Program wajib satu tahun prasekolah diperkenalkan di Gianyar
Pemerintah Kabupaten Gianyar menggencarkan upaya memastikan seluruh anak usia 5–6 tahun mengikuti wajib belajar satu tahun prasekolah melalui jalur Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Peluncuran gerakan itu dilakukan dalam deklarasi "Gelari Gianyar Wajar" yang digelar di Balai Budaya Gianyar pada akhir pekan lalu bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.
Bunda PAUD Gianyar, Surya Adnyani Mahayastra, menyatakan kegiatan pendataan dan penjangkauan menjadi langkah utama agar tidak ada anak yang terlewat dari layanan PAUD. "Ini demi mewujudkan transisi PAUD ke sekolah dasar (SD) yang menyenangkan dan tanpa tekanan," kata Surya Adnyani Mahayastra dalam acara deklarasi.
Strategi pelaksanaan: kolaborasi lintas tingkat pemerintahan dan masyarakat
Menurut panitia pelaksana gerakan, pelaksanaan Gelari Gianyar Wajar menitikberatkan pada koordinasi antarlevel pemerintahan dan pemangku kepentingan masyarakat. Pendataan anak usia 5–6 tahun akan dilakukan oleh camat, perbekel (kepala desa)/lurah, serta Bunda PAUD di tingkat desa dan kelurahan. Upaya ini sekaligus memperkuat program "satu desa satu PAUD" dan memperlancar transisi PAUD ke SD.
"Usia dini merupakan masa emas pembentukan fondasi moral, sosial, emosional, dan kognitif anak sehingga penting PAUD kepada anak usia 5–6 tahun,"
Pernyataan tersebut menegaskan fokus pada kualitas serta aspek psikososial anak dalam proses transisi menuju pendidikan dasar.
Festival PAUD inklusif dan partisipasi anak berkebutuhan khusus
Pelaksana Tugas Sekretaris Dinas Pendidikan Gianyar, Gusti Ngurah Putu Adnyana, menyampaikan kegiatan deklarasi diikuti oleh sekitar 800 peserta didik PAUD se-Kabupaten Gianyar. Peserta termasuk anak berkebutuhan khusus dari satuan PAUD inklusif serta lembaga layanan khusus yang ambil bagian dalam pelaksanaan Festival PAUD Inklusif.
Festival tersebut dikemas melalui berbagai perlombaan yang dimaksudkan sebagai bentuk komitmen menjadikan pendidikan PAUD yang setara, aman, dan ramah anak. Keterlibatan anak berkebutuhan khusus dalam kegiatan ini menjadi indikator upaya inklusivitas layanan pendidikan usia dini di Gianyar.
- Pendataan terpadu oleh camat, perbekel/lurah, dan Bunda PAUD;
- Penguatan program satu desa satu PAUD;
- Pelaksanaan Festival PAUD Inklusif melibatkan anak berkebutuhan khusus.
Gerakan Gelari Gianyar Wajar dirancang sebagai kolaborasi antara Bunda PAUD, organisasi perangkat daerah, pemerintah desa/kelurahan, satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat. Pendekatan multisektoral tersebut diharapkan mampu memperkecil angka anak yang belum menerima layanan prasekolah.
Implikasi bagi keluarga dan lembaga pendidikan
Bagi keluarga, kebijakan wajib belajar satu tahun prasekolah memberi peluang pemantapan kesiapan anak memasuki jalur pendidikan formal SD tanpa tekanan berlebih. Bagi lembaga PAUD dan satuan pendidikan, program ini menuntut peningkatan kapasitas layanan, penguatan sarana-prasarana, serta pendekatan yang responsif terhadap kebutuhan anak, termasuk kebutuhan spesifik anak berkebutuhan khusus.
Keberhasilan program ini bergantung pada kualitas pendataan di tingkat desa/kelurahan dan ketersediaan layanan PAUD yang memadai. Langkah selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah alokasi sumber daya dari pemerintah kabupaten serta sinergi dengan keluarga dan komunitas adat untuk memastikan program berjalan selaras dengan nilai-nilai lokal dan kebutuhan anak.
| Aspek | Keterangan |
|---|---|
| Target usia | 5–6 tahun |
| Jumlah peserta dalam deklarasi | ±800 peserta didik PAUD |
| Komponen gerakan | Pendataan, satu desa satu PAUD, transisi menyenangkan, inklusivitas |
Sebagai koresponden daerah, saya mencatat bahwa pendekatan yang menghormati adat dan melibatkan seluruh lapisan masyarakat menjadi kunci untuk memperkuat layanan pendidikan anak usia dini di Gianyar. Implementasi di lapangan perlu terus dipantau agar tujuan transisi yang aman dan menyenangkan bagi anak benar-benar tercapai.