Realita angka dan cakupan penyerapan
Perum Bulog Cabang Singkawang mencatat realisasi penyerapan gabah dan beras petani tahun 2026 sebesar 7.862,97 ton, atau sekitar 101 persen dari target yang ditetapkan sebesar 7.819 ton. Capaian itu diumumkan Kepala Bulog Cabang Singkawang, Noldi Ramayadi, pada Rabu, menjelang peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Fokus wilayah dan dinamika panen
Bulog menyatakan penyerapan difokuskan untuk memperkuat ketersediaan pangan di wilayah kerja yang meliputi Singkawang, Bengkayang, dan Sambas (Singbebas). Menurut keterangan, hingga saat pelaporan, wilayah Kabupaten Sambas menjadi salah satu sumber utama karena aktivitas panen masih berlangsung di sana. Meski target telah terlampaui, Bulog menyampaikan bahwa kegiatan penyerapan tetap dilanjutkan menyesuaikan jadwal panen petani.
Peran koordinasi dan informasi lapangan
Keberhasilan penyerapan dijelaskan tidak terlepas dari sinergi berbagai pemangku kepentingan di daerah. Bulog menyebutkan dukungan dari Dinas Pertanian kabupaten/kota, penyuluh pertanian lapangan (PPL), Bintara Pembina Desa (Babinsa), serta Perpadi dan kelompok petani. Informasi jadwal panen dan estimasi produksi diperoleh Bulog melalui jaringan PPL dan Babinsa di desa-desa dan kelurahan, sehingga penyerapan dapat dilakukan tepat waktu sesuai kebutuhan lapangan.
"Alhamdulillah hingga hari ini Bulog Cabang Singkawang sudah menyerap gabah petani sebanyak 7.862 ton dari total target 7.819 ton. Penyerapan masih terus kami lakukan,"
Implikasi bagi ketersediaan pangan dan petani
Realisasi yang melampaui target memberi sinyal bahwa pasokan gabah di wilayah Singbebas relatif terjaga pada periode musim panen ini, sekaligus menunjukkan permintaan pembelian Bulog terhadap gabah petani berjalan efektif. Bagi petani, penyerapan oleh Bulog berarti kepastian pasar dan potensi stabilitas harga, terutama ketika panen massal berlangsung. Bagi pemerintah daerah, capaian ini mengindikasikan koordinasi kebijakan dan operasional di tingkat lapangan berjalan sesuai harapan.
Langkah ke depan dan pemantauan
Bulog menegaskan akan terus memantau perkembangan panen di tiap daerah kerja untuk menyesuaikan operasi penyerapan. Ketersediaan informasi panen dari PPL dan Babinsa akan tetap menjadi alat utama agar penyerapan dilakukan efisien dan tidak mengganggu pasar lokal. Tidak ada angka tambahan atau target baru yang diumumkan dalam pernyataan tersebut; namun Bulog menekankan komitmen untuk mendukung stabilitas pasokan beras di wilayah Singbebas.
- Realisasi penyerapan: 7.862,97 ton
- Target awal: 7.819 ton
- Wilayah kerja: Singkawang, Bengkayang, Sambas
- Pihak pendukung: Dinas Pertanian, PPL, Babinsa, Perpadi, petani
| Parameter | Ton |
|---|---|
| Target penyerapan 2026 | 7.819 |
| Realisasi hingga pelaporan | 7.862,97 |
Dengan capaian ini, Bulog Cabang Singkawang menempatkan diri sebagai aktor kunci dalam menjaga pasokan gabah dan beras wilayah Singbebas. Pemantauan lebih lanjut terhadap pasokan, harga dan kelancaran penyerapan masih diperlukan, terutama seiring berlanjutnya jadwal panen di beberapa daerah.