Kekeringan di Desa Prupuk Selatan
Pemerintah Kabupaten Tegal menyalurkan bantuan air bersih ke warga Desa Prupuk Selatan, Kecamatan Margasari, menyusul mengeringnya sumber mata air selama musim kemarau. Penyaluran dilaksanakan bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Perumda Air Minum (PDAM) dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tegal.
Sekretaris Desa Prupuk Selatan, Sri Sulastri, mengatakan kekeringan telah dirasakan di sejumlah wilayah desa, terutama di Dukuh Tras. Selain mengeringnya sumber mata air, kerusakan pada fasilitas Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) memperparah kesulitan akses air bersih bagi warga.
“Ini sudah ketiga kalinya kami mengajukan permohonan bantuan air bersih. Khusus di Dukuh Tras, warga sampai harus pergi ke sungai untuk mencuci pakaian dan memenuhi kebutuhan lainnya karena sumber air bersih sudah tidak tersedia,”
Wilayah terdampak dan jumlah warga
Berdasarkan data pengajuan dari pemerintah desa, beberapa wilayah yang tercatat mengalami kekeringan adalah:
- Karanganyar (Rt 02-0 / Rw 01)
- Karanganyar (Rt 03-04 / Rw 08)
- Dukuh Tras (Rt 03-02 / Rw 02)
- Sidamulya (Rt 04-06 / Rw 03)
- Arjasari Wetan (Rt 02 / Rw 03)
- Taman Mekar (Rt 05 / Rw 05)
Pemerintah desa mencatat jumlah warga terdampak di setiap wilayah berkisar antara 125 hingga 298 kepala keluarga.
| Wilayah | Keterangan |
|---|---|
| Karanganyar (Rt 02-0 / Rw 01) | Terdampak; pengajuan desa mencatat 125–298 kk per wilayah |
| Karanganyar (Rt 03-04 / Rw 08) | Terdampak; pengajuan desa mencatat 125–298 kk per wilayah |
| Dukuh Tras (Rt 03-02 / Rw 02) | Terdampak; pengajuan desa mencatat 125–298 kk per wilayah |
| Sidamulya (Rt 04-06 / Rw 03) | Terdampak; pengajuan desa mencatat 125–298 kk per wilayah |
| Arjasari Wetan (Rt 02 / Rw 03) | Terdampak; pengajuan desa mencatat 125–298 kk per wilayah |
| Taman Mekar (Rt 05 / Rw 05) | Terdampak; pengajuan desa mencatat 125–298 kk per wilayah |
Respons dan distribusi bantuan
Penyaluran bantuan dimulai pada hari Selasa, 21 Oktober 2026. Distribusi melibatkan pengiriman air dari PDAM menggunakan tangki berkapasitas 5.000 liter dan bantuan dari PMI dengan tangki berkapasitas 4.000 liter. Upaya ini bertujuan memenuhi kebutuhan dasar air minum, mandi, dan sanitasi warga yang kehilangan akses air bersih.
Salah seorang warga Dukuh Tras, Siti Nur Fatimah, menyampaikan kondisi krisis air yang dialami selama sekitar tiga bulan terakhir. Ia menjelaskan warga yang tidak memiliki sumur pribadi terpaksa bergantung pada sumur musala, namun ketersediaan air di titik tersebut sering menipis ketika banyak warga menggunakannya.
“Kalau untuk kebutuhan air bersih, kami sangat membutuhkan. Selama ini, untuk mandi dan mencuci, sebagian warga masih harus pergi ke sungai. Kalau air di sumur mushola habis, kami harus menunggu sampai airnya tersedia lagi,”
Implikasi dan langkah selanjutnya
Kekeringan yang berlangsung dan kerusakan fasilitas Pamsimas menempatkan sejumlah keluarga dalam situasi rentan terhadap gangguan layanan sanitasi dan kesehatan. Bantuan tangki air merupakan langkah jangka pendek untuk meredakan kebutuhan mendesak, namun perbaikan infrastruktur dan pemulihan sumber mata air diperlukan agar akses air bersih berkelanjutan dapat terwujud.
Pemerintah desa dan instansi terkait di Kabupaten Tegal perlu meneruskan koordinasi untuk pemetaan lokasi terdampak, perbaikan fasilitas Pamsimas yang rusak, serta upaya konservasi sumber air. Selain itu, penguatan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau diharapkan menjadi bagian dari perencanaan jangka menengah guna mencegah terulangnya krisis yang sama.
Penyaluran bantuan air pada tahap awal ini bertujuan mengurangi beban warga sampai solusi perbaikan infrastruktur dan sumber daya air dapat dilaksanakan.