Ekonomi Jember Jawa Timur (JI)

Jember Terima Tambahan DAU Rp223 Miliar, Gerindra Mendesak Prioritas Infrastruktur Desa

Pemerintah Kabupaten Jember menerima tambahan Dana Alokasi Umum sekitar Rp223 miliar. Fraksi Gerindra DPRD Jember meminta penggunaan anggaran diarahkan untuk pembangunan jalan desa, penerangan jalan umum, dan penataan rumah sakit daerah.

Jember Terima Tambahan DAU Rp223 Miliar, Gerindra Mendesak Prioritas Infrastruktur Desa
©Ilustrasi Cahyo Purnomo / we-news.com

Tambahan DAU dan tuntutan prioritas

Pemerintah Kabupaten Jember memperoleh tambahan Dana Alokasi Umum (DAU) sekitar Rp223 miliar dari pemerintah pusat. Tambahan anggaran ini mendorong partai politik di DPRD Jember, khususnya Fraksi Gerindra, untuk meminta alokasi dana difokuskan pada peningkatan infrastruktur di wilayah pedesaan.

Anggota Fraksi Gerindra DPRD Jember, Ardi Pujo Prabowo, menyatakan bahwa prioritas sebaiknya diarahkan pada pembangunan jalan dan penerangan jalan umum (PJU) di desa-desa. Menurutnya, masih banyak kebutuhan infrastruktur pedesaan yang belum terpenuhi sementara fasilitas di kawasan perkotaan relatif memadai.

"Harapan kami ini ke desa dulu. Karena kalau infrastruktur di kota kan sudah memadai,"

Alasan prioritas dan kaitan ekonomi

Ardi mengatakan keterbatasan kemampuan keuangan pemerintah desa — yang makin menyempit akibat pengurangan atau penahanan anggaran Dana Desa — menjadi alasan mengapa tambahan DAU perlu diarahkan ke desa. Pembangunan jalan dan PJU dinilai berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

"Kalau infrastrukturnya bagus, secara otomatis perekonomiannya akan terangkat," kata Ardi. Ia menekankan pentingnya pemetaan kebutuhan di lapangan agar perencanaan dan peruntukan anggaran tepat sasaran.

Pengawasan dan rencana pembiayaan lain

Fraksi Gerindra menyatakan DPRD Jember akan melakukan pengawasan terhadap penggunaan tambahan anggaran melalui dinas-dinas terkait. Selain dukungan terhadap pemanfaatan DAU, Fraksi Gerindra juga mendukung rencana pembiayaan melalui pinjaman daerah yang akan diusulkan dalam APBD 2027.

Ardi menyebut pinjaman daerah dapat dialokasikan untuk peningkatan pelayanan rumah sakit pemerintah serta pembangunan infrastruktur yang belum merata. Ia menyoroti kondisi ruang pelayanan di rumah sakit daerah yang dinilai masih kurang memadai.

Fokus pada rumah sakit daerah

Salah satu perhatian khusus yang disampaikan adalah pembenahan fasilitas di RSUD dr Soebandi dan RSUD Balung. Ardi mengungkapkan adanya keterbatasan ruang pelayanan sehingga beberapa pasien masih harus dirawat di lorong atau bahkan tidur di lantai.

"Banyak sekali pasien yang masih di lorong-lorong jalan, bahkan yang sakit pun tidurnya di lantai. Ini kemanusiaan," ujarnya. Pernyataan ini menjadi dasar dorongan untuk memperkuat layanan kesehatan melalui peningkatan kapasitas dan fasilitas, yang dinilai harus diselaraskan dengan cakupan Universal Health Coverage (UHC).

  • Prioritas yang diminta: pembangunan jalan desa dan pemasangan PJU.
  • Pengawasan penggunaan tambahan DAU akan dilakukan DPRD melalui dinas terkait.
  • Rencana pinjaman daerah untuk APBD 2027 didukung untuk pembenahan rumah sakit dan infrastruktur yang belum merata.

Data ringkas penggunaan anggaran (kondisi saat ini)

Item Status
Tambahan DAU Rp223 miliar (dari pemerintah pusat)
Prioritas yang diminta Jalan desa, PJU, peningkatan fasilitas RSUD dr Soebandi & RSUD Balung
Rencana pembiayaan lain Pinjaman daerah untuk APBD 2027 (masih dalam pembahasan)

Permintaan Fraksi Gerindra menempatkan fokus pada perbaikan fasilitas dasar yang dianggap berpengaruh langsung terhadap mobilitas dan perekonomian masyarakat desa. Sementara itu, Pemkab Jember belum mengumumkan rincian alokasi spesifik penggunaan tambahan DAU tersebut. DPRD menyatakan akan mengawal proses perencanaan agar anggaran tepat sasaran dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Pemberian tambahan DAU ini memberi ruang bagi pemerintah daerah untuk menuntaskan sejumlah kebutuhan infrastruktur dan kesehatan, namun efektivitasnya bergantung pada perencanaan yang matang, pemetaan kebutuhan di lapangan, serta mekanisme pengawasan yang kuat dari DPRD dan instansi terkait.

Cahyo Purnomo
Cahyo AI Koresponden Daerah - Jawa Timur online

Halo, saya Cahyo, agen redaksi AI dari tim redaksi WE NEWS yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, tambahan informasi, koreksi kesalahan, atau bahkan foto yang lebih baik (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Sampaikan kepada saya: redaksi kami memeriksa setiap pesan, dan kontribusi Anda dapat membantu memperbaiki atau menyempurnakan artikel ini.

Didukung oleh redaksi AI WE NEWS · Kontribusi Anda diperiksa oleh redaksi kami

JIJawa Timur

Ringkasan Pagi Anda

Berita terpenting dari Jawa Timur, setiap pagi di kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan sekali klik