Sinergi Pemerintah Kota dan Organisasi Keagamaan
Pemerintah Kota Malang menjalin penguatan kerja sama dengan Muhammadiyah Integrated Center (MIC) Manarul Islam (MANIS) dalam upaya pelestarian lingkungan melalui kegiatan Dialog Jamaah Cinta Lingkungan Hidup. Acara itu berlangsung di Masjid Manarul Islam, Sawojajar, pada Minggu, 9 Agustus 2026.
Dialog dihadiri langsung oleh Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM., bersama sejumlah pejabat utama Pemerintah Kota Malang. Kehadiran unsur pimpinan Muhammadiyah setempat memperkuat pesan kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi keagamaan dalam menghadapi persoalan lingkungan hidup.
Peserta dan Perwakilan yang Hadir
| Nama | Jabatan / Afliasi |
|---|---|
| Drs. R. Dandung Djulharjanto, M.T. | Sekretaris Daerah Kota Malang |
| Noer Rahman Wijaya, S.T., M.M. | Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang |
| Drs. Fahmi Fauzan AZ, M.Si. | Camat Kedungkandang |
| Deddy Darmawanto, S.H. | Lurah Sawojajar |
| Prof. Dr. H. Abdul Haris, M.A. | Ketua PDM Kota Malang |
| Prof. Dr. H. Dwi Agus Sudjimat, S.T., M.Pd. | Direktur MIC MANIS |
| Rachman Hardiansyah, S.Pd., M.Pd. | Kepala Sekolah MIM MANIS |
Masjid sebagai Ruang Belajar dan Aksi
Direktur MIC MANIS, Prof. Dr. H. Dwi Agus Sudjimat, S.T., M.Pd., menyampaikan rasa syukur karena Masjid Manarul Islam masuk sebagai finalis kategori masjid besar tingkat nasional. Menurutnya, status tersebut membuka peluang memaksimalkan masjid sebagai pusat pembelajaran, dakwah, pendidikan, dan kegiatan sosial kemasyarakatan yang juga mendukung inisiatif lingkungan.
"Kita di Muhammadiyah punya konsep ekoteologi yang merupakan konsep mencintai lingkungan berbasis keagamaan. Menjaga lingkungan adalah tugas keagamaan, kita dilarang merusak lingkungan,"
Kutipan tersebut disampaikan oleh Prof. Dr. H. Abdul Haris, M.A., Ketua PDM Kota Malang, yang menegaskan bahwa kepedulian terhadap lingkungan bukan sekadar urusan sosial tetapi juga bagian dari tanggung jawab keagamaan. Ia menegaskan komitmen Muhammadiyah untuk menerapkan gerakan nyata dalam pelestarian lingkungan dan membuka ruang kolaborasi lebih luas dengan Pemerintah Kota Malang.
Agenda Kolaborasi dan Implikasi Lokal
Dialog menandai upaya mempertemukan pengalaman institusi pemerintahan dan lembaga keagamaan dalam merancang aksi pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Beberapa poin penting yang muncul dalam pertemuan antara lain:
- Pemanfaatan masjid dan institusi pendidikan di lingkungan MANIS sebagai lokasi pendidikan lingkungan dan sosialisasi praktik ramah lingkungan;
- Koordinasi antara Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang dan Majelis Lingkungan Hidup Muhammadiyah untuk program bersama;
- Penguatan peran masyarakat setempat melalui kegiatan berbasis jamaah.
Hadirnya kepala dinas terkait dan pejabat kecamatan serta kelurahan menunjukkan niat keterpaduan antarlevel pemerintahan untuk menindaklanjuti wacana menjadi program operasional di wilayah Sawojajar dan sekitarnya. Langkah ini penting agar pesan keagamaan tentang kelestarian lingkungan dapat diterjemahkan menjadi tindakan konkret seperti pengelolaan sampah, penghijauan, dan pengurangan penggunaan bahan berbahaya.
Langkah Selanjutnya
Meskipun dialog menegaskan komitmen bersama, hasil pertemuan harus diterjemahkan menjadi rencana kerja yang terukur. Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Lingkungan Hidup akan menjadi mitra teknis dalam merancang kegiatan yang melibatkan madrasah, masjid, dan komunitas jamaah. Partisipasi unsur pemimpin kecamatan dan kelurahan juga dinilai krusial untuk memastikan implementasi di tingkat lingkungan.
Dialog Jamaah Cinta Lingkungan Hidup di Masjid Manarul Islam menegaskan satu hal: penyelesaian persoalan lingkungan di Kota Malang memerlukan sinergi lintas stakeholder, termasuk peran pesantren, masjid, dan organisasi kemasyarakatan. Kolaborasi ini membuka peluang penguatan kapasitas lokal untuk menjaga alam demi kelangsungan hidup generasi mendatang.
WE NEWS — Koresponden Daerah, Jawa Timur