Jakarta, 1 September 2026 — Kementerian Perhubungan mempercepat langkah pemulihan terhadap bandar udara yang terdampak gempa di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk menjaga keselamatan penerbangan serta memastikan konektivitas masyarakat tetap terjaga. Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Lukman F. Laisa, menyatakan peninjauan lapangan telah dilakukan pada beberapa bandar udara di wilayah itu.
Peninjauan lapangan dan prioritas pemulihan
Dalam kunjungan tersebut, tim Ditjen Perhubungan Udara fokus pada kondisi infrastruktur serta fasilitas pendukung yang memengaruhi operasi penerbangan. Menurut keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, pemulihan difokuskan pada sejumlah struktur bangunan dan fasilitas penunjang, termasuk area terminal penumpang dan fasilitas operasional penerbangan.
"Pemulihan pada sejumlah struktur bangunan dan fasilitas pendukung, termasuk area terminal penumpang serta fasilitas penunjang operasional penerbangan menjadi prioritas untuk dilakukan (pemulihan),"
Dalam peninjauan tersebut, Lukman didampingi beberapa pejabat di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, antara lain Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Achmad Setiyo Prabowo; Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah IV Bali, Cecep Kurniawan; Kepala Balai Kesehatan Penerbangan Capt. Renato Joelfian Joesaki; dan Kepala Bagian Keuangan Arif Priyo Utomo.
Bandar udara yang ditinjau
Lukman mengunjungi sejumlah bandar udara di wilayah NTT sebagai bagian dari upaya menilai langsung kondisi aset dan fasilitas pascagempa. Bandar udara yang dicatat dalam peninjauan meliputi beberapa lokasi strategis di Flores dan sekitarnya.
- Bandar Udara Komodo
- Bandar Udara Fransiskus Xaverius Seda Maumere
- Bandar Udara H. Hasan Aroeboesman Ende
- Bandar Udara Soa Bajawa
- Bandar Udara Frans Sales Lega Ruteng
| Bandar Udara | Keterangan |
|---|---|
| Komodo | Ditinjau oleh pihak Ditjen Perhubungan Udara |
| Fransiskus Xaverius Seda Maumere | Ditinjau oleh tim untuk menilai kondisi fasilitas |
| H. Hasan Aroeboesman Ende | Ditinjau sebagai bagian pemulihan pascagempa |
| Soa Bajawa | Menjadi salah satu lokasi yang mendapat perhatian khusus |
| Frans Sales Lega Ruteng | Ditinjau untuk memastikan kesiapan operasional |
Langkah identifikasi kebutuhan dan penanganan
Tujuan peninjauan adalah untuk mengidentifikasi kebutuhan pemulihan, penanganan kerusakan, serta memastikan langkah yang diambil dapat tepat dan terukur. Pernyataan dari pihak Ditjen Perhubungan Udara menekankan pentingnya melihat kondisi secara langsung agar rencana perbaikan dapat disusun berdasarkan kondisi nyata di lapangan.
Selain pemulihan fisik bangunan terminal dan fasilitas pendukung, penilaian juga mencakup aspek keselamatan penerbangan yang melibatkan pemeriksaan fasilitas navigasi, kondisi landasan, dan fasilitas layanan keselamatan penerbangan lainnya. Kepala Balai Kesehatan Penerbangan turut hadir dalam kunjungan, mengindikasikan aspek keselamatan dan kesehatan awak serta penumpang menjadi perhatian dalam proses pemulihan.
Dampak pada masyarakat dan konektivitas
Bandar udara di NTT memainkan peran penting dalam menghubungkan pulau-pulau di wilayah tersebut, baik untuk mobilitas warga maupun distribusi bantuan dan logistik pascagempa. Percepatan pemulihan bandar udara diharapkan dapat meminimalkan gangguan layanan penerbangan, mempermudah akses penyaluran bantuan, serta mempercepat pemulihan ekonomi lokal yang bergantung pada transportasi udara.
Pemeriksaan dan langkah pemulihan yang terencana juga dimaksudkan untuk mencegah potensi gangguan lebih lanjut terhadap jadwal penerbangan komersial dan operasional darurat. Dengan memastikan fasilitas operasional berada dalam kondisi aman, otoritas berupaya menjaga kepercayaan maskapai dan keselamatan penumpang.
Kementerian Perhubungan menyatakan akan melanjutkan koordinasi dengan otoritas bandar udara daerah serta pihak terkait untuk merumuskan skema perbaikan yang terukur dan terprioritaskan. Informasi lebih lanjut mengenai jadwal pemulihan spesifik dan estimasi waktu perbaikan belum dipublikasikan dalam rilis awal.
Peliputan lebih lanjut akan mengamati perkembangan pemulihan infrastruktur bandara di sejumlah titik terdampak, termasuk langkah teknis yang diambil untuk menjamin kelaikan operasional dan keselamatan penerbangan di wilayah Nusa Tenggara Timur.