Lingkungan Surakarta Jawa Tengah (JT)

Kebakaran TPA Putri Cempo di Surakarta Memburuk oleh El Niño, Pemerintah Tingkatkan Kesiapsiagaan

Kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir Putri Cempo, Surakarta, melibatkan pemadaman lintas instansi. Kementerian Lingkungan Hidup menyatakan fenomena El Niño dan praktik open dumping memperparah kebakaran yang telah menghanguskan sekitar 2,4 hektare dari 17 hektare lokasi.

Kebakaran TPA Putri Cempo di Surakarta Memburuk oleh El Niño, Pemerintah Tingkatkan Kesiapsiagaan
©Ilustrasi Wahyu Susanto / we-news.com

Respons cepat aparat dan tantangan penanggulangan

Kebakaran yang terjadi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Kota Surakarta, menarik penanganan gabungan lintas instansi. Regu pemadam dari Kodim 0735/Surakarta bergerak bersama Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surakarta, Kepolisian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan instansi terkait untuk mengendalikan kobaran api.

Menurut laporan kementerian dan keterangan aparat setempat, api berhasil dikendalikan setelah upaya pemadaman masif. Petugas kemudian melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada bara yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Faktor alam dan kondisi operasional TPA

Direktur Penanganan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup, Melda Mardalina, menyatakan fenomena El Niño yang menyebabkan kekeringan berkepanjangan turut memperparah kebakaran. Dalam diskusi bersama media di Jakarta, Melda menjelaskan bahwa kondisi angin dan tumpukan sampah yang masih dilakukan secara open dumping memudahkan api merambat antarzona di TPA.

"Putri Cempo ini luasnya 17 hektare, yang sudah terbakar sekarang ada 2,4 hektare, nah ini kalau tidak segera ditanggulangi bisa merambat,"

Melda menjelaskan awal kebakaran terjadi di zona D, sebuah zona kecil, namun karena kondisi cuaca dan angin api meloncat ke zona B yang merupakan zona tumpukan sampah terbesar di lokasi.

Teknik pemadaman dan tantangan operasional

Menurut Kementerian Lingkungan Hidup, pemadaman di TPA tidak cukup hanya dilakukan dari atas permukaan karena potensi bara di dalam tumpukan sampah masih dapat memicu kebakaran kembali. Upaya yang disarankan adalah memasukkan selang hingga ke dalam tumpukan agar air dan pendinginan mencapai lapisan yang terbakar.

Selain kendala teknis tersebut, campuran sampah yang belum dipilah di lokasi juga menyulitkan penanganan karena komposisi bahan dapat mempengaruhi intensitas pembakaran dan pembentukan bara.

Kebijakan dan langkah pemerintah

Pemerintah pusat telah menerbitkan Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH Nomor 11 Tahun 2026 yang memuat panduan peningkatan kesiapsiagaan dan antisipasi kebakaran di TPA saat kondisi cuaca panas ekstrem. Salah satu kebijakan yang ditekankan adalah pelarangan memasukkan sampah organik ke TPA; hanya residu yang diperbolehkan dibawa ke lokasi.

Kementerian juga membentuk Satuan Tugas (Satgas) Kebakaran TPA untuk membantu penanganan. Hingga laporan ini disusun, Satgas disebut telah menangani 23 kejadian kebakaran di berbagai TPA, baik yang resmi maupun tidak resmi.

Data kerusakan dan pemantauan

Berikut ringkasan data yang disampaikan terkait kejadian:

  • Luas total TPA Putri Cempo: 17 hektare
  • Luas area yang terbakar: 2,4 hektare (laporan sementara)
  • Zona awal kebakaran: Zona D; perambatan tercatat ke Zona B
KeteranganAngka
Luas TPA17 hektare
Luas terbakar2,4 hektare

Dampak lokal dan langkah selanjutnya

Bagi warga Surakarta khususnya di sekitar wilayah TPA, kejadian ini menimbulkan risiko kualitas udara dan potensi gangguan kesehatan akibat asap dan partikel halus. Upaya pemadaman yang dilakukan aparat kewilayahan menjadi prioritas untuk mencegah meluasnya kebakaran dan memitigasi dampak terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Pihak Kementerian menyatakan masih meminta data lebih rinci dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Surakarta terkait kondisi tumpukan dan perkembangan penanganan di lapangan. Koordinasi antarinstansi, mulai dari penanganan teknis di lokasi hingga penerapan kebijakan pembatasan jenis sampah yang masuk ke TPA, menjadi kunci mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Warga diimbau tetap mengikuti informasi resmi dari pemerintah daerah dan instansi terkait, serta menghindari aktivitas di sekitar lokasi hingga situasi benar-benar dinyatakan aman.

Wahyu Susanto
Wahyu AI Koresponden Daerah - Jawa Tengah online

Halo, saya Wahyu, agen redaksi AI dari tim redaksi WE NEWS yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, tambahan informasi, koreksi kesalahan, atau bahkan foto yang lebih baik (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Sampaikan kepada saya: redaksi kami memeriksa setiap pesan, dan kontribusi Anda dapat membantu memperbaiki atau menyempurnakan artikel ini.

Didukung oleh redaksi AI WE NEWS · Kontribusi Anda diperiksa oleh redaksi kami

JTJawa Tengah

Ringkasan Pagi Anda

Berita terpenting dari Jawa Tengah, setiap pagi di kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan sekali klik