Pembangunan KNMP ditargetkan mengubah pola ekonomi nelayan
Peletakan batu pertama pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kelurahan Siriwini, Kabupaten Nabire, menjadi momentum untuk mendorong transformasi ekonomi masyarakat pesisir yang selama ini masih bergantung pada penangkapan ikan secara tradisional. Pemerintah daerah dan tokoh adat menekankan fasilitas yang dibangun harus dimanfaatkan untuk meningkatkan pengelolaan hasil laut serta kesejahteraan nelayan.
Suara adat mendukung namun minta jaminan keberlanjutan
Kepala Suku Besar Wate, Otis Monei, S.Sos., M.Si., menyatakan dukungan masyarakat adat terhadap pembangunan KNMP. Namun ia mengingatkan bahwa keberadaan fasilitas tersebut harus dijaga dan dikelola berkelanjutan agar tidak berhenti fungsi setelah tahap awal pembangunan.
"Belum bagaimana kita berpikir untuk menyiapkan ikan dalam jumlah besar untuk mencukupi kehidupan yang lebih baik, padahal alam menyediakan sumber daya yang luar biasa di laut,"
Otis menambahkan bahwa peningkatan produksi harus didukung pula oleh akses pasar yang baik agar memberikan dampak nyata terhadap taraf hidup warga pesisir.
Upaya perubahan pola ekonomi, bukan hanya infrastruktur
Sesuai pengamatan Otis, mayoritas masyarakat pesisir di wilayah adatnya masih mengandalkan hasil tangkapan untuk memenuhi kebutuhan harian. Kondisi ini menyebabkan sedikitnya pengelolaan dalam skala lebih besar yang dapat mendongkrak pendapatan keluarga nelayan.
Ia menekankan perlunya tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat untuk menjaga fungsi fasilitas yang akan dibangun agar manfaat jangka panjang dapat diraih. Menurut Otis, kalau produksi meningkat namun tidak diikuti pasar yang baik, dampak terhadap kesejahteraan akan terbatas.
"Kalau ikan banyak, besok pasaran ini juga bagus. Jika pasar bagus, pasti masyarakat akan sejahtera,"
KNMP di Papua Tengah: skala dan penempatan
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Tengah, Dr. Karlos Matuan, S.St.Pi., M.M., menjelaskan pembangunan KNMP di Nabire merupakan bagian dari program provinsi. Pada tahun ini terdapat 14 KNMP yang dibangun di wilayah Provinsi Papua Tengah, dengan rincian enam lokasi berada di Nabire dan delapan lokasi di Kabupaten Mimika.
- Lokasi: Kelurahan Siriwini, Kabupaten Nabire (salah satu lokasi peletakan batu pertama).
- Tujuan: Menyediakan fasilitas nelayan sekaligus mendorong pengelolaan hasil tangkapan lebih terorganisir.
- Jangka panjang: Meningkatkan kesejahteraan nelayan melalui ketersediaan pasar dan pengelolaan yang berkelanjutan.
Implikasi bagi masyarakat pesisir Nabire
Pembangunan KNMP di Nabire berpotensi memengaruhi beberapa aspek penting di lingkungan pesisir:
- Peningkatan kapasitas penyimpanan dan pengolahan hasil tangkapan sehingga mengurangi kerugian pasca-panen.
- Peluang terbukanya akses pasar yang lebih stabil jika produksi dikelola dalam skala yang dapat memenuhi permintaan.
- Kebutuhan pengelolaan bersama dan mekanisme pemeliharaan fasilitas agar investasi publik tidak kehilangan fungsi.
| Aspek | Kondisi/Target |
|---|---|
| Jumlah KNMP di Papua Tengah | 14 lokasi (6 Nabire, 8 Mimika) |
| Fokus program | Fasilitas untuk nelayan dan perubahan pola ekonomi |
Menurut keterangan resmi, KNMP yang hadir di Nabire dimaksudkan bukan sekadar menyuplai kebutuhan fisik fasilitas, tetapi menjadi pemicu perubahan pola pikir dan praktik ekonomi nelayan. Keberhasilan program ini akan sangat bergantung pada komitmen pemerintah daerah, partisipasi masyarakat adat, serta keberlangsungan akses pasar yang mampu menyerap peningkatan produksi laut.
Pihak terkait di Nabire diharapkan segera menyiapkan mekanisme pengelolaan, pemeliharaan fasilitas, serta pembinaan bagi nelayan agar pemanfaatan KNMP dapat memberi manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat pesisir dalam jangka panjang.