Kota Sungai Penuh dan sejumlah wilayah di Kabupaten Kerinci diselimuti kabut pada Selasa (11/8/2026) siang. Fenomena itu terlihat menutupi pemandangan perbukitan dan gunung yang biasanya tampak jelas dari kejauhan, sehingga memicu perhatian warga setempat.
Penjelasan BMKG: kabut uap air, bukan asap karhutla
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Depati Parbo Kerinci, Kurnianingsih, S.P., M.T., menjelaskan bahwa kabut yang terlihat merupakan haze atau pandangan kabur yang disebabkan oleh kabut uap air, bukan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Menurut pihak stasiun, pantauan cuaca pada sekitar pukul 12.30 WIB menunjukkan jarak pandang sekitar 6.000 meter dengan kelembapan udara mencapai 62 persen.
"Pantauan kami menunjukkan jarak pandang sekitar 6.000 meter dengan kelembaban udara mencapai 62 persen. Kondisi cuaca saat ini adalah haze atau pandangan kabur, namun bukan disebabkan oleh asap, melainkan kabut uap air,"
Pernyataan resmi tersebut dimaksudkan untuk meredam kekhawatiran masyarakat yang khawatir kondisi itu merupakan kabut asap akibat kebakaran. Meskipun demikian, pihak BMKG tetap mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama pengguna jalan.
Dampak pada aktivitas dan imbauan keselamatan
Seorang warga bernama Budi mengamati bahwa kabut semakin jelas seiring berjalannya siang, sehingga panorama bukit dan gunung yang biasanya indah menjadi tertutup. Meski kondisi belum terlalu pekat dan belum secara signifikan mengganggu aktivitas masyarakat, penurunan jarak pandang berpotensi menimbulkan risiko bagi keselamatan lalu lintas.
- Jarak pandang terpantau: 6.000 meter.
- Kelembapan udara tercatat: 62 persen.
- Waktu pengamatan: sekitar 12.30 WIB pada Selasa, 11 Agustus 2026.
BMKG menekankan beberapa langkah sederhana bagi pengguna jalan selama kondisi kabut:
- Kurangi kecepatan kendaraan dan gunakan lampu jauh atau lampu kabut sesuai kebutuhan.
- Tingkatkan jarak aman antarkendaraan untuk mengantisipasi pengereman tiba-tiba.
- Perhatikan rambu lalu lintas dan petunjuk petugas, khususnya pada ruas jalan yang rawan tertutup kabut.
Meskipun kabut saat ini belum pekat, warga diimbau tetap waspada terhadap perubahan kondisi cuaca yang dapat terjadi cepat di wilayah pegunungan. Penurunan visibilitas yang lebih signifikan dapat memengaruhi aktivitas harian dan keselamatan lalu lintas, terutama pada pagi dan sore hari ketika kelembapan cenderung meningkat.
Monitoring dan langkah selanjutnya
Stasiun Meteorologi Depati Parbo Kerinci akan terus memantau perkembangan kondisi atmosfer di sekitar Kerinci dan Kota Sungai Penuh. Informasi lanjutan mengenai potensi perubahan visibilitas atau peringatan cuaca akan disampaikan jika pemantauan menunjukkan adanya peningkatan risiko.
| Parameter | Nilai |
|---|---|
| Jarak pandang | 6.000 meter |
| Kelembapan udara | 62 persen |
| Waktu observasi | 12.30 WIB, 11 Agustus 2026 |
Hingga saat ini, belum ada laporan gangguan signifikan terhadap aktivitas publik di Sungai Penuh akibat kabut tersebut. Namun, otoritas terkait dan petugas lalu lintas setempat diimbau menyiagakan langkah pengamanan jika visibilitas turun lebih jauh.
Warga yang membutuhkan informasi cuaca terkini disarankan mengikuti saluran resmi BMKG dan pengumuman dari pemerintah daerah untuk mendapatkan pembaruan secara berkala.