Pemerintah Kota Jambi memulai tahapan awal penghijauan di Telaga Kajang Lako, Paal V, Kecamatan Kota Baru, dengan penanaman bibit pohon pada Selasa, 18 Agustus 2026. Kegiatan ini ditandai dengan penanaman tabebuya dan tanjung oleh Wali Kota Jambi, dr. Maulana dan Wakil Wali Kota, Diza Hazra Aljosha.
Langkah penanaman sejak dini dimaksudkan agar vegetasi kawasan dapat berkembang menjadi rindang sehingga memberikan peneduh alami bagi warga yang akan beraktivitas di lokasi tersebut. Selain aspek estetika dan kenyamanan publik, Pemkot Jambi menegaskan fungsi vital Telaga Kajang Lako sebagai bagian dari sistem penampungan dan pengendalian banjir bagi aliran Sungai Asam.
Konsep Kawasan Terpadu dan Fasilitas
Pemkot merancang Telaga Kajang Lako sebagai kawasan terpadu multi-fungsi. Pada tahap pertama, pihak pemerintahan telah merencanakan fasilitas yang menitikberatkan pada rekreasi, aktivitas fisik, dan pemberdayaan ekonomi warga.
- Jogging track sepanjang kurang lebih 1,4 kilometer untuk aktivitas olahraga.
- Penyediaan ruang publik yang representatif sebagai tempat berkumpul dan kegiatan komunitas.
- Penyiapan area untuk pemberdayaan ekonomi kreatif dan UMKM lokal.
Pengembangan kawasan akan dilaksanakan secara bertahap. Setelah penyelesaian pembangunan fisik tahap awal, Pemkot Jambi mengagendakan pengembangan lanjutan pada tahun 2027 dengan konsep wisata air serta penambahan fasilitas publik pendukung lainnya.
Dampak bagi Warga dan Ekonomi Lokal
Bagi warga sekitar, penghijauan dan penataan Telaga Kajang Lako berpotensi meningkatkan kualitas ruang rekreasi sekaligus membuka ruang bagi pelaku UMKM untuk beraktivitas, baik melalui pasar kreatif maupun kegiatan acara publik. Pemerintah kota berharap, selain berfungsi sebagai paru-paru kota, kawasan ini dapat menjadi ruang yang menggerakkan perekonomian warga lokal.
Perencanaan yang memadukan fungsi lingkungan dan ekonomi ini penting mengingat kebutuhan ruang terbuka hijau di perkotaan serta upaya mitigasi terhadap banjir yang kerap menjadi tantangan di daerah aliran Sungai Asam.
Penataan Berkelanjutan dan Pengendalian Banjir
Pemkot menekankan bahwa pengembangan Telaga Kajang Lako tidak hanya bersifat kosmetik. Sebagai bagian dari sistem penampungan air, setiap intervensi desain dan vegetasi harus mempertimbangkan peran kawasan dalam mengendalikan limpasan air hujan dan menahan laju banjir. Penanaman pohon dan penataan bantaran diharapkan memperkuat fungsi hidrologis lokasi.
Sebagai ruang publik yang dinamis, pengelolaan kawasan ini kelak akan memerlukan koordinasi lintas perangkat daerah dan keterlibatan masyarakat agar fungsi ekologis dan manfaat sosial-ekonomi dapat terjaga secara berkelanjutan.
Langkah Berikut dan Harapan
Rencana pengembangan wisata air pada 2027 menunjukkan komitmen Pemkot terhadap penataan jangka menengah. Namun, keberhasilan program akan bergantung pada pelaksanaan teknis, pemeliharaan vegetasi yang ditanam sejak awal, serta integrasi dengan strategi pengendalian banjir di daerah aliran Sungai Asam.
Bagi warga yang ingin mengikuti perkembangan atau terlibat dalam kegiatan paska-penanaman, pemantauan resmi dan pengumuman terkait partisipasi publik diharapkan akan disampaikan oleh Pemerintah Kota Jambi melalui kanal resmi mereka.
| Aspek | Detail |
|---|---|
| Lokasi | Telaga Kajang Lako, Paal V, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi |
| Tanggal penanaman awal | 18 Agustus 2026 |
| Jenis pohon | Tabebuya dan Tanjung |
| Fasilitas awal | Jogging track ≈ 1,4 km; ruang publik; area UMKM |
| Pengembangan lanjutan | Konsep wisata air dan fasilitas pendukung pada 2027 |
Penataan Telaga Kajang Lako menjadi contoh perencanaan ruang publik yang menggabungkan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi. Keberhasilan upaya ini akan sangat bergantung pada kelanjutan pemeliharaan, partisipasi masyarakat, serta sinergi antarinstansi dalam menjaga fungsi ekologis sambil membuka peluang ekonomi bagi warga Kota Jambi.