Pelatihan tata rias sebagai bagian dari pembinaan kemandirian
PEKALONGAN — Rutan Kelas IIA Pekalongan kembali menggelar pelatihan tata rias (beauty class) bekerja sama dengan HARPI (Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia) Ranting Pekalongan Utara pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Kegiatan bertempat di aula Rutan dan diikuti oleh empat orang Warga Binaan Perempuan (WBP) sebagai bagian dari rangkaian program pembinaan kemandirian.
Materi dan pelaksanaan
Pelatihan dipandu langsung oleh Ketua HARPI Ranting Pekalongan Utara, Ibu Dwi Merdekawati, bersama tim instruktur berpengalaman. Materi yang diberikan meliputi dasar-dasar tata rias, teknik daily make up, serta praktik penggunaan peralatan rias secara tepat. Pelaksanaan berlangsung interaktif dengan suasana yang menurut panitia penuh semangat.
Dalam penjelasannya, Kepala Rutan Pekalongan, Nanang Adi Susanto, menyatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud komitmen Rutan dalam mendukung pembinaan kemandirian WBP melalui kolaborasi dengan komunitas profesional. Pelatihan digelar secara berkala agar keterampilan yang diperoleh dapat menjadi bekal bagi WBP setelah kembali ke masyarakat.
"Melalui pelatihan tata rias yang digelar secara berkala, Rutan berupaya membuka ruang bagi WBP untuk mengembangkan keterampilan dan potensi diri. Kolaborasi dengan komunitas profesional menjadi bagian dari upaya kami agar pembinaan yang diberikan dapat menjadi bekal nyata bagi mereka untuk lebih mandiri dan produktif setelah kembali ke masyarakat."
Harapan bagi keberlanjutan keterampilan
Ketua HARPI Ranting Pekalongan Utara menyampaikan harapan agar ilmu yang diberikan tidak berhenti pada saat pelatihan. Menurutnya, keterampilan tata rias harus dapat menjadi manfaat nyata bagi WBP, baik untuk perawatan diri sendiri maupun sebagai peluang usaha ketika kembali ke tengah masyarakat.
Berbekal pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan, WBP diharapkan memiliki keterampilan yang dapat diandalkan. Panitia menekankan pentingnya keterlibatan komunitas profesional dalam program pembinaan agar hasilnya lebih aplikatif dan sesuai kebutuhan dunia usaha di luar lembaga pembinaan.
Detail kegiatan
| Komponen | Informasi |
|---|---|
| Tanggal | 15 Agustus 2026 |
| Lokasi | Aula Rutan Kelas IIA Pekalongan |
| Peserta | 4 Warga Binaan Perempuan |
| Penyelenggara | Rutan Kelas IIA Pekalongan dan HARPI Ranting Pekalongan Utara |
| Instruktur | Ibu Dwi Merdekawati dan tim instruktur HARPI |
| Materi | Dasar tata rias, teknik daily make up, praktik penggunaan peralatan rias |
Implikasi lokal dan tindak lanjut
Kegiatan seperti ini menempatkan peran Rutan bukan hanya sebagai lembaga pemasyarakatan, tetapi juga sebagai fasilitator keterampilan yang dapat mendukung reintegrasi sosial. Bagi warga Pekalongan, kolaborasi antara lembaga pemasyarakatan dan komunitas profesional membuka peluang terciptanya hubungan sinergis yang berdampak pada pemberdayaan ekonomi lokal, terutama di sektor jasa kecantikan yang dapat dijalankan secara modal relatif kecil setelah menjalani masa pembinaan.
Pihak Rutan menilai pembinaan keterampilan harus bersifat berkelanjutan sehingga hasil pelatihan dapat menjadi salah satu sumber penghasilan bagi WBP di masa mendatang. Program lanjutan seperti pendampingan usaha, akses peralatan, atau jaringan pasar menjadi hal yang potensial untuk dikembangkan, jika dukungan dari berbagai pihak tersedia.
- Pelatihan melibatkan kolaborasi lembaga dan komunitas profesional.
- Fokus pada keterampilan praktis yang dapat diimplementasikan setelah pembinaan.
- Perlu tindak lanjut untuk menjamin keberlanjutan manfaat bagi peserta.
Foto kegiatan disertakan oleh kontributor Puji Anggraeni dan informasi kegiatan dikutip dari keterangan resmi Humas Rutan Pekalongan.