MUARO JAMBI — Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar bersama Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Mayjen TNI Budi Irawan melakukan pemantauan langsung kebakaran lahan gambut di Kabupaten Muaro Jambi, Rabu. Pemantauan tersebut dilakukan melalui patroli udara menggunakan pesawat bersayap tetap milik BNPB untuk memastikan respons penanganan berjalan optimal.
Hasil pemantauan dan kondisi lapangan
Tim menyisir titik-titik kebakaran di Desa Persiapan Air Merah, Kecamatan Sungai Gelam. Berdasarkan pengamatan tim, sejumlah titik api dinyatakan telah berhasil dipadamkan. Namun, tim pelaksana masih menemukan asap di area terdampak sehingga kegiatan pendinginan dan pengawasan terus berlangsung untuk mencegah kebakaran kembali menyala.
"Alhamdulillah, api sudah padam, namun masih ada asap sehingga pendinginan dan pemantauan terus dilakukan,"
Pernyataan itu disampaikan oleh Kapolda Krisno saat meninjau lokasi. Ia menekankan pentingnya proses pendinginan menyeluruh pada lahan gambut karena karakter gambut yang mudah menyimpan panas dan berpotensi menimbulkan titik api yang tersembunyi.
Tingkat kerusakan dan upaya penanganan
Berdasarkan data pemantauan yang disampaikan oleh pihak berwenang, lebih dari 50 hektare lahan gambut di Desa Persiapan Air Merah terdampak kebakaran dalam kurun sepekan terakhir. Satgas Karhutla di lapangan melakukan berbagai metode penanggulangan, termasuk pemadaman darat dan operasi water bombing untuk menurunkan intensitas kebakaran di area yang sulit dijangkau.
- Patroli udara untuk memetakan titik api dan aksesibilitas
- Pemadaman darat oleh tim gabungan
- Operasi water bombing pada area terpencil
- Pendinginan dan pemantauan berkelanjutan untuk mencegah kebakaran ulang
Deputi Penanganan Darurat BNPB, Mayjen TNI Budi Irawan, menyatakan bahwa sinergi lintas instansi terus diperkuat agar respons penanggulangan berlangsung cepat, terukur, dan efektif. Kolaborasi ini melibatkan unsur kepolisian, TNI, BPBD, dan satgas karhutla setempat.
Penegakan hukum dan penyelidikan
Selain aspek operasional pemadaman, Polda Jambi menegaskan akan melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kebakaran dan pihak yang bertanggung jawab setelah kondisi lahan dinilai aman. Sampai saat ini, Polda telah menerima enam laporan polisi dan menindaklanjuti kasus dengan menangani tujuh tersangka terkait perkarahutan dan lahan.
"Penegakan hukum akan kami lakukan secara tegas," kata Kapolda Krisno, sambil meminta dukungan masyarakat untuk membantu proses penyelidikan yang berjalan.
Dampak ekologis dan kesehatan
Kebakaran lahan gambut memiliki konsekuensi jangka pendek dan panjang. Segera, asap dari pembakaran dapat menurunkan kualitas udara sehingga berdampak pada kesehatan pernapasan masyarakat di sekitar. Secara ekologis, kebakaran gambut melepaskan karbon yang tersimpan dan mengurangi fungsi ekosistem gambut sebagai penyimpan air dan karbon, memperburuk kerentanan wilayah terhadap banjir di musim hujan.
Karakter gambut yang mudah terbakar dan sulit dipadamkan membuat proses pemulihan lapangannya memerlukan waktu dan intervensi yang hati-hati. Oleh sebab itu, upaya pendinginan dan pemantauan pasca-padam adalah langkah krusial untuk memastikan kebakaran tidak merebak kembali.
Langkah ke depan dan imbauan
Pihak berwenang menegaskan beberapa langkah lanjutan:
- Melanjutkan pendinginan area terdampak hingga seluruh titik asap hilang.
- Melakukan penyelidikan forensik untuk menentukan penyebab dan pelaku kebakaran.
- Mengintensifkan sosialisasi pencegahan kebakaran lahan kepada masyarakat setempat.
Polda Jambi mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar dan melaporkan kegiatan mencurigakan di kawasan gambut. Dukungan warga penting agar upaya penegakan hukum dan rehabilitasi lingkungan dapat berjalan efektif.
| Keterangan | Data |
|---|---|
| Luas terdampak | >50 hektare |
| Laporan polisi diterima | 6 |
| Jumlah tersangka ditangani | 7 |
Pemantauan langsung oleh Kapolda dan BNPB menandai perhatian serius terhadap kebakaran lahan gambut di Muaro Jambi. Keberlanjutan penanganan, penegakan hukum, serta keterlibatan komunitas dan pemangku kepentingan menjadi kunci mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.