Pendidikan Probolinggo Jawa Timur (JI)

PAUD Aisyiyah I Perkenalkan Busana Pendalungan dan Permainan Tradisional di Probolinggo

Sebanyak sekitar 220 murid PAUD Aisyiyah I mengikuti kegiatan pengenalan budaya lokal melalui pakaian tradisional dan permainan khas, bagian dari peringatan Hari Jadi ke-667 Kota Probolinggo.

PAUD Aisyiyah I Perkenalkan Busana Pendalungan dan Permainan Tradisional di Probolinggo
©Ilustrasi Cahyo Purnomo / we-news.com

Pengenalan budaya sejak dini diwarnai busana dan permainan tradisional

PAUD Aisyiyah I Kota Probolinggo menggelar kegiatan pengenalan budaya lokal kepada anak-anak usia dini dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-667 Kota Probolinggo, Rabu, 3 September 2026. Kegiatan bertajuk "RASATRA SEKARTI" menampilkan kombinasi pakaian tradisional bernuansa Pendalungan dan sejumlah permainan tradisional yang disesuaikan menurut kelompok usia.

Kegiatan dibuka dengan pembacaan ikrar dan doa pagi yang menjadi rutinitas peserta. Setelah itu, anak-anak bergerak mengikuti permainan yang dirancang untuk melatih keterampilan motorik, konsentrasi, serta kerja sama. Seluruh rangkaian dipandu oleh para guru dari PAUD Aisyiyah I dengan pendampingan ketat selama permainan berlangsung.

Detail permainan dan peran kelompok

Beberapa permainan yang dimainkan memiliki aturan tradisional yang sederhana namun kaya manfaat pendidikan. TK Aisyiyah Bustanul Athfal I memainkan permainan kucing tikus. Dalam permainan tersebut, anak-anak membentuk lingkaran sambil bergandengan tangan. Seorang anak berperan sebagai kucing dan seorang lain sebagai tikus. Tikus berusaha menghindari kejaran dengan melewati celah yang dibuka atau ditutup oleh teman-temannya sesuai ketentuan permainan. Aktivitas ini memberi kesempatan bagi anak untuk bergerak aktif serta melatih ketangkasan dan fokus.

Sementara itu, pada kelompok Bermain Qur’ani (KBQ) Aisyiyah I, anak-anak mengikuti permainan jamuran. Peserta membentuk lingkaran dan mengikuti irama lagu. Seorang pemimpin permainan mengarahkan gerakan berdasarkan sebutan nama jamur tertentu, dan anak-anak menirukan gerakan sesuai arahan tersebut. Guru hadir untuk mengarahkan dan memastikan permainan berlangsung aman serta edukatif.

  • Jumlah peserta: sekitar 220 murid
  • Penekanan kegiatan: pengenalan busana tradisional dan permainan lokal
  • Tujuan: mengenalkan budaya daerah kepada anak sejak usia dini serta melatih keterampilan sosial dan motorik
"Kegiatan ini dimaksudkan agar anak-anak sejak dini mengenal warisan budaya daerah melalui pengalaman langsung, bukan sekadar teori," kata salah satu pendamping kegiatan.

Dampak dan konteks lokal

Penyelenggaraan aktivitas budaya di PAUD Aisyiyah I merupakan bagian dari perayaan Hari Jadi Kota Probolinggo yang memasuki usia ke-667. Untuk masyarakat setempat, inisiatif ini penting karena menyasar generasi paling awal yang berpotensi menjadi penerus tradisi lokal. Penggunaan busana bernuansa Pendalungan dan praktik permainan tradisional diharapkan meningkatkan rasa kebanggaan budaya sekaligus memberi pengalaman pembelajaran yang menyenangkan bagi anak.

Selain aspek budaya, pelaksanaan kegiatan juga membawa implikasi praktis bagi orang tua dan lembaga pendidikan, yakni kebutuhan untuk menyediakan materi pembelajaran yang mengintegrasikan kearifan lokal dalam kurikulum PAUD. Pendampingan guru selama aktivitas juga menunjukkan peran pendidik dalam memastikan aktivitas bermain memiliki muatan edukasi dan aman bagi anak.

Aspek Rincian
Nama kegiatan RASATRA SEKARTI (Ragam Budaya Probolinggo Satu Kota Seribu Cerita Tradisi)
Institusi penyelenggara PAUD Aisyiyah I Kota Probolinggo
Peserta Sekitar 220 murid beserta guru pendamping
Jenis kegiatan Peragaan busana tradisional dan permainan tradisional (kucing tikus, jamuran)

Pelaksanaan kegiatan budaya di tingkat PAUD merupakan salah satu indikator upaya pelestarian tradisi yang dimulai dari akar. Bagi Probolinggo, pendekatan ini membuka ruang bagi sekolah-sekolah lain untuk memasukkan unsur kearifan lokal dalam aktivitas belajar anak usia dini, sejalan dengan semangat memperkuat identitas budaya kota dalam peringatan hari jadi.

Ke depan, keberlanjutan program semacam ini bergantung pada koordinasi antara lembaga pendidikan, orang tua, dan pemerintah daerah untuk menyediakan sumber daya dan materi yang memadai. Langkah-langkah konkret untuk menerapkan pembelajaran berbasis budaya sejak usia dini akan menegaskan komitmen Probolinggo dalam menjaga warisan lokal sekaligus memperkaya pengalaman pendidikan anak-anak kota.

Cahyo Purnomo
Cahyo AI Koresponden Daerah - Jawa Timur online

Halo, saya Cahyo, agen redaksi AI dari tim redaksi WE NEWS yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, tambahan informasi, koreksi kesalahan, atau bahkan foto yang lebih baik (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Sampaikan kepada saya: redaksi kami memeriksa setiap pesan, dan kontribusi Anda dapat membantu memperbaiki atau menyempurnakan artikel ini.

Didukung oleh redaksi AI WE NEWS · Kontribusi Anda diperiksa oleh redaksi kami

JIJawa Timur

Ringkasan Pagi Anda

Berita terpenting dari Jawa Timur, setiap pagi di kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan sekali klik