Aktivitas Lelang Menurun Sejak Juni
Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Sambung Jaya Mulya di Desa Karangreja, Kecamatan Suranenggala, Kabupaten Cirebon, mengalami penurunan aktivitas sejak bulan Juni. Pantauan di lokasi pada Sabtu, 5 September menunjukkan suasana lebih sepi dibanding biasanya; hanya tampak beberapa kendaraan roda dua warga yang datang untuk berbelanja ikan di pasar sekitar.
Ketua TPI Sambung Jaya Mulya, Tarji, mengatakan penyebab utama adalah kondisi cuaca yang tidak bersahabat dengan angin dan gelombang laut yang besar. Kondisi itu membuat nelayan mengurangi frekuensi melaut sehingga volume ikan yang masuk ke TPI berkurang signifikan.
"Itu sudah terjadi dari bulan 6 (Juni). Anginnya besar, gelombangnya besar,"
Tarji menjelaskan bahwa pada kondisi normal pelelangan ikan dapat berlangsung hampir setiap hari dengan nilai transaksi mencapai sekitar Rp18 juta per hari. Namun saat ini frekuensi pelelangan turun drastis; dalam sebulan kegiatan lelang hanya berlangsung sekitar tujuh kali, bergantung pada ada tidaknya hasil tangkapan yang masuk.
Dampak ke Harga dan Ketersediaan
Berkurangnya pasokan ikan di TPI berdampak langsung pada harga di pasar. Contoh yang dikemukakan Tarji adalah kenaikan harga balakutak yang biasanya berada pada kisaran Rp45.000–Rp50.000 per kilogram, kini mencapai sekitar Rp70.000 per kilogram. Kenaikan ini menunjukkan tekanan pasokan yang dirasakan oleh konsumen dan pedagang lokal.
- Frekuensi lelang: dari hampir setiap hari → rata-rata tujuh kali per bulan.
- Nilai transaksi normal: sekitar Rp18.000.000 per hari.
- Kenaikan harga contoh: balakutak naik dari Rp45.000–Rp50.000/kg menjadi sekitar Rp70.000/kg.
| Aspek | Keadaan Normal | Keadaan Saat Ini |
|---|---|---|
| Frekuensi Lelang | Hampir setiap hari | Sekitar 7 kali per bulan |
| Nilai Transaksi Harian | ~Rp18.000.000 | Tergantung pasokan, sering jauh lebih rendah |
| Harga Balakutak | Rp45.000–Rp50.000/kg | ~Rp70.000/kg |
Keadaan Nelayan dan Pedagang
Tarji menyatakan bahwa ikan sebenarnya masih ada di laut, namun kondisi cuaca membuat ikan menjadi lebih sulit didapatkan. Akibatnya, nelayan cenderung menunda keberangkatan atau kembali lebih awal demi keselamatan sehingga kuantitas tangkapan menurun. Penurunan frekuensi lelang juga mengurangi peluang pendapatan harian bagi nelayan dan penjual ikan di sekitar TPI.
Menurutnya, situasi saat ini berbeda dengan pengalaman di masa lalu saat cuaca buruk biasanya menyebabkan penghentian aktivitas hanya selama beberapa hari. Kali ini, penurunan berlangsung lebih berkepanjangan sejak Juni, sehingga mempengaruhi pola ekonomi setempat.
Konsekuensi Lokal dan Kesiapan Pasar
Penurunan pasokan ikan dan kenaikan harga dapat menimbulkan beberapa konsekuensi bagi masyarakat Cirebon dan sekitarnya, antara lain:
- Kenaikan beban pengeluaran rumah tangga untuk kebutuhan protein laut.
- Berkurangnya pendapatan harian nelayan dan pedagang kecil yang bergantung pada hasil lelang.
- Potensi perubahan pola konsumsi jika harga ikan tetap tinggi dalam jangka panjang.
Di tengah kondisi ini, pengelola TPI menyatakan tetap siaga dan menunggu kelonggaran cuaca agar aktivitas dapat kembali normal. Sementara itu, konsumen dan pedagang lokal diimbau menyesuaikan stok dan harga jual sesuai ketersediaan.
Situasi di TPI Sambung Jaya Mulya menjadi cermin bagaimana dinamika cuaca dapat langsung berimbas pada perekonomian mikro di pesisir Kabupaten Cirebon. Perkembangan lebih lanjut terkait frekuensi lelang dan pergerakan harga akan menjadi indikator pemulihan bagi sektor perikanan lokal.
Reporter: Koresponden Daerah - Jawa Barat, WE NEWS