Teknik sederhana mengurangi beban kerja dan biaya
Beberapa petani di Kota Sungai Penuh mulai menerapkan teknik salibu sebagai alternatif budidaya padi yang bertujuan meningkatkan efisiensi waktu dan biaya produksi. Teknik ini memanfaatkan sisa batang padi setelah panen sebagai sumber tumbuhnya tanaman padi berikutnya sehingga petani tidak perlu memulai seluruh proses dari awal.
Pengalaman petani setempat
Ali Ahmad, seorang petani di Sungai Penuh, mengungkapkan bahwa ia telah menggunakan teknik salibu sejak 2020. Menurut Ali, teknik tersebut menyederhanakan pekerjaan dan memiliki potensi menekan biaya produksi.
"Teknik salibu memanfaatkan batang padi yang tersisa setelah panen. Batang itu kita pangkas agar muncul pertumbuhan baru,"
Ia menjelaskan teknis pelaksanaan secara ringkas: pemangkasan sisa batang padi dilakukan sekitar tujuh hingga 10 hari setelah panen, dengan menyisakan batang sekitar 3 hingga 5 sentimeter dari permukaan tanah. Setelah pemangkasan, sisa batang akan mengeluarkan tunas yang kemudian dirawat hingga menjadi tanaman padi dan menghasilkan gabah pada musim berikutnya.
Manfaat dan keterbatasan
Beberapa manfaat yang disorot petani adalah:
- Pengurangan tahapan budidaya seperti penyemaian bibit dan penanaman ulang.
- Penghematan biaya persiapan lahan dan pengadaan bibit.
- Percepatan siklus tanam sehingga potensi kontinuitas produksi meningkat.
Namun, Ali juga mengingatkan bahwa keberhasilan teknik salibu bergantung pada faktor pemeliharaan. Petani tetap perlu memperhatikan kondisi tanaman, pengairan, pemupukan, serta pengendalian hama dan penyakit agar hasilnya optimal.
Peluang pengembangan di Sungai Penuh
Pengembangan metode budidaya seperti salibu dinilai dapat menjadi bagian dari inovasi pertanian di Kota Sungai Penuh. Dengan penerapan yang tepat, teknik ini membuka peluang bagi petani untuk meningkatkan efisiensi usaha tani tanpa perlu bergantung sepenuhnya pada input baru seperti benih.
| Tahap | Keterangan |
|---|---|
| Pascapanen | Menyisakan batang padi setelah panen untuk persiapan salibu |
| 7–10 hari setelah panen | Pemangkasan batang, menyisakan 3–5 cm dari permukaan tanah |
| Tunas muncul | Merawat tunas: pengairan, pemupukan, pengendalian hama/penyakit |
| Musim berikutnya | Tanaman tumbuh dan menghasilkan gabah |
Bagi petani yang tertarik mencoba, teknik ini menawarkan opsi praktis terutama untuk lahan irigasi atau lahan yang kondisinya memungkinkan pemeliharaan lanjutan setelah panen. Namun, pemilihan teknik harus disesuaikan dengan kondisi lapang dan kemampuan pengelolaan hama serta struktur tanah setempat.
Harapan petani dan rekomendasi
Ali berharap semakin banyak petani di Sungai Penuh mengenal teknik salibu, karena menurutnya cara tersebut bisa menjadi pilihan bagi petani yang ingin meningkatkan efisiensi usaha tani:
"Selain menghemat waktu, biaya untuk persiapan lahan dan pengadaan bibit juga bisa ditekan,"
Pengembangan teknik salibu baiknya didukung dengan penyuluhan teknis dari dinas pertanian setempat serta uji coba skala lapang agar petani memperoleh panduan mengenai dosis pemupukan, pengendalian hama, dan manajemen air yang tepat untuk beragam kondisi lahan di Sungai Penuh.