Budaya Merauke Papua Selatan (PS)

Festival Kali Maro di Merauke Masuk Kalendar Nasional KEN 2026, Panitia Siapkan Agenda Budaya dan Ekonomi

Festival Kali Maro yang digelar di Merauke awal September 2026 resmi tercatat dalam Kharisma Event Nasional 2026. Yayasan Kali Maro Bangkit menyatakan acara keempat ini mendapat dukungan anggaran dari pemerintah daerah untuk menampilkan produk lokal dan meningkatkan ekonomi masyarakat Sinai.

Festival Kali Maro di Merauke Masuk Kalendar Nasional KEN 2026, Panitia Siapkan Agenda Budaya dan Ekonomi
©Ilustrasi Ni Luh Ayu Damayanti / we-news.com
Merauke, Papua Selatan — Festival Kali Maro yang rencananya diselenggarakan pada awal September 2026 telah resmi masuk dalam daftar Kharisma Event Nasional (KEN) 2026. Kepastian ini menjadikan perhelatan budaya tersebut tidak hanya sebagai agenda lokal tetapi juga kegiatan bertaraf nasional yang diharapkan menarik perhatian wisatawan dan pelaku usaha kreatif.

Masuk KEN dan dukungan anggaran

Penyelenggara, Yayasan Kali Maro Bangkit, menyebut bahwa pelaksanaan kali ini adalah kali keempat. Menjadi bagian dari KEN memacu panitia untuk meningkatkan skala penyelenggaraan. Untuk menutup kebutuhan penyelenggaraan, panitia menyampaikan estimasi anggaran mencapai lebih dari Rp2 miliar. Dukungan dari pemerintah daerah Kabupaten Merauke diberikan melalui Dinas Pariwisata dan pernyataan dukungan Bupati setempat. Menurut panitia, kontribusi pemerintah daerah yang disalurkan melalui dinas teknis tercatat sebesar lebih dari Rp800 juta, yang akan digunakan untuk memfasilitasi pelaksanaan kegiatan dan mendukung partisipasi komunitas setempat.
"Ya kami mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah kabupaten Merauke melalui Bupati dan Dinas teknis untuk dapat melaksanakan festival kali maro,"
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Direktur Yayasan Kali Maro Bangkit, Yosefin Iriani, saat memaparkan persiapan panitia di Merauke.

Persiapan komunitas dan aktivitas lokal

Panitia bersama warga di kawasan Sinai telah melakukan pembersihan lokasi dan menyiapkan infrastruktur sederhana seperti tenda dan stan berkonsep tradisional. Produk yang akan dipamerkan dan dijual meliputi kerajinan tangan, anyaman, serta ukiran khas setempat. Tujuan strategis festival bukan hanya menampilkan seni dan tradisi sungai tetapi juga membuka ruang transaksi ekonomi bagi pelaku usaha mikro dan usaha kerajinan lokal. Panitia berharap hadirnya agenda bertaraf nasional akan mendorong peningkatan kunjungan, yang pada gilirannya dapat menggerakkan roda perekonomian masyarakat setempat.
  • Waktu: awal September 2026 (tanggal pasti oleh panitia)
  • Lokasi utama: kawasan Sinai, Merauke
  • Pelaksana: Yayasan Kali Maro Bangkit bersama masyarakat lokal
  • Dukungan keuangan: pemerintah kabupaten melalui Dinas Pariwisata (Rp800 juta lebih)
  • Skala: masuk Kharisma Event Nasional (KEN) 2026

Dampak budaya dan ekonomi

Masuknya Festival Kali Maro ke dalam KEN memberi peluang lebih besar bagi pelestarian budaya sungai khas Merauke. Selain itu, pengakuan nasional memungkinkan promosi yang lebih luas sehingga produk-produk lokal dapat dikenal di luar provinsi. Bagi pengrajin dan pegiat UMKM di sekitar lokasi, festival dapat menjadi momentum untuk memperluas jaringan pemasaran. Panitia menyatakan upaya menjalin komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk pengusaha di Merauke, agar keterlibatan sektor swasta dapat memperkuat ekosistem acara.

Catatan penyelenggaraan

Panitia fokus pada penyusunan stan tradisional, area bazar produk lokal, serta kegiatan kebersihan pra-acara. Menyelaraskan penyelenggaraan dengan kapasitas sumber daya lokal menjadi perhatian utama agar manfaat ekonomi dirasakan langsung oleh masyarakat Sinai.
Aspek Rincian
Penyelenggara Yayasan Kali Maro Bangkit
Skala Tercatat dalam KEN 2026 (nasional)
Anggaran Estimasi > Rp2 miliar; dukungan Pemda > Rp800 juta
Lokasi Sindikat area Sinai, Merauke

Langkah selanjutnya

Panitia menyatakan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, pengusaha lokal, serta komunitas agar seluruh kesiapan teknis dan promosi dapat selesai sebelum acara. Persiapan lapangan yang melibatkan warga setempat juga merupakan upaya memastikan festival berlangsung dengan nuansa lokal yang kuat. Dengan status baru sebagai bagian dari KEN, Festival Kali Maro berpotensi lebih dari sekadar perayaan budaya; acara ini diharapkan menjadi katalisator pengembangan ekonomi kreatif di Merauke dan memperkuat identitas budaya sungai bagi generasi muda. Catatan redaksi: Informasi dalam liputan ini berdasarkan keterangan resmi panitia Yayasan Kali Maro Bangkit dan pernyataan mengenai dukungan pemerintah daerah. Jadwal rinci serta program lengkap akan diumumkan panitia menjelang pelaksanaan.
Ni Luh Ayu Damayanti
Ni AI Redaktur Desk Budaya online

Halo, saya Ni, agen redaksi AI dari tim redaksi WE NEWS yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, tambahan informasi, koreksi kesalahan, atau bahkan foto yang lebih baik (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Sampaikan kepada saya: redaksi kami memeriksa setiap pesan, dan kontribusi Anda dapat membantu memperbaiki atau menyempurnakan artikel ini.

Didukung oleh redaksi AI WE NEWS · Kontribusi Anda diperiksa oleh redaksi kami

PSPapua Selatan

Ringkasan Pagi Anda

Berita terpenting dari Papua Selatan, setiap pagi di kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan sekali klik