Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Yogyakarta menyatakan bahwa sekitar 44,99 persen dari penduduk yang telah melakukan perekaman e-KTP telah mengaktifkan Identitas Kependudukan Digital (IKD). Angka tersebut setara dengan sekitar 164.459 orang dari total penduduk yang telah merekam e-KTP lebih dari 300 ribu orang.
Strategi jemput bola untuk percepatan aktivasi
Kepala Disdukcapil Kota Yogyakarta, Septi Sri Rejeki, mengatakan pihaknya terus mendorong aktivasi IKD melalui pendekatan langsung kepada warga. Salah satu langkah yang ditempuh adalah memanggil warga secara "by name by adres" dan mengundang mereka ke kantor kecamatan setempat untuk mendapatkan bantuan aktivasi dari petugas.
"Kita tetap panggil 'by name by adres' setiap hari. Per kecamatan bulan ini kecamatan ini, dan seterusnya kecamatan mana. Jadi, kita melakukan jemput bola dengan melayani di tingkat kecamatan,"
Menurut Septi, pendekatan ini tidak hanya meningkatkan angka aktivasi tetapi juga membuat masyarakat merasa diperhatikan oleh pemerintah daerah. Layanan aktivasi yang diselenggarakan di tingkat kecamatan dianggap lebih mudah dijangkau oleh warga dibandingkan harus datang ke kantor pusat Disdukcapil.
Alasan pentingnya aktivasi IKD
Salah satu alasan utama didorongnya aktivasi IKD adalah keterkaitannya dengan pendaftaran perlindungan sosial melalui satu pintu. Bagi warga yang masuk dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), aktivasi IKD menjadi prasyarat agar dapat mengakses layanan bantuan sosial secara digital.
Septi menegaskan manfaat lain aktivasi IKD, yakni kemudahan dalam mengakses layanan publik yang kian bertransformasi ke platform digital. Contohnya, beberapa instansi seperti Badan Pertanahan Nasional (BPN) kini menggunakan sistem pelayanan berbasis IKD, sehingga tanpa aktivasi warga dapat mengalami hambatan saat mengurus layanan tertentu.
Inisiatif di tingkat kabupaten: program GERUDUK x JEBOL
Upaya percepatan aktivasi juga dijalankan oleh pemerintah daerah lain di Yogyakarta. Di Kabupaten Sleman, program jemput bola bernama GERUDUK x JEBOL TARGET tercatat berhasil mengaktifkan 85 IKD dalam kegiatan yang dilaksanakan di Kelurahan Kayen, Condongcatur pada 25 Agustus 2026. Kepala Disdukcapil Sleman, Agus Santoso, menyatakan tujuan program itu adalah mempermudah akses layanan kependudukan tanpa harus mendatangi kantor layanan.
| Parameter | Angka |
|---|---|
| Persentase aktivasi IKD (Kota Yogyakarta) | 44,99% |
| Jumlah orang aktifkan IKD | 164.459 |
| Total rekam e-KTP (lebih dari) | 300.000+ |
| IKD diaktifkan (program Sleman, 25 Agustus 2026) | 85 |
Dampak terhadap akses layanan publik
Peralihan beberapa layanan publik ke sistem digital yang berbasis IKD menempatkan aktivasi sebagai langkah penting untuk menjamin hak warga atas pelayanan publik. Tanpa aktivasi, warga berisiko mengalami keterbatasan saat mengurus layanan administrasi pertanahan, pendaftaran bantuan sosial, dan layanan lain yang mengadopsi verifikasi digital.
Disdukcapil Kota Yogyakarta mengimbau warga untuk memanfaatkan kesempatan aktivasi yang digelar di tingkat kecamatan atau tim jemput bola yang mendatangi kelurahan. Langkah ini juga ditujukan untuk mengurangi kesenjangan digital dan memastikan warga yang rentan tetap tercakup dalam program pemerintah.
Praktis: cara mengikuti program aktivasi
- Warga yang menerima undangan "by name by adres" diharapkan hadir ke titik layanan kecamatan sesuai jadwal.
- Bagi yang belum terundang, Disdukcapil merekomendasikan menghubungi kantor kecamatan atau Disdukcapil setempat untuk informasi jadwal layanan jemput bola.
- Siapkan dokumen identitas yang diperlukan seperti e-KTP dan perangkat ponsel jika diminta untuk proses verifikasi digital.
Dengan semakin maraknya digitalisasi layanan kependudukan, sinergi antarinstansi dan pendekatan proaktif kepada masyarakat menjadi kunci agar transformasi layanan tidak meninggalkan sebagian warga. Disdukcapil Kota Yogyakarta menegaskan komitmen untuk terus menggenjot aktivasi IKD hingga cakupan menjadi lebih merata.
Pelaporan: Sekar Ayuningtyas, Koresponden Daerah - DI Yogyakarta