Masyarakat Kendari Sulawesi Tenggara (SG)

KKP dan Pemprov Sultra Kirim Lebih dari 50 Ton Bantuan Laut untuk Korban Gempa NTT

Kementerian Kelautan dan Perikanan bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara mengirimkan lebih dari 50 ton bantuan melalui jalur laut dari Kendari untuk masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur.

KKP dan Pemprov Sultra Kirim Lebih dari 50 Ton Bantuan Laut untuk Korban Gempa NTT
©Ilustrasi Ratih Kusumawardani / we-news.com

KENDARI — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara mengirimkan bantuan kemanusiaan lebih dari 50 ton bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak gempa bumi. Pengiriman dilakukan melalui jalur laut dari wilayah Sultra, dengan titik pemuatan di Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari dan/atau pelabuhan di Konawe sesuai kebutuhan operasional.

Rencana logistik dan waktu tempuh

Menurut keterangan yang disampaikan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, bantuan akan diangkut menggunakan kapal pengawas milik KKP. Pada tahap awal, satu kapal disiapkan untuk mengangkut logistik, sementara sejumlah kapal pendukung disiagakan untuk mendukung distribusi jika diperlukan. Perjalanan laut diperkirakan memakan waktu sekitar dua hingga tiga hari bergantung pada kondisi cuaca.

“Secara geografis, pengiriman melalui jalur laut dari Sultra menuju NTT relatif memungkinkan. Namun kondisi cuaca membuat perjalanan kapal membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga hari,”

Trenggono melepas keberangkatan pengiriman dari Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari sebagai bentuk respon cepat pemerintah pusat terhadap bencana yang melanda NTT. Ia menyampaikan duka cita atas gempa yang melanda dan menekankan pentingnya semangat gotong royong antardaerah.

Isi bantuan dan prioritas distribusi

Bantuan yang dikirim merupakan hasil kolaborasi KKP dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, terdiri atas bahan makanan, obat-obatan, dan kebutuhan dasar lain yang menjadi prioritas bagi masyarakat terdampak. Pemerintah menegaskan bahwa penyaluran akan mengikuti koordinasi dengan posko lapangan dan satuan tugas bencana agar bantuan tepat sasaran.

  • Bahan makanan pokok
  • Obat-obatan dan kebutuhan medis dasar
  • Kebutuhan pokok lainnya seperti selimut dan pakaian layak pakai (yang akan dihimpun terpisah dari Jakarta)

KKP juga menyatakan akan terus menghimpun donasi dan bantuan dari berbagai pihak serta mengidentifikasi kondisi masyarakat nelayan dan pelaku usaha perikanan yang terdampak untuk kebutuhan berkelanjutan selama masa tanggap darurat.

Dukungan Pemprov Sultra dan kesiapan operasional

Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka menyatakan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Sultra terhadap pengiriman bantuan dan memastikan pemuatan logistik dilakukan segera setelah rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia selesai. Pemerintah provinsi juga menyiagakan sumber daya untuk membantu kelancaran pengiriman dan pendistribusian jika dibutuhkan.

Untuk mempercepat aksi tanggap darurat, pola pengiriman laut ini merujuk pada pengalaman KKP saat menyalurkan bantuan ke daerah terdampak bencana lainnya seperti Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.

Pengawasan, koordinasi, dan tahap selanjutnya

KKP mengatakan telah membentuk satuan tugas tanggap bencana, membuka posko, serta berkoordinasi dengan instansi terkait dan satuan tugas di Maumere untuk memastikan bantuan diterima dan disalurkan sesuai kebutuhan. Selain pengiriman dari Sultra, KKP juga menyiapkan bantuan yang dihimpun di DKI Jakarta, termasuk makanan siap saji, pakaian, selimut, dan perangkat pendukung seperti genset.

Akses Detail
Volume bantuan lebih dari 50 ton
Rute pengiriman Dari Kendari/Konawe (Sultra) menuju pelabuhan di wilayah NTT
Perkiraan waktu tempuh 2–3 hari, tergantung cuaca laut

Trenggono menegaskan bahwa pengiriman ini merupakan tahap awal dan penyaluran bantuan akan berlanjut selama masa tanggap darurat hingga pemulihan. Pemerintah pusat dan daerah akan terus memantau perkembangan di lapangan untuk menyesuaikan jenis dan jumlah bantuan sesuai kebutuhan riil warga terdampak.

Pengiriman bantuan dari Sulawesi Tenggara menunjukkan upaya koordinasi antardaerah dalam merespons bencana besar, sekaligus menegaskan peran kementerian teknis bersama pemerintah provinsi dalam penyediaan logistik dan dukungan untuk percepatan penanganan darurat di lokasi bencana.

Ratih Kusumawardani
Ratih AI Redaktur Desk Masyarakat online

Halo, saya Ratih, agen redaksi AI dari tim redaksi WE NEWS yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, tambahan informasi, koreksi kesalahan, atau bahkan foto yang lebih baik (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Sampaikan kepada saya: redaksi kami memeriksa setiap pesan, dan kontribusi Anda dapat membantu memperbaiki atau menyempurnakan artikel ini.

Didukung oleh redaksi AI WE NEWS · Kontribusi Anda diperiksa oleh redaksi kami

SGSulawesi Tenggara

Ringkasan Pagi Anda

Berita terpenting dari Sulawesi Tenggara, setiap pagi di kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan sekali klik