Manokwari — Kepolisian Daerah Papua Barat meningkatkan upaya deteksi dini dan memperkuat koordinasi lintas sektor untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul meningkatnya potensi risiko pada musim kemarau.
Kesiapsiagaan dan pemantauan wilayah rawan
Wakil Kepala Polda Papua Barat, Brigadir Jenderal Sulastiana, mengatakan pemantauan area yang rawan menjadi prioritas. Menurutnya, upaya pencegahan harus dilandasi kemampuan mendeteksi tanda awal kebakaran sehingga penanganan dapat dilakukan cepat dan tepat sebelum meluas.
"Tingkatkan deteksi dini, dan bangun komunikasi yang baik dengan seluruh pihak, termasuk masyarakat yang berada di wilayah rawan,"
Polda juga menginisiasi pelaksanaan apel untuk memastikan seluruh personel dan peralatan siap digunakan saat dibutuhkan. Langkah ini dimaksudkan agar respons terhadap potensi titik api tidak terhambat oleh kesiapan personel atau kesediaan sarana prasarana.
Sinergi lintas instansi dan partisipasi masyarakat
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua Barat, Kombes Pol Trihadi Kuncahyo, menegaskan penanganan karhutla bukan tugas satu instansi. Ia menyatakan bahwa penanggulangan membutuhkan kolaborasi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat yang tersebar di tujuh kabupaten se-Papua Barat.
Trihadi mengimbau masyarakat aktif melaporkan apabila menemukan titik api atau potensi kebakaran sehingga tindakan penanganan dapat dilakukan segera. Ia menekankan pula pentingnya menjaga lingkungan dengan menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran.
Langkah-langkah operasional yang ditekankan
Berdasarkan pernyataan pimpinan Polda, beberapa langkah operasional menjadi fokus dalam upaya pencegahan karhutla di Papua Barat:
- Pemantauan intensif di daerah rawan selama musim kemarau.
- Peningkatan komunikasi dan koordinasi lintas sektor, termasuk dengan pemerintahan daerah dan komunitas lokal.
- Pelaksanaan apel kesiapsiagaan personel dan pengecekan kelayakan peralatan penanggulangan.
- Imbauan publik agar segera melaporkan titik api serta menghindari kegiatan berisiko di lahan kering.
Dampak potensial dan pentingnya respons cepat
Polda menekankan bahwa penanganan karhutla memerlukan kecepatan dan ketepatan. Respon yang lambat berpotensi menyebabkan kebakaran berkembang lebih luas, menimbulkan kerugian materi, gangguan kesehatan akibat asap, serta merusak ekosistem. Oleh karena itu, kemampuan deteksi dini menjadi kunci untuk meminimalkan dampak yang lebih besar.
| Aspek | Fokus Polda |
|---|---|
| Pemantauan | Prioritas wilayah rawan |
| Kesiapsiagaan | Apel personel dan pemeriksaan peralatan |
| Koordinasi | Sinergi Polri–TNI–Pemda–Masyarakat |
Peran masyarakat sebagai garis depan pencegahan
Polda meminta keterlibatan aktif warga dalam memantau lingkungan sekitar. Pelaporan dini ketika ditemukan titik api membantu petugas melakukan intervensi sebelum kebakaran meluas. Selain itu, Polda mengimbau agar warga tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan dan selalu memperhatikan faktor keselamatan saat melakukan aktivitas di area terbuka.
Dengan meningkatnya potensi karhutla pada musim kemarau, fokus pada deteksi dini dan sinergi antarinstitusi diharapkan dapat menekan frekuensi kejadian serta meminimalkan dampak terhadap lingkungan dan masyarakat di Papua Barat.
Pewarta: Fransiskus Salu Weking
Editor: Evarianus Supar