Anak 11 Tahun Menjadi Pengurus Rumah Tangga
Marfelino Dhuha Saputra, siswa kelas V SD berusia 11 tahun asal Desa Ngancar, Kabupaten Kediri, sehari-hari melakukan tugas rumah tangga dan merawat ibunya yang mengalami keterbatasan aktivitas. Aktivitas itu meliputi memasak, mencuci, dan membersihkan rumah serta memenuhi kebutuhan dasar ibunya.
Kisah Marfelino mendapat perhatian setelah Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana — akrab disapa Mas Dhito — mengunjungi rumah keluarga itu pada Kamis, 13 Agustus 2026. Saat kunjungan, Marfelino baru pulang sekolah dan masih mengenakan seragam putih-merah serta sepatu. Kedatangan bupati di ruang tamu yang sederhana membuka dialog singkat mengenai rutinitas harian bocah tersebut.
Dialog Singkat Saat Kunjungan
Dalam pertemuan itu, Bupati menanyakan sejumlah hal terkait keseharian Marfelino, termasuk kemampuan memasak dan sejak kapan ia mulai merawat ibunya. Jawaban polos anak tersebut menunjukkan kebiasaan yang telah berlangsung beberapa tahun.
“Kamu bisa masak?” tanya Mas Dhito. “Bisa, masak jangan (sebutan sayur dalam bahasa Jawa) apa saja, asal diberitahu caranya,” jawab Marfelino.
Ketika ditanya kapan mulai merawat sang ibu, Marfelino menjawab: “Sejak kelas III akhir-akhir.” Ia juga menjelaskan bahwa setelah menyiapkan sarapan untuk dirinya dan ibunya, ia berangkat ke sekolah, lalu kembali memasak sepulang sekolah. Sore harinya, Marfelino tetap melaksanakan kegiatan pengajian seperti anak seusianya.
Kondisi Ibu dan Dampak Sosial
Ibu Marfelino, yang bernama Kumala (41), telah mengalami kondisi pengapuran tulang selama sekitar dua tahun. Kondisi tersebut membuatnya memerlukan bantuan dalam aktivitas dasar, termasuk makan dan bangun dari tempat tidur. Saat kunjungan Bupati, Kumala hanya mampu berbaring di tempat tidur yang berada di samping pintu ruang tamu.
Bupati menyebut Marfelino sebagai anak yang luar biasa karena tetap menjalankan kewajiban sekolah dan pengajian meski memikul tanggung jawab rumah tangga lebih awal.
“Ini anak yang luar biasa. Tadi saya tanya kapan mainnya, kata dia main setelah habis ngaji,” ujar Mas Dhito.
Kebutuhan dan Perhatian Pemerintah Daerah
Kunjungan ini membuka ruang bagi pemerintah daerah Kabupaten Kediri untuk meninjau kebutuhan keluarga terkait perawatan dan dukungan sosial. Perhatian kepala daerah terhadap kasus ini berpotensi mendorong langkah-langkah bantuan yang konkret, seperti layanan kesehatan untuk ibu, dukungan ekonomi, atau intervensi kesejahteraan sosial yang sesuai prosedur pemerintahan daerah.
- Usia anak: 11 tahun
- Kelas: V SD
- Kondisi ibu: Pengapuran tulang, berlangsung sekitar dua tahun
- Mulai merawat: Sejak akhir kelas III
| Aspek | Keterangan |
|---|---|
| Nama anak | Marfelino Dhuha Saputra |
| Lokasi | Desa Ngancar, Kabupaten Kediri |
| Usia anak | 11 tahun |
| Kondisi orang tua | Ibu mengalami pengapuran tulang |
Kasus anak yang menjadi pengasuh utama di rumah ini menimbulkan sejumlah pertanyaan terkait perlindungan anak dan akses layanan sosial di kecamatan dan desa. Peran dinas terkait, posyandu, serta perangkat desa penting untuk memastikan kebutuhan medis dan kesejahteraan keluarga terpenuhi tanpa mengganggu hak pendidikan dan perkembangan anak.
Dengan gaya tegas dan lugas, kunjungan Bupati menjadi pengingat bahwa kasus-kasus rumah tangga seperti ini ada di lingkungan warga kita dan memerlukan respons terpadu antara pemerintah kabupaten, aparat desa, dan masyarakat. Ke depan, perhatian lebih pada intervensi kesehatan, dukungan ekonomi, serta pemantauan kondisi pendidikan Marfelino akan menjadi tolok ukur keberpihakan layanan publik di Kabupaten Kediri.