Kebakaran di Sekolah Milik Lanud Sutan Sjahrir
Padang — Sebuah kebakaran menghanguskan empat ruangan di SMP Angkasa yang berada dalam lingkungan Lanud Sutan Sjahrir, Kelurahan Parupuak Tabiang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Rabu siang. Kejadian itu menyebabkan tiga ruang kelas dan satu gudang dilalap api, dengan estimasi kerugian materi mencapai Rp900 juta.
Informasi awal di lokasi menyebutkan kebakaran pertama kali terlihat oleh Kepala SMP Angkasa, Harri Hargadi Eka Putra (50), yang juga tercatat sebagai anggota TNI. Menurut saksi, muncul percikan api disertai asap tebal dari salah satu ruangan sekolah sehingga langsung mengundang kepanikan karena saat itu aktivitas siswa masih berlangsung.
Respon Cepat Pemadam dan Bantuan TNI AU
Kepala Bidang Operasional dan Sarana Prasarana Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang, Rinaldi, menyatakan pihaknya menerima laporan pada 14.17 WIB. Armada pemadam berangkat dari markas yang berjarak sekitar 6,5 kilometer dan tiba di lokasi dalam waktu sekitar sembilan menit.
- Waktu laporan: 14.17 WIB
- Armada Dinas Damkar: 5 unit
- Personel Damkar: 75 orang
- Durasi pemadaman: sekitar 38 menit
- Area aman dinyatakan: 15.05 WIB
Selain unit milik Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang, proses pemadaman turut dibantu oleh satu unit fire truck milik TNI Angkatan Udara serta dukungan dari jajaran Polri setempat. Penggalangan sumber daya dan koordinasi ini membantu meminimalkan risiko penyebaran api ke bangunan lain di kompleks Lanud.
"Penanganan selesai sekitar pukul 15.05 WIB. Jumlah yang terbakar sebanyak empat ruangan, yakni tiga ruang kelas dan satu gudang,"
Dampak pada Aktivitas Sekolah dan Tindak Lanjut
Kebakaran yang terjadi pada siang hari ikut mengganggu aktivitas pembelajaran. Meski tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini, kepanikan sempat terjadi mengingat lokasi berada di lingkungan pangkalan udara yang aktif. Pihak sekolah, yayasan, dan otoritas terkait perlu segera meninjau kelanjutan proses belajar mengajar, keamanan gedung, serta rencana perbaikan sarana yang rusak.
Kerugian materi yang diperkirakan sebesar Rp900 juta menjadi catatan penting bagi pengelola sekolah dan yayasan. Selain memperhitungkan biaya rekonstruksi ruang yang terbakar, pihak sekolah harus menilai kondisi dokumen, peralatan pendidikan, serta buku yang mungkin rusak dalam gudang yang terbakar.
| Item | Jumlah/Status |
|---|---|
| Ruang kelas terbakar | 3 |
| Gudang terbakar | 1 |
| Perkiraan kerugian | Rp900.000.000 |
| Unit damkar dikerahkan | 5 |
| Personel | 75 |
| Waktu pemadaman | 38 menit (sampai 15.05 WIB) |
Langkah selanjutnya yang diperlukan adalah investigasi penyebab kebakaran. Sumber awal menyebutkan percikan api dari salah satu ruangan menjadi titik asal, namun penyebab pasti e.g. korsleting listrik atau faktor lain perlu dikonfirmasi melalui pemeriksaan teknis. Hasil pemeriksaan penting untuk menentukan tindakan pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang, terutama pada bangunan sekolah yang menampung anak didik.
Seperti daun baliang yang terguncang angin, peristiwa ini mengingatkan kita bahwa keselamatan anak didik dan keberlanjutan proses pendidikan bergantung pada kesiapsiagaan serta pengelolaan risiko. Koordinasi antara pihak sekolah, yayasan Ardhya Garini, Komando Lanud, serta dinas teknis kota menjadi kunci menyusun rencana pemulihan dan perbaikan sarana.
Pihak Dinas Pemadam Kebakaran dan instansi terkait di Kota Padang diharapkan terus memberikan informasi perkembangan penanganan dan hasil investigasi kepada publik, agar masyarakat, orang tua wali siswa, serta pemangku kepentingan dapat mengikuti langkah-langkah perbaikan dan mitigasi yang diambil.
Peliputan akan terus diperbarui apabila ada perkembangan resmi dari pihak sekolah, yayasan, atau dinas terkait.