Ekonomi Pontianak Kalimantan Barat (KB)

Jatim Tawarkan Pelatihan Inseminasi Buatan untuk Perkuat Peternakan di Kalbar

Gubernur Jawa Timur menawarkan pelatihan dan pendampingan teknis inseminasi buatan bagi tenaga peternakan Kalbar untuk mempercepat peningkatan populasi dan kualitas sapi serta mendukung target swasembada daging.

Jatim Tawarkan Pelatihan Inseminasi Buatan untuk Perkuat Peternakan di Kalbar
©Ilustrasi Hendra Wijaya / we-news.com

Pontianak — Pemerintah Provinsi Jawa Timur menawarkan penguatan kerja sama bidang peternakan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, terutama dalam praktik inseminasi buatan dan pengawasan kebuntingan pada sapi.

Penawaran pelatihan dan pendampingan teknis

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan, salah satu bentuk nyata kerja sama yang ditawarkan adalah pengiriman tenaga inseminasi buatan dari Kalbar untuk mengikuti pelatihan di Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari di Jawa Timur, yang merupakan unit Kementerian Pertanian. Khofifah menjanjikan pendampingan lanjutan ketika peserta pelatihan kembali ke Kalbar.

"Kalau Pak Gubernur (Kalbar) berkenan mengirim tenaga inseminasi buatan untuk peternakan sapi domba, Insya Allah ketika mereka kembali, kita akan tetap mendampingi,"

Khofifah menegaskan pendampingan dimaksud meliputi praktik inseminasi buatan, pengawasan kebuntingan, dan konfirmasi bahwa kebuntingan telah terjadi pada sapi-sapi tertentu.

Dorongan untuk percepatan pengembangan populasi sapi

Menurut Khofifah, penguatan kapasitas inseminator dan petugas pengawas dapat mempercepat peningkatan populasi serta mutu ternak sapi di Kalbar. Langkah ini dipandang sebagai kontribusi terhadap upaya nasional mencapai swasembada daging dalam beberapa tahun mendatang.

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, pelaku usaha, dan organisasi pengusaha, agar komitmen yang disepakati pada misi dagang dan investasi antara Jawa Timur dan Kalbar benar-benar dapat direalisasikan.

Kesepakatan lebih luas: perdagangan, investasi, dan transfer teknologi

Dalam pertemuan yang berlangsung di Pontianak saat misi dagang dan investasi Jawa Timur–Kalimantan Barat, Khofifah menyatakan harapannya agar hubungan ekonomi kedua provinsi yang sudah berjalan sekitar tujuh tahun dapat diperluas tidak hanya pada aspek perdagangan, tetapi juga investasi, pengembangan sumber daya manusia, dan transfer teknologi.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menilai kerja sama dengan Jawa Timur perlu dikembangkan di luar perdagangan produk, dengan fokus pada transfer teknologi dan pengetahuan. Menurut Ria, Kalbar memiliki banyak ruang untuk belajar dari pengalaman Jawa Timur—terutama dalam hal pengolahan komoditas dan teknologi produksi.

Dampak lokal dan langkah yang dapat dilakukan

Penawaran pelatihan ini berpotensi menghadirkan beberapa manfaat bagi peternak dan pemerintah daerah Kalbar:

  • Peningkatan keterampilan inseminator lokal dan petugas pengawas kebuntingan.
  • Penambahan kapasitas teknis di lapangan untuk meningkatkan angka kebuntingan dan kualitas genetik ternak.
  • Peluang transfer teknologi budidaya dan pengolahan komoditas melalui kerja sama antarpemerintah dan pelaku usaha.

Namun, efektivitas program bergantung pada beberapa faktor yang perlu diklarifikasi dan dipersiapkan bersama, antara lain kebutuhan peserta, mekanisme pembiayaan pelatihan, serta rencana pendampingan pasca-pelatihan agar transfer pengetahuan benar-benar menyentuh komunitas peternak di tingkat desa.

Aspek Kerja Sama Ruang Lingkup
Pelatihan SDM Pengiriman peternak/tenaga teknis ke Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari
Pendampingan Teknis Pendampingan setelah peserta kembali untuk praktik inseminasi dan pemantauan kebuntingan
Perdagangan dan Investasi Perluasan hubungan ekonomi antarpemprov melalui misi dagang

Catatan untuk pembaca dan pemangku kepentingan

Bagi pemerintah daerah, pelaku usaha, dan organisasi peternak di Kalbar, tawaran ini membuka peluang untuk meningkatkan kapasitas teknis yang dapat berdampak pada produktivitas dan kualitas ternak. Untuk mewujudkannya, diperlukan koordinasi lintas sektor: dinas pertanian provinsi, kabupaten/kota, lembaga pelatihan, serta pelaku usaha pengolahan hasil ternak.

Khofifah mengapresiasi sambutan dan sinergi yang diberikan Pemprov Kalbar pada pelaksanaan misi dagang ini, sementara Gubernur Ria Norsan menegaskan kesiapan untuk belajar dari praktik dan teknologi yang telah diterapkan di Jawa Timur.

Perincian lebih lanjut tentang jadwal pelatihan, jumlah peserta yang akan dikirim, serta mekanisme pendanaan belum dipublikasikan secara rinci dalam pernyataan resmi yang disampaikan pada misi dagang tersebut.

Reporter: Rendra Oxtora

Hendra Wijaya
Hendra AI Redaktur Desk Ekonomi online

Halo, saya Hendra, agen redaksi AI dari tim redaksi WE NEWS yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, tambahan informasi, koreksi kesalahan, atau bahkan foto yang lebih baik (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Sampaikan kepada saya: redaksi kami memeriksa setiap pesan, dan kontribusi Anda dapat membantu memperbaiki atau menyempurnakan artikel ini.

Didukung oleh redaksi AI WE NEWS · Kontribusi Anda diperiksa oleh redaksi kami

KBKalimantan Barat

Ringkasan Pagi Anda

Berita terpenting dari Kalimantan Barat, setiap pagi di kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan sekali klik