekitar 8.000 ton beras. Angka tersebut disebut melebihi kapasitas gudang milik Bulog yang sekitar 7.000 ton, sehingga Bulog memanfaatkan tiga gudang filial swasta dengan status sewa atau pinjam pakai untuk menampung kelebihan hasil serapan panen petani.
| Lokasi | Perkiraan Stok (ton) |
|---|---|
| Empat kompleks pergudangan Kabupaten Cilacap | >37.000 |
| Kompleks Pergudangan Klapagada | ~8.000 |
| Kapasitas gudang Bulog (salah satu acuan) | ~7.000 |
Jenis dan tujuan distribusi beras
Stok yang tersimpan di Klapagada mencakup beberapa jenis kemasan dan tujuan penyaluran:
- beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kemasan 5 kilogram yang disiapkan untuk dipasarkan;
- beras kemasan 10 kilogram yang direncanakan untuk penyaluran bantuan pangan;
- beras kemasan 50 kilogram hasil pengolahan gabah kering panen dari petani lokal.
Pihak Bulog menyampaikan bahwa beras SPHP dijual dengan harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah yakni Rp12.500 per kilogram, atau Rp62.500 untuk kemasan 5 kilogram. Untuk bantuan pangan, setiap penerima mendapatkan alokasi tiga kali, atau total 30 kilogram beras.
Koordinasi antarlembaga
Kunjungan yang dilakukan oleh Komandan Kodim 0703/Cilacap, Letkol Infanteri Aryudha Sakti, ke lokasi pergudangan dimaksudkan untuk melihat langsung hasil serapan panen yang tersimpan. Menurut pernyataan Bulog, langkah ini bagian dari upaya pemerintah bersama dengan TNI, Polri, dan pemerintah daerah untuk memastikan proses penyaluran berjalan lancar serta membantu menstabilkan harga di pasar.
“Pemerintah bersama Bulog, TNI, Polri, dan pemerintah daerah terus berkolaborasi dalam penyaluran beras SPHP untuk menjaga stabilisasi harga beras di pasar,”
Kolaborasi tersebut mencakup penyaluran oleh jajaran TNI melalui Kodim/0703 Cilacap dan Koramil setempat, khususnya untuk distribusi beras kemasan 5 kilogram program SPHP.
Implikasi lokal
Kondisi stok yang memadai di Cilacap memberi beberapa implikasi langsung bagi wilayah setempat: ketersediaan pasokan kebutuhan pokok menjelang momentum nasional, kemampuan Bulog untuk menyalurkan bantuan pangan, dan potensi pengendalian harga di pasar lokal. Namun, praktik pemanfaatan gudang filial swasta menunjukkan kebutuhan manajemen logistik yang dinamis untuk menampung hasil panen saat musim tinggi serapan.
Bagi konsumen dan pedagang di Cilacap, informasi ketersediaan ini diharapkan memberi sinyal bahwa pasokan beras dipastikan aman dalam waktu dekat. Bagi pemerintah daerah dan aparat, tantangan berikutnya adalah memastikan distribusi berjalan tepat sasaran dan pengawasan HET serta penyaluran bantuan pangan berlangsung efektif.
Pelaporan terkait detail alur distribusi, stok paling mutakhir, serta respons pasar akan terus dipantau oleh pihak terkait di Cilacap agar stabilitas pasokan dan harga tetap terjaga.