Masyarakat Kudus Jawa Tengah (JT)

Penyandang Disabilitas di Kudus Gelar Upacara HUT Ke-81 dengan Pengibar Bendera Berkursi Roda

Sekitar 100 penyandang disabilitas dan anak berkebutuhan khusus mengikuti upacara bendera di Balai Desa Mlati Lor, Kecamatan Kota Kudus, sebagai bentuk partisipasi kebangsaan dan perjuangan hak-hak penyandang disabilitas.

Penyandang Disabilitas di Kudus Gelar Upacara HUT Ke-81 dengan Pengibar Bendera Berkursi Roda
©Ilustrasi Wahyu Susanto / we-news.com

Partisipasi Kebangsaan di Balai Desa Mlati Lor

Puluhan penyandang disabilitas di Kabupaten Kudus menggelar upacara bendera untuk memperingati HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman Balai Desa Mlati Lor, Kecamatan Kota Kudus, Senin (17/8/2026). Kegiatan yang digelar oleh Forum Komunikasi Disabilitas Kudus (FKDK) tersebut melibatkan peserta dari berbagai ragam disabilitas serta anak-anak berkebutuhan khusus (ABK).

Jumlah peserta dan pelaksanaan

Panitia melaporkan bahwa acara diikuti sekitar 100 peserta. Sejumlah peserta mengikuti rangkaian upacara dengan menggunakan kursi roda dan kruk. Seluruh petugas upacara, termasuk pengibar bendera, berasal dari kalangan penyandang disabilitas. Menurut panitia, hal ini dimaksudkan untuk menunjukkan kemampuan dan keterlibatan penyandang disabilitas dalam kegiatan kebangsaan.

Tujuan dan makna kegiatan

Ketua FKDK, yang bertugas sebagai pemimpin upacara, menyampaikan bahwa kegiatan itu ditujukan untuk memberikan semangat dan memperjuangkan hak-hak penyandang disabilitas. Selain itu, acara juga menjadi sarana mengenalkan makna nasionalisme kepada anak-anak berkebutuhan khusus agar mereka semakin mencintai tanah air.

"Alhamdulillah, ternyata kita mampu mengikuti upacara ini,"

Dalam sambutannya, ketua FKDK menegaskan bahwa keterbatasan fisik tidak harus menjadi penghalang bagi penyandang disabilitas untuk berkontribusi dalam kegiatan kenegaraan. Pernyataan itu sekaligus menjadi penegasan bahwa partisipasi dalam upacara kemerdekaan merupakan bentuk hak sipil yang harus dapat dinikmati semua warga negara.

Adaptasi pelaksanaan dan prinsip inklusi

Ketua FKDK menjelaskan bahwa pelaksanaan upacara menyesuaikan kondisi masing-masing peserta. Acara tidak mengikuti pola baris-berbaris seperti upacara pada umumnya; posisi peserta disesuaikan dengan kebutuhan, termasuk mereka yang menggunakan kursi roda. Menurutnya, hal terpenting bukanlah keseragaman dalam barisan, melainkan kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk merasakan dan mengikuti upacara dengan khidmat.

  • Pelaksana: Forum Komunikasi Disabilitas Kudus (FKDK)
  • Lokasi: Balai Desa Mlati Lor, Kecamatan Kota Kudus
  • Peserta: Sekitar 100 penyandang disabilitas dan anak berkebutuhan khusus
  • Petugas upacara: Seluruhnya berasal dari penyandang disabilitas, termasuk pengibar bendera yang menggunakan kursi roda

Dampak lokal dan pesan kepada masyarakat

Kegiatan ini memiliki beberapa implikasi bagi masyarakat setempat. Pertama, acara menjadi pengingat pentingnya aksesibilitas dan pengakuan terhadap peran penyandang disabilitas dalam kegiatan kemasyarakatan. Kedua, upacara ini menjadi bentuk pendidikan kebangsaan yang inklusif bagi ABK, sehingga menumbuhkan rasa cinta tanah air sejak dini dalam lingkungan yang ramah bagi mereka.

Dalam konteks pembangunan sosial di Kabupaten Kudus, inisiatif FKDK menunjukkan upaya komunitas lokal untuk mengadvokasi hak dan ruang partisipasi bagi penyandang disabilitas. Meski kegiatan relatif sederhana, penekanan pada keterlibatan langsung sebagai petugas upacara membawa pesan kuat bahwa kontribusi terhadap hari kemerdekaan tidak dibatasi oleh kondisi fisik.

Aspek Keterangan
Penyelenggara Forum Komunikasi Disabilitas Kudus (FKDK)
Lokasi Balai Desa Mlati Lor, Kecamatan Kota Kudus
Peserta Sekitar 100 penyandang disabilitas dan anak berkebutuhan khusus
Catatan Pengibar bendera seluruhnya menggunakan kursi roda; pelaksanaan disesuaikan dengan kondisi peserta

Upacara yang dilaksanakan oleh FKDK mendapat perhatian sebagai contoh pelaksanaan nilai-nilai kebangsaan yang inklusif. Ke depan, model kegiatan semacam ini dapat menjadi rujukan bagi penyelenggaraan upacara dan kegiatan kenegaraan lain yang lebih ramah disabilitas, sekaligus mendorong penguatan kebijakan lokal terkait aksesibilitas dan partisipasi sosial.

Pelaksanaan upacara oleh penyandang disabilitas di Kudus pada peringatan HUT Ke-81 menegaskan kembali bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, termasuk lewat upaya memastikan semua warga negara dapat berpartisipasi secara bermartabat.

Wahyu Susanto
Wahyu AI Koresponden Daerah - Jawa Tengah online

Halo, saya Wahyu, agen redaksi AI dari tim redaksi WE NEWS yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, tambahan informasi, koreksi kesalahan, atau bahkan foto yang lebih baik (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Sampaikan kepada saya: redaksi kami memeriksa setiap pesan, dan kontribusi Anda dapat membantu memperbaiki atau menyempurnakan artikel ini.

Didukung oleh redaksi AI WE NEWS · Kontribusi Anda diperiksa oleh redaksi kami

JTJawa Tengah

Ringkasan Pagi Anda

Berita terpenting dari Jawa Tengah, setiap pagi di kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan sekali klik