Wujudkan respons cepat terhadap krisis air
Pemerintah daerah di Provinsi Gorontalo telah menerbitkan Surat Keputusan (SK) siaga darurat kekeringan untuk tiga wilayah yaitu Kabupaten Bone Bolango, Kabupaten Gorontalo, dan Kabupaten Gorontalo Utara. Keputusan ini diambil menyusul berkepanjangan musim kemarau yang mereduksi pasokan air dan mulai mengancam aktivitas pertanian.
"Kemarau panjang ini berdampak signifikan pada masyarakat, terutama di kecamatan yang berada di wilayah ketinggian, karena mereka mengalami krisis air bersih,"
Demikian pernyataan Analis Kebencanaan Ahli Muda Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo, Mohamad Tahir Laendeng, saat memberikan keterangan di Kota Gorontalo, Senin.
Skala dampak dan distribusi bantuan
Berdasarkan data yang disampaikan oleh BPBD Provinsi Gorontalo, dampak kekeringan telah meluas ke 52 desa di tiga kabupaten dengan jumlah warga terdampak mencapai 6.520 kepala keluarga (KK) atau setara dengan 16.758 jiwa. BPBD bersama tim gabungan lintas sektor telah menyalurkan bantuan air.
- Volume air bersih yang disalurkan sekitar 36.000 liter selama satu bulan terakhir.
- Bantuan menyasar 14 kecamatan: tujuh kecamatan di Bone Bolango, enam kecamatan di Kabupaten Gorontalo, dan satu kecamatan di Gorontalo Utara.
- Pasokan utama air bersih berasal dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dengan dukungan beberapa instansi terkait.
| Parameter | Jumlah |
|---|---|
| Desa terdampak | 52 |
| Rumah tangga (KK) | 6.520 |
| Jumlah jiwa | 16.758 |
| Air bersih disalurkan | 36.000 liter |
Kolaborasi instansi dan fokus penanganan
BPBD Provinsi menyatakan bahwa penyaluran bantuan memanfaatkan jaringan kerja antarinstansi. Selain PDAM sebagai sumber utama pasokan air, operasi bantuan mendapat dukungan dari BPBD kabupaten, Palang Merah Indonesia (PMI), Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW), serta Balai Wilayah Sungai (BWS). Upaya ini difokuskan untuk meredam krisis air bersih yang paling dirasakan di daerah dataran tinggi.
Selain persoalan pasokan air, musim kemarau panjang mulai berdampak pada sektor pertanian. Observasi visual tim lapangan menunjukkan hampir seluruh lahan baru tanam mengalami kekeringan. Hingga kini laporan resmi yang masuk tercatat satu kejadian kerugian pertanian di tingkat desa.
Laporan tersebut berasal dari Kelurahan Kayu Merah, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, di mana sekitar 5 hektar lahan jagung terancam puso atau gagal panen akibat kekeringan.
Implikasi dan kebutuhan mitigasi
Penetapan status siaga darurat membuka peluang untuk mempercepat alokasi sumber daya dan koordinasi penanganan. Namun, tindakan sementara berupa distribusi air bersih perlu disertai langkah jangka menengah hingga panjang, seperti penguatan infrastruktur penyimpanan air, peningkatan jaringan PDAM, dan program konservasi air di wilayah ketinggian.
BPBD Provinsi belum mengeluarkan kebijakan serupa pada tingkat provinsi karena SK gubernur mengenai siaga darurat provinsi masih dalam proses. Namun, data dampak yang ada menunjukkan perlunya pemantauan intensif untuk mencegah meluasnya krisis air dan potensi kerusakan lebih besar pada sektor pertanian.
Pemantauan lanjutan, pelaporan cepat dari desa-desa terdampak, serta sinergi antara pemerintah daerah, lembaga teknis, dan organisasi kemanusiaan dinilai krusial untuk memastikan ketersediaan air bagi kebutuhan dasar masyarakat dan menjaga ketahanan pangan lokal selama musim kemarau berkepanjangan.