Pelaksanaan CKG di Tangerang Melampaui Target
Gubernur Banten Andra Soni menilai capaian program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Tangerang menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap pemeriksaan kesehatan. Pernyataan itu disampaikan saat Andra meninjau pelaksanaan CKG di Gedung Kitri Bakti, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, pada Kamis, 3 September 2026, didampingi Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid.
"Atas nama pemerintah, kami ucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Kabupaten Tangerang atas capaian CKG yang sudah melampaui target,"
Data yang disampaikan pada kesempatan itu menunjukkan bahwa di tingkat provinsi, sekitar 6,6 juta dari 12,9 juta warga Banten telah mengikuti program CKG. Di Kabupaten Tangerang, pelaksanaan program tercatat mencapai sekitar 1,7 juta pemeriksaan, atau 100,7 persen dari target 1,6 juta orang.
Peran layanan jemput bola dan fasilitas kesehatan
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengatakan capaian tersebut berkat mobilitas tenaga kesehatan yang aktif di fasilitas pelayanan dasar dan institusi lainnya. Menurutnya, petugas di puskesmas, rumah sakit, dan sekolah melakukan pelayanan secara jemput bola untuk menjangkau masyarakat.
- Pelaksanaan CKG digelar di berbagai lokasi, termasuk fasilitas kesehatan dan institusi pendidikan.
- Pendekatan jemput bola dinilai meningkatkan cakupan pemeriksaan di kalangan warga yang sulit mengakses fasilitas kesehatan.
- Pemeriksaan tambahan difokuskan pada penyakit paru-paru dan tuberkulosis (TBC) sebagai langkah deteksi dini.
Maesyal menyatakan bahwa Pemkab Tangerang memperkuat pemeriksaan penyakit paru-paru dan TBC sebagai bagian dari upaya deteksi dini dan penanganan kesehatan masyarakat. Penguatan ini mencerminkan perhatian terhadap penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan publik.
Data capaian dan implikasi layanan kesehatan
Capaian lebih dari target di Kabupaten Tangerang menimbulkan beberapa implikasi kebijakan dan operasional layanan kesehatan lokal. Pertama, tingginya partisipasi masyarakat memperlihatkan efektivitas strategi jemput bola. Kedua, upaya deteksi dini terhadap penyakit paru-paru dan TBC dapat memengaruhi perencanaan program lanjutan, termasuk perawatan dan rujukan pasien.
| Wilayah | Penduduk Tercakup | Target | Capaian |
|---|---|---|---|
| Banten (provinsi) | 6,6 juta | 12,9 juta (total penduduk) | ~51,2% tercakup |
| Kabupaten Tangerang | 1,7 juta | 1,6 juta | 100,7% |
Pengamatan lapangan dan keterangan pejabat daerah pada kunjungan gubernur menegaskan bahwa cakupan layanan bukan hanya soal jumlah pemeriksaan, tetapi juga mengenai kualitas pemeriksaan, tindak lanjut, dan akses ke pengobatan. Penekanan pada pemeriksaan paru-paru dan TBC menunjukkan upaya untuk mengaitkan skrining dengan program pengendalian penyakit menular.
Tantangan berikutnya
Meskipun capaian melebihi target, tantangan operasional tetap ada. Penguatan sistem rujukan bagi pasien yang terdeteksi menderita penyakit memerlukan koordinasi antar fasilitas, ketersediaan obat dan layanan pengobatan, serta pemantauan berkelanjutan. Selain itu, menjaga keberlanjutan pendekatan jemput bola memerlukan sumber daya manusia dan dukungan anggaran.
Kunjungan gubernur dan apresiasi resmi merupakan momentum bagi Pemkab Tangerang dan provinsi untuk mengevaluasi capaian, memperkuat lanjutan layanan, serta memastikan bahwa pemeriksaan yang dilakukan berujung pada perawatan yang efektif. Upaya bersama antara pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, dan masyarakat diperlukan untuk menjaga tren peningkatan cakupan pemeriksaan kesehatan di Tangerang dan wilayah Banten secara keseluruhan.