Ringkasan Dampak dan Bantuan
Kekeringan berlanjut di Kabupaten Pekalongan dengan puluhan desa yang mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan per September 2026 mencatat 18 desa di 10 kecamatan terdampak, melibatkan 18.149 warga yang membutuhkan pasokan air.
Sejak pengiriman pertama pada 16 Juli 2026, BPBD tercatat telah mendistribusikan 1.434.000 liter air bersih ke wilayah-wilayah terdampak. Distribusi dilakukan berdasarkan permohonan pemerintah desa setelah dilakukan penilaian lapangan untuk menentukan lokasi penempatan tangki air.
Kendala Operasional dan Pola Distribusi
Pelaksanaan dropping menghadapi hambatan armada. BPBD Kabupaten Pekalongan hanya memiliki satu kendaraan operasional. Untuk memperlancar distribusi, instansi memanfaatkan armada pinjaman dari Dinas Pekerjaan Umum dan dukungan Palang Merah Indonesia (PMI). Dengan total sekitar tiga kendaraan, rata-rata pemberian pasokan mencapai 10 tangki per hari atau setara sekitar 40.000 liter.
- Jumlah desa terdampak: 18 desa
- Jumlah kecamatan terdampak: 10 kecamatan
- Jumlah warga terdampak: 18.149 orang
- Total air yang disalurkan: 1.434.000 liter
| Parameter | Angka |
|---|---|
| Desa terdampak | 18 |
| Kecamatan terdampak | 10 |
| Warga terdampak | 18.149 |
| Total air didistribusikan | 1.434.000 liter |
Imbas ke Lembaga Pendidikan dan Kehidupan Sehari-hari
BPBD melaporkan dampak kekeringan tidak hanya dirasakan rumah tangga tetapi juga mulai menjangkau fasilitas umum seperti sekolah dan pondok pesantren yang mengalami kesulitan mendapat air bersih. Penyaluran air ke fasilitas pendidikan telah menjadi bagian dari upaya meredam gangguan layanan belajar dan kegiatan harian.
Keterangan Kepala Pelaksana BPBD dan Kepala Desa
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pekalongan menyatakan distribusi dilakukan atas dasar permohonan resmi dari pemerintah desa setelah dilakukan assessment untuk memetakan tingkat kekeringan dan titik penempatan tangki atau toren.
"Saat ini ada 18 desa di 10 kecamatan yang mengalami kekeringan. Total air bersih yang sudah kami distribusikan mencapai 1.434.000 liter untuk 18.149 warga terdampak," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pekalongan.
Kondisi sumber mata air sebagai andalan masyarakat di beberapa desa turut menunjukkan penurunan. Kepala Desa Ujungnegoro, Kecamatan Kesesi, melaporkan debit mata air menurun akibat kemarau panjang sehingga pasokan yang tersedia tidak mencukupi kebutuhan warga.
"Tahun ini kemaraunya cukup panjang sehingga mata air berkurang. Setelah dibagi rata pun masih kekurangan," ujar Kepala Desa Ujungnegoro.
Langkah Ke Depan dan Implikasi Lokal
Pemerintah daerah dan BPBD perlu mempertimbangkan langkah jangka menengah dan panjang untuk mengurangi kerentanan pasokan air, seperti peningkatan kapasitas penyimpanan air desa, pemetaan sumber air alternatif, serta perbaikan infrastruktur distribusi. Sementara itu, keterbatasan armada menuntut koordinasi lebih erat antar dinas dan dukungan pihak eksternal agar penyaluran dapat menjangkau titik yang paling diperlukan secara berkelanjutan.
Bagi warga desa yang terdampak, prioritas saat ini tetap terpenuhi kebutuhan dasar harian. Namun tanpa upaya mitigasi lebih komprehensif, potensi gangguan pada layanan pendidikan dan kesehatan serta aktivitas ekonomi warga dapat meningkat seiring berlanjutnya musim kemarau.
BPBD Kabupaten Pekalongan membuka jalur komunikasi bagi pemerintah desa yang belum menerima bantuan untuk mengajukan permohonan resmi sehingga penyaluran dapat diatur sesuai prioritas dan kondisi lapangan.