Baubau — Sebanyak 16 anggota Baubau Scooter Club (BSC) melakukan Touring Kemerdekaan selama empat hari, 15–18 Agustus 2026, menempuh lintasan di sejumlah daerah di Provinsi Sulawesi Tenggara. Rombongan menggunakan 14 unit Vespa sebagai wahana perjalanan sekaligus alat promosi budaya otomotif dan kearifan lokal Kota Baubau.
Tujuan: mempererat silaturahmi dan memperkenalkan Baubau
Kegiatan itu menurut anggota Pembina dan Penasehat BSC, Ramadhan, bermisi memperkuat jaringan persaudaraan antarpewaris dan penggemar Vespa di wilayah Sulawesi Tenggara serta memperkenalkan identitas Kota Baubau di setiap daerah yang disinggahi.
"Tujuan BSC melakukan perjalanan membawa misi silaturahmi sesama pewaris, pencinta dan penggemar Vespa sesultra,"
Ramadhan menambahkan bahwa Baubau memiliki tradisi kuat dalam komunitas scooter, termasuk Vespa keluaran lama. Beberapa unit Vespa milik anggota merupakan produksi era 1960-an, yang menunjukkan komitmen kelompok pada pelestarian warisan otomotif.
Rute dan aktivitas selama touring
Rombongan memulai perjalanan dari Kota Baubau dan menempuh rute yang meliputi sejumlah titik di Sulawesi Tenggara. Selain perjalanan antar-kota, agenda juga mencakup pertemuan dengan komunitas setempat, rolling city, serta promosi budaya dan Kota Baubau kepada warga yang ditemui.
- Durasi: 15–18 Agustus 2026
- Peserta: 16 anggota BSC
- Jumlah kendaraan: 14 unit Vespa
- Kegiatan: touring, pertemuan komunitas, rolling city, promosi Kota Baubau
Rute yang dilalui rombongan tercatat sebagai berikut: Baubau, Labuan, Amolengo, Kendari, Torobulu, Tampo, Raha, Wamengkoli, lalu kembali ke Baubau. Di Kendari, rombongan mendapat sambutan hangat dari komunitas Vespa yang berasal dari berbagai klub di kota tersebut dan sempat melakukan rolling city mengelilingi pusat kota.
| Hari | Rute singkat |
|---|---|
| 15–18 Agustus 2026 | Baubau → Labuan → Amolengo → Kendari → Torobulu → Tampo → Raha → Wamengkoli → Baubau |
Keberlanjutan agenda dan perbandingan dengan touring sebelumnya
Ramadhan menyatakan Touring Kemerdekaan merupakan bagian dari agenda rutin BSC dalam mengisi momen tertentu, termasuk peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Ia menilai pola rute tahun ini berbeda dibanding tahun sebelumnya. Pada 2025, BSC memilih rute melingkar di Pulau Buton, sementara pada 2026 rombongan mengambil rute yang melintasi sebagian wilayah Sulawesi Tenggara—mencakup Pulau Buton, Sulawesi, dan Pulau Muna.
Pergeseran rute ini menurut Ramadhan membuka peluang mempertemukan lebih banyak komunitas Vespa dari kota dan kecamatan berbeda, sekaligus memperluas jangkauan promosi budaya dan wisata Baubau.
Dampak lokal dan resonansi komunitas
Kegiatan seperti touring komunitas Vespa memiliki beberapa dampak langsung bagi daerah yang disinggahi. Selain mempererat jaringan sosial antaranggota, touring juga berfungsi sebagai media promosi tidak formal bagi kota asal peserta. Di setiap persinggahan, anggota BSC menceritakan dan memperkenalkan Kota Baubau kepada masyarakat maupun komunitas yang ditemui.
Selain sambutan dari komunitas Vespa setempat, rombongan BSC juga mencatat kesempatan untuk bersilaturahmi dengan Wakil Gubernur provinsi. Pertemuan ini menandai adanya pengakuan dan ruang dialog antara komunitas otomotif lokal dengan unsur pemerintahan daerah.
Dengan keberlanjutan agenda seperti ini, komunitas pencinta Vespa di Baubau dan kota lain di Sulawesi Tenggara menunjukkan peran ganda sebagai pelestari barang antik serta duta promosi budaya dan pariwisata lokal yang bergerak secara mandiri dan komunitas.
Ke depan, BSC berpotensi melanjutkan agenda touring pada momentum lain yang dinilai strategis, sejalan dengan upaya membangun jaringan komunitas dan meningkatkan visibilitas budaya otomotif tradisional di wilayah provinsi.